Majalah Jom!

Pertama kali saya tau majalah Jom! adalah waktu saya ke NAK in Malaysia. Waktu itu cuma beli satu karena khawatir ga ngerti bahasanya. Setelah dibaca, ternyata mudah dimengerti kok 😀 Sejak saat itu sukaa banget sama majalah Jom! Kesempatan kedua beli majalah Jom! adalah waktu ke Ilmfest 2014, langsung beli agak banyak..hehe. Majalah ini isinya bagus, berisi, bermanfaat, dan layout + desainnya…beuh, gak main2, KEREN BANGET! Jatuh cinta lah sama majalah ini ❤

Sampai kemarin editornya membuka kesempatan untuk mengirim tulisan untuk majalah Jom!, saya langsung kontak, dan ikut kirim tulisan..hehe. Daan, akhirnya tiba juga edisi terbaru majalah Jom! yang saya tunggu2… karena ada tulisan saya loh XD

writing_jom

Alhamdulillah..seneng banget banget waktu Sabtu pagi kemarin baca di facebook editornya bahwa majalah Jom! udah terbit dan bisa didownload gratis. Sepertinya mulai issue #45 ini mereka gak akan cetak, tapi distribusi online aja. Semoga makin banyak ya baca dan mengambil manfaat darinya, semoga berkah juga untuk tim redaksi 🙂

Download Majalah Jom! #45 gratis di SINI

Dahulukan Quran, Dahulukan Allah

Kemarin saya menghadiri multaqo (pertemuan) santri tahsin tahfizh Gemma Bogor di Masjid As Salam Bantarjati. Ada taujih dari ustadz Arham bin Ahmad Yasin al hafizh yang luar biasa masya Allah ngena banget plak plak plak! Tapi senang dapat nasehat2 yang berharga banget. Nah ini dia saya share untuk pembaca sekalian yang budiman 🙂

  • Tingkat kesohiban dengan quran bermacam2.. ada yg sekedar tau, ada yg akrab bener
  • Bacaan quran kita harusnya sempurna/benar dan ringan tanpa susah payah (tanpa takalluf/berlebihan), jadi membaca dengan benar itu udah refleks/otomatis
  • Kenapa harus udah refleks? Karena kita masih punya kewajiban lain terhadap quran. Jadi jangan sampai tilawah masih mikirin bacaan bener/ga terus. Bacaan harus udah refleks bagus, sehingga kita bisa tadabbur sambil baca
  • Caranya gimana: berlatih terus dengan mulut kita
  • Tidak berlebihan (takalluf) itu ada 2:
    • Takalluf mahmud (terpuji): dalam belajar itu wajar kalau bersusah payah
    • Takalluf madzmum (tercela): kesulitan terus, ga ada perbaikan
  • Jangan berpuas diri, karena masih ada sangat banyak peluang berinteraksi dengan quran
  • Hati2 ghurur (tertipu), bahkan seorang qari bisa tertipu ketika dia baca quran, yg dia nikmati adalah suaranya, bukan qurannya
  • Maka hendaknya seseorang mengecek hatinya, apakah dia menikmati quran karena maknanya, apa karena suara/naghamnya
  • Fokus yg dikehendaki dalam tilawah adalah tadabbur (di samping bacaan yg benar). Memperbaiki bacaan juga muaranya tadabbur
  • Tadabbur juga perlu belajar lagi ilmu alatnya
  • Tidak perlu dibandingkan bagusan mana bacaan bagus dengan paham artinya.. Harusnya untuk kita targetnya adalah keduanya
  • Atau pertanyaan lain yg umum pas bulan ramadhan: mending ngejar target khatam tapi bacaan buru2, apa baca dikit tapi sambil memahami maknanya -> pertanyaan ini muncul krn blm mau memberikan waktu lebih utk quran T_T
  • Kalau jawabannya, kita targetkan keduanya (baca banyak & tadabbur).. muncul pertanyaan lagi: tapi nanti lama waktunya? Jawab: Ya iyalah, itu konsekuensinya
  • Sama dengan pertanyaan, gimana nih menghafal quran tapi hafalan lama jadi lupa? Jawabannya ya..nambah hafalan baru PLUS ngulang hafalan lama
  • Allah memerintahkan kita meminta surga firdaus (yg paling tinggi). Begitu juga dalam interaksi dengan quran, targetnya harus tinggi. Harus punya ‘uluwwul himmah (obsesi yg tinggi). Konsekuensinya apaa? Mujahadahnya jg hrs lebih. Berusaha lebih. Tidak ada mujahadah tanpa pengorbanan
  • Interaksi yg lain dengan quran: mengamalkan, menghafalkan
  • Kalau mau menghafal tapi bacaan belum baik gimana? Ya perbaiki bacaan lalu menghafal
  • Masalahnya adalah kita ga mau memberi waktu lebih untuk quran. Jadi masih pakai waktu sisa. Padahal kalau kita memberikan waktu untuk quran, Allah akan memberikan lebih untuk kita
  • Kalau kita menjadikan kegundahan/kegalauan kita dlm akhirat, maka Allah akan mencukupi/menyelesaikan seluruh kegundahannya yg lain
  • Tapi harus yakin untuk memberikan waktu untuk quran
  • Begitu juga kalau untuk pengajian, mau berangkat tapi ada halangan2 misalnya mertua datang, anak sakit, dll.. Kalau kita yakin dan mau memprioritaskan pengajian, maka halangan2 itu Allah yg akan bereskan
  • Jagan bangga kalau kita sibuk dengan pekerjaan dunia sampai lupa akhirat
  • Begitu juga dalam menuntut ilmu, kalau seharian belajar mulu ga ada quran. Yang satu belajar mulu, tapi pas ujian, yang dipelajari ga ada yg keluar. Yang satu prioritasin quran, sambil tetap belajar juga, eh pas ujian yang dipelajari keluar. Itu berkah
  • Ilustrasi dalam berdagang.. Ada pemilik toko A dan toko B. Yang A buka toko terus karena takut kehilangan pelanggan, waktu shalat pun tetap buka..tapi seharian ga ada yg beli. Yang B tetap belajar quran, ngaji, pas waktu shalat tutup. Pas toko buka, yang beli 50 org. Itu berkah.

Pagi ini saya mencoba mendahulukan quran.. mengulang hafalan 1 surat dan menghafal 1 ayat, kemarin malamnya jg saya cicil tilawah setengah juz. Terus pas berangkat ngantor rasanya kelebihan energi banget, sampe lari2 pas naik turun jembatan penyebrangan..hehe. Tapi enak deh rasanyaa.. mood positif banget 😀

Kalau kamu gimana? coba juga yuk 🙂

Bersama Geng Bocah di RPPI

Hari Sabtu atau Minggu biasanya saya nongkrong bersama geng bocah ini di RPPI (Rumah Peradaban Pelajar Indonesia) untuk bermain dan belajar. Contohnya, belajar tentang Ukhuwah Islamiyah. Awalnya kan saya mau ngasih tau tema hari itu tapi lewat tebak huruf/kata macem hangman gitu. Tapi hangman-nya diganti sama Dora yang terjebak di pinggir sungai yang ada buayanya (saya gambar di papan tulis). Kalau salah nebak huruf, Dora-nya maju selangkah. Ada 7 langkah sampai akhirnya Dora kecebur sungai dan dimakan buaya :O Eh merekanya baper pisan.. kasian sama Dora sampai takut2 mau nebak.. “Kasian Doranya kalau salah nanti dimakan buaya” XD Tapi akhirnya berhasil! Berhasil! Hore!

Selanjutnya main tebak gambar tentang hal2 apa aja yang bisa menguatkan ukhuwah Islamiyah, seperti memberi salam, berkunjung, mendoakan, memberi hadiah, dll. Mereka sendiri yang menggambar lalu ditebak oleh teman2 lainnya. Tebakannya benar semua! Saya tulis di papan tulis lalu mereka mencatat di bukunya masing2 *rajin ya*

Lalu di lain hari ada materi tentang Syukur Nikmat. Masing2 menyebutkan apa aja pemberian Allah yang dirasakan saat itu. Saya kasih “koin emas” alias biskuit egg drop XD untuk masing2 yang sudah menyebutkan nikmat Allah. Hayoo pabanyak2 koin emasnya! Ibaratnya semakin kita bersyukur, semakin nambah lagi nikmatnya 🙂

Yak, kami belajar dan bermain bersama. Kesannya sayalah yang mengajar mereka, tapi kenyataannya saya banyak belajar dari mereka 🙂

Itulah salah satu kegiatan di RPPI. Satu dari sekian banyak kegiatan untuk menjaga fitrah dan menumbuhkembangkan kebaikan dalam diri pelajar. Sedikit upaya untuk turut menjaga pelajar2 Indonesia dari arus pergaulan yang membahayakan, mengajak mereka mengisi masa mudanya dengan kegiatan positif dan bermanfaat.

Ikut dukung kegiatan2 ini yuk, dengan berpartisipasi dalam wakaf RPPI! Infonya bisa dilihat di sini: Rumah Pelajar 🙂

tempat favorit di RPPI: akuarium :D

tempat favorit di RPPI: akuarium 😀

 


 

PROGRAM WAKAF RPPI

📩Proposal dalam pdf:
Bit.ly/rumahpelajarpdf

🎥Sekilas profil RPPI:
Bit.ly/rumahpelajarvideo

🔅Web: www.rumahpelajar.com

📑Rekening An. Syahrizal Rakhman
BCA 0953-27-9662
Bank Mandiri 133-00-1283885-0
BRI Syariah 1025-03-2086

🏡Sekretariat RPPI
Jalan Polisi 1 No.3 Kelurahan Paledang
Kec. Bogor Tengah Kota Bogor 16122

After Eid

Berhubung ini tulisan pertama sejak Idul Fitri kemarin, meski sudah telat sekali, izinkanlah saya mengucapkan Taqobbalallahu minna wa minkum. Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua. Mumpung masih bulan Syawal, semoga kita bisa melengkapi puasa Ramadhan dengan 6 hari puasa Syawal ya.. aamiin! Oh ya, saya mau mengaku salah dulu nih karena gak bisa memenuhi target nulis tadabbur Quran setiap hari di blog ini selama Ramadhan kemarin. Cuma sampai 12 tulisan aja, itu pun banyak yang dirapel. Mohon maaf lahir dan batin XD

Jadi setelah Idul Fitri ini ada beberapa hal yang berkecamuk di kepala *halah* karena emang sengaja ditunda mikirin/ngerjainnya setelah Ramadhan. Dimulai dari ini deh: saya takut. Saya merasa takut dan khawatir tentang suatu peluang/tantangan yang  mau saya ambil. Buanyak mikirnya deh, merasa ragu, bingung, gak percaya diri, dsb. Lalu kemudian saya jadi bingung.. kenapa saya jadi penakut begini? Apakah selama ini saya memang terlalu nyaman, ngejalanin rutinitas yang nyaris tanpa tantangan?

Kemudian jadi ingat waktu masa sekolah-kuliah kan kita masuk ke dalam sebuah sistem dan “dipaksa” mengikuti alur di dalamnya. Mau ga mau kita menghadapi tantangan yang namanya tugas, ujian, skripsi, sidang. Tantangan yang sebenarnya kalau boleh milih, mungkin enakan diskip aja, gak perlu dijalanin. Tapi karena kita punya tujuan (setidaknya untuk lulus), tetap harus dijalani. Setelah lulus, kita lepas dari sistem itu, kita bebas bikin alur sendiri. Gak ada yang maksa harus ikut ujian, gak ada yang mewajibkan sidang. Semua begitu bebas terserah kita. Mau ambil jalan yang lempeng aja, nyaman tanpa tantangan, atau memberanikan diri mengambil jalan sebaliknya.

Kata Bu Septi begini: “Hidup itu seperti naik sepeda. Saat kita terengah2, perlu tenaga besar, maka kita sedang dalam perjalanan naik. Tapi kalau hidup kita datar aja, ga perlu energi besar tapi tetap berjalan, maka kita sedang dalam perjalanan turun. Karena itu, temukan gunung lain untuk ditanjaki!”

Serius buuu? Harus naik gunung nih? Hahahah.. Ya benar sih hidup butuh tantangan, perlu gunung2 baru untuk ditanjaki. Tapi pertanyaannya, gunung apa yang akan kita pilih? Tentunya yang sesuai dengan visi hidup kan ya ya ya? Dengan gambaran besar kita sebenarnya mau jadi apa. Nah gambaran gw itu belum jelas jadi masih suka bingung -_-

Anyway, ada beberapa hal yang dipelajari sih dari peristiwa rungsing kebanyakan mikir kemarin2.. Bahwa sebenarnya yang bener itu bukan banyak mikir, apalagi mikirin hal2 yang belum tentu terjadi alias khawatiran. Ada ajaran Islam yang keren banget yaitu tawakkal. Di suatu artikel yang gw baca, tawakkal itu berarti kita bekerja keras, di luar kita mungkin terlihat rusuh bekerja dan berusaha, tapi di dalam hati tenang. Tenang, karena yakin sama Allah, bahwa Allah akan menolong dan memberikan yang terbaik. Lah gw mah kebalikannya, usaha belom, kebanyakan mikir iya, jadi we rungsing sorangan.

Kemudian jadi ingat lagi tentang ‘uluwwul himmah, bahwa sebagai Muslim kita harus bercita2 besar. Ingat lagi ceramahnya Yasir Qadhi yang ini, ceramah2nya ustadz Nouman, dll, yang mana saya menyimpulkan bahwa Islam memang mengajarkan supaya kita meraih lebih tinggi ya T_T Sebenarnya orang yang punya cita2 besar itu gak ada yang bisa menjamin dia akan sukses meraih cita2nya kan. Tapi dengan dia menetapkan cita2 itu, sebenarnya dia udah menaruh harapan pada dirinya dan Allah, bahwa dia akan berusaha, dan dia yakin Allah akan membantunya. Kadang cita2 itu terasa sulit diraih, kadang banyak hambatannya, tapi di situlah salah satu hikmah bercita2 besar adalah supaya kita bisa berserah pada Allah saat kesulitan itu terjadi. Saat stuck sekalipun, merasa diri nggak mampu, tapi yakin Allah bisa membuatnya mampu.

Postingan ini saya tinggal sejenak karena tadi baca postingan kakak kelas SMA di facebook, yang bikin saya googling terus nyangkut di milis angkatan SMA, terus nemu obrolan lama yang temanya tentang nostalgia SMA… waaaaaaa X) ada temen saya yang posting dia ketemu mantan kepsek kami, terus ngobrol2 dan di akhir si Bapak bilang gini: “anak2 smansa itu memang pantang menyerah…”. Ditambah saya lagi baca cerita2 nostalgia yg bukan hanya tentang kekonyolan, kegilaan, kelucuan, tapi juga tentang perjuangan dan betapa pantang menyerahnya kami saat SMA dulu. Ya, saya mulai belajar bermimpi besar di Smansa. Saya belajar berjuang keras di Smansa. Saya belajar bahwa saya punya teman2 yang tulus di Smansa. Sekarang, 10 tahun setelah saya lulus dari sana, gak ada alasan untuk melupakan pelajaran yang udah saya dapat di sana. Hidup Smansa! Aku cinta Smansa! *lah ini postingan kagak jelas banget yak ngalor ngidul ujung2nya Smansa :’)

Ramadhan Project: Tadabbur Quran

Assalamu’alaikum. Hai teman2.. alhamdulillah kita diberi kesempatan oleh Allah untuk merasakan bulan Ramadhan yang penuh ampunan, rahmat, dan berkah dariNya. Semoga kita menyambutnya dengan gembira dan bisa mengisinya dengan sebaik2nya. Marhaban yaa Ramadhan! Numpang majang poster dari Sintesa aah 🙂

Marhaban yaa Ramadhan

Mau poster Ramadhan dari Sintesa setiap hari? Yuk follow socmednya 😉

Teman2 pasti punya target2 yang ingin dicapai selama Ramadhan kan? Sama, saya juga. Nah, salah satu target saya adalah tadabbur Quran minimal 1 ayat sehari. Bulan Ramadhan adalah bulannya Al Quran kan, pasti kita pengen lebih dekat sama Quran. Tidak hanya target khatam membacanya/tilawah, tapi sebisa mungkin kita juga bisa mentadabburinya, berusaha memahami maknanya, merenungkannya, dan mengambil pelajaran darinya yang bisa kita terapkan dalam kehidupan.

Insya Allah setiap hari selama Ramadhan saya mau posting hasil tadabbur Quran di blog ini. Sumber utamanya sih paling2 ceramah ustadz Nouman..wkwk. Baiklah, semoga bisa istiqomah dan semoga bisa bermanfaat untuk yang membaca 🙂