Wastaqim kamaa umirta!

Gw inget banget.. gw denger ceramah NAK itu di bulan Ramadhan. Dengan potongan ayat yang terus ia ulang2.. “Kaburo ‘alal musyrikiina maa tad’uuhum ilaihi”. Adalah perkara yang besar bagi kaum musyrikin Mekah untuk menerima apa yang kamu serukan pada mereka. Sulit, sulit bagi mereka untuk menerimanya. Apa yang diserukan Muhammad begitu mengacak2 konsep hidup mereka selama ini. Apa itu? Kesetaraan dengan budak? Mereka biasa merendahkan budak. Menyembah Allah dan tidak menyekutukannya dengan apapun? Mereka terbiasa meminta pada berhala.  Mengikuti seorang anak muda bernama Muhammad? Menerima ajaran Islam yang diperkenalkannya? Apalah itu, mereka terbiasa mengikuti nenek moyang.

“Kaburo ‘alal musyrikiina maa tad’uuhum ilaihi”. It’s really a big deal for the musyrikin what you’re calling them to. (Asy-Syura:13)

Siapa yang memegang kekuasaan saat itu? Siapa yang menguasai politik? Siapa yang menguasai pasar? Siapa yang menguasai media dan opini masyarakat?

Apa sumber daya yang dimiliki Muhammad? Berapa orang yang berjuang bersamanya? Apa aja intimidasi yang udah diterimanya?

Segimanapun sulit dan beratnya, Rasulullah tetap teguh sebagaimana yang diperintahkan kepadanya. “Falidzaalika fad’u, wastaqim kamaa umirta”. Maka karena itu serulah mereka pada agama dan tetap teguhlah sebagaimana diperintahkan kepadamu (Asy-Syura:15). Iya memang sulit. Iya memang berat. Iya memang melelahkan. Iya mereka memang akan ragu. Karena itu serulah mereka pada agama ini. Dan tetap teguhlah sebagaimana diperintahkan padamu, bukan karena mudah, bukan karena ringan, bukan karena keberhasilan yang kau dapatkan, bukan karena pujian, tapi karena diperintahkan padamu.

Dan kalau bertanya2, apa gunanya? Toh tangan kecil saya, usaha kecil saya gak akan membawa perubahan apa2? Jawabannya, tugas kita hanyalah berusaha. Urusan perubahan bukan milik kita. Itu domain Allah. Nuh aja berusaha selama 950 tahun, namun pengikutnya gak banyak, anaknya sendiri nggak mau dia ajak. Kalau kita bikin kegiatan, yang datang cuma 5 orang, padahal udah nyebar undangan ke sana sini. Sama sekali bukan kegagalan kalau niatnya adalah untuk menyeru pada agama Allah, sebagai bentuk ibadah padaNya.

*sekedar share ceramah NAK (dari seri “When Muslim Work Together“, versi pendeknya di “Results are not in your hands“). Merasakan media (baik mainstream maupun socmed) yang kadang ganas, memang kadang harus tutup kuping, apalagi kalau realitanya memang banyak orang2 yang bekerja, yang kongkrit, meskipun gak pernah dibahas di media, atau bahkan dicaci maki di media.

Do whatever you can do. No matter how small it is.

Advertisements

Ang Ciu!

Ampun dah benda satu itu.. Bikin trauma.. Jadi ceritanya, entah bagaimana saya menganggap bahwa sebuah restoran di Margonda Depok itu sudah halal. Sebutlah namanya mie ayam berkat. Masakannya enak, jadi saya cukup sering beli makanan di sana. Sampai suatu hari saya ke sana dan memesan mie goreng plus fu yung hai. Saat makanan siap dibawa pulang dan saya sedang membayar, saya nanya ke ke ibu2 di kasirnya. Ibu ini sepertinya termasuk pemilik restorannya.

Saya: Bu, restoran ini udah dapat sertifikat halal MUI belum ya?
Ibu Kasir: Oh, kalo sertifikat sih belum ya.. Tapi kita halal kok, soalnya nggak pake b2 (babi maksudnya)
Saya: Kalau arak pake nggak Bu?
Ibu Kasir: Oh, iya.. pake.. Pake ang ciu.
Saya: Ang ciu-nya dipake di masakan apa aja Bu? Kalo mie pake ga?
Ibu Kasir: Yang tumis2.. mie sih enggak ya, cuma kecap asin aja..
Saya: oh gitu ya.. *dgn muka ragu
Ibu Kasir: Hmm.. ya abisnya gimana ya.. di sini kan emang Chinese food.. Kita juga beda keyakinan, jadi saya gak tau halal itu gimana.
Saya: Coba cari2 aja Bu cara ngajuin sertifikat halal ke MUI..

Terus sepanjang jalan dari resto itu ke rumah saya mikir.. dan nanya2 di Twitter, memastikan keharaman ang ciu dan apa yang harus dilakukan kalau udah terlanjur beli makanan yg syubhat (gak jelas halal haramnya).

Tentang keharaman ang ciu atau arak masak lainnya, bisa cek tulisan ini:

Jenis arak yang digunakan dalam berbagai masakan itu bermacam-macam ada arak putih (Pek Be Ciu), arak merah, arak putih (Ang Ciu), arak mie (Kue Lo Ciu), Arak gentong, dan lain-lain. Produsenya pun beragam, ada yang diimpor dari Cina, Jepang, Singapura bahkan banyak pula buatan lokal dengan menggunakan perasan tape ketan yang difermentasi lanjut (anggur tape). Penggunaan arak ini pun beragam, mulai dari restoran besar, restoran kecil bahkan warung-warung tenda yang buka di pinggir jalan.

Keberadaan arak ini masih jarang diketahui oleh masyarakat. Sementara itu ada kesalahan pemahaman di kalangan pengusaha atau juru masak yang tidak menganggap arak sebagai sesuatu yang haram. Kalau tentang daging babi, mungkin sudah cukup dipahami berbagai kalangan bahwa masakan itu dilarang bagi kaum muslim. Meskipun ada sebagian masyarakat yang melanggarnya, tetapi kebanyakan pengelola restoran tahu bahwa hal itu tidak boleh dijual untuk orang muslim.

Lain halnya dengan arak. Sebagian besar kalangan pengelola restoran tidak menganggap bahan masakan itu haram hukumnya. Apalagi dalam proses pemasakannnya arak tersebut sudah menguap dan hilang. Sehingga anggapan itu menyebabkan mereka tidak merasa bersalah ketika menghidangkan masakan itu kepada konsumen muslim.

Anggapan itu tentu saja perlu diluruskan karena dalam Islam hukum mengenai arak atau khamr ini sudah cukup jelas, yaitu haram. Bukan saja mengkonsumsinya tetapi juga memproduksinya, mengedarkannya, menggunakan manfaatnya, bahkan menolong orang untuk memanfaatkannya. Nah, ini tentunya menjadi peringatan bagi kita semua agar lebih berhati-hati dalam membeli masakan, sekaligus juga menjadi perhatian bagi para pengelola restoran yang menjual produknya kepada masyarakat umum agar tidak menggunakan arak tersebut.

Meskipun si Ibu bilang bahwa mie goreng yang saya beli nggak pake ang ciu, tetep aja khawatir. Terus nemu tulisan di suatu blog yang menceritakan pengalaman serupa. Sayang, saya lupa linknya dan lupa waktu search keywordnya apa. Jadi, dia beli seafood pinggir jalan dan baru menyadari ternyata masaknya pake ang ciu. Yang dia lakukan adalah membuang makanan itu ke tong sampah, katanya semoga aja ada kucing lapar yg makan makanan itu. “Lebih baik kehilangan uang 30.000 daripada saya memberi makanan haram ke anak istri saya”, gitu katanya. Tapi di satu sisi kan mubazir? Wallahu a’lam, kalo gak salah saya pernah baca di mana gitu, ktnya makanan haram itu nggak baik utk siapa aja (manusia). Tapi saya jg blm nemu jawaban pasti nih baiknya gimana kalo menemui kasus ‘terlanjur’ atau dikasih sama orang lain.

Masalah ang ciu ini juga dialami teman saya yang share ceritanya di Twitter:

Baru beres makan di pecel ayam,pas bayar, nanya:”tumis2nya make angciu?” dan dijawab:”iyah make” -___-“. Kliatanya hampir semua wr.tenda,klo gk semua, mk angciu deh utk tumis2nya. T.T | @andhikahs

Abang kwetiau deket kosan ternyata pake angciu. Baru pertama kali beli,alhamdulillah validate dulu. #save body from the harams | @tina_purbawati

Nah, cerita selanjutnya… terjadi sekarang ini. Kantor saya itu, kalau ada yang ulang tahun hampir selalu ada makan2 dan sering sekali pesan makannya di mie ayam berkat. Dan kejadian hari ini ada yang ultah. Untungnya, saya denger kabar itu kemarin, dan ternyata makanannya udah dipesan. Awalnya saya mikir, ah kalo gitu saya gak makan aja besok. Saya makannya yang bukan dari resto itu aja (biasanya ada menu tambahan). Eh tapi alhamdulillah tiba2 kepikiran, kenapa gak bilang aja untuk gak pake ang ciu? Itu lebih baik kan daripada membiarkan saudara2 Muslim saya di kantor makan masakan yang pake ang ciu. Akhirnya saya bilang ke Bude yang ngurusin pemesanan makanan ini. Tapi gak tau dia udah bilang ke restonya apa belum, akhirnya tadi pagi saya samperin restonya dan bilang tolong jangan pake ang ciu dan alat masaknya jangan yang bekas ang ciu. Mudah2an cukup aman untuk dikonsumsi..

Semoga yang membaca tulisan ini jadi lebih aware ya untuk jaga diri, pilih2 makanan yang masuk ke tubuh kita. Daripada tumbuh jadi daging haram, do’a gak diterima 40 hari. Jadi konsumen yang kritis. Soalnya sekarang resto2 atau bahkan warung tenda pinggir jalan bisa pasang logo halal sendiri, padahal pake ang ciu. Atau pasang sertifikat halal MUI, padahal udah expired (SH MUI hanya berlaku 2 tahun).

Cerita2 lain tentang halal awareness:

 

Inspirasi Masjid Jogokariyan Jogja by @salimafillah

1. Dari #Jogokariyan, kami bercita membawakan cahaya tuk gelap semesta dengan da’wah di 3 pilar utama: Al Quran, Masjid, & Sirah Nabawiyah.

2. Pertama Al Quran. Di th 1980-an, HM Jazir ASP -ayah dari @ShofwanAlBanna- yang mewakafkan diri menyelusur pelosok negeri..#Jogokariyan

3. ..menemukan fakta: rendahnya ketahanan ‘Aqidah ummat bukan semata faktor ekonomi, melainkan ‘rasa memiliki terhadap agama’. #Jogokariyan

4. Mereka ringan berpindah agama, sebab selama ini meski ber-KTP Islam, tapi tak ada rasa handarbeni terhadap agamanya. #Jogokariyan

5. Di mana ‘rasa memiliki agama’ ini terasas muncul? Observasi HM Jazir ASP menunjukkan: dalam kemampuan melafalkan Kitab Suci. #Jogokariyan

6. Di zaman itu, pembelajaran melafalkan Al Quran masih rumit, dengan metode Turutan, Baghdadiyah, dll yang disertai pengejaan. #Jogokariyan

7. HM Jazir ASP lalu menginisiasi satu cara pembelajaran melafalkan Al Quran yang didasarkan pada 1 tujuan asas: CEPAT BISA. #Jogokariyan

8. Metode baru yang berasas ‘langsung baca tanpa dieja’ & ‘cara belajar santri aktif’ itu diujicobakan di PAJ (Pengajian Anak #Jogokariyan)

9. Suatu hari, KH As’ad Humam RA dari Kota Gede berkunjung & melihat cara HM Jazir ASP mengajar Al Quran dengan metodenya itu. #Jogokariyan

10. Mereka berdua pun akhirnya duduk bersama, menyempurnakan metode & menyusun buku ajar Al Quran yang lalu dinamai: IQRO’. #Jogokariyan

11. Bermula dari Pengajian Anak #Jogokariyan, IQRO’ -Cara Cepat Belajar Membaca Al Quran- telah lahirkan 160 Ribu TPA di seluruh Indonesia.

12. Generasi seusia kita berhutang pada IQRO’ yang walau tak lepas dari kekurangan telah merevolusi pembelajaran baca Al Quran. #Jogokariyan

13. Kini, IQRO’ yang di awal kehadirannya disambut tak ramah, dengan kegigihan HM Jazir ASP berkeliling negeri, diterima luas. #Jogokariyan

14. IQRO’ telah menjadi sistem ajar Al Quran resmi Malaysia, Brunei, & Singapura. Kini bahkan dirintis di UEA, Qatar, & Oman. #Jogokariyan

15. Tak lupa tujuan awal IQRO’: membangun ketahanan ‘Aqidah dengan menguatkan rasa memiliki agama melalui kemampuan baca Quran. #Jogokariyan

16. Tahun demi tahun, metode IQRO’ terus dikembangkan, diperbaiki, & disempurnakan; pelatihannya menjangkau aneka pelosok. #Jogokariyan

17. Maka sejak pertengahan 1990-an, HM Jazir ASP mulai menggarap pilar da’wah kedua: MASJID. Dan beliau memulainya dari Masjid #Jogokariyan.

18. Datanya: negeri kita memiliki lebih dari 1 Juta Masjid; besar & kecil. Berapa yang jadi BEBAN dibanding yang MEMBERDAYAKAN? #Jogokariyan

19. Ratusan ribu Masjid membebani jamaah tuk listrik, air, & kebersihan padahal pemanfaatannya hanya shalat & tak pernah penuh. #Jogokariyan

20. Aset Masjid berupa jutaan M2 tanah & bangunan dinilai dari aspek apapun; Spiritual, Sosial, & Ekonomi sangat tak produktif. #Jogokariyan

21. Padahal, soal Masjid adalah ideologi sekaligus substansi  Peradaban Islam. Lawannya: ideologi & substansi Peradaban Pasar.  #Jogokariyan

22. Sebaik-baik tempat di muka bumi & yang paling dicinta Allah adalah Masjid. Seburuk-buruknya ialah Pasar. Tapi ada rumusnya: #Jogokariyan

23. “Jika Pasar mengalahkan Masjid, maka Masjid MATI. Jika Masjid mengalahkan Pasar, maka Pasar HIDUP.” -Abu Bakr Ash Shiddiq- #Jogokariyan

24. Istilah Masjid & Pasar sejatinya tak cuma mewakili tempat; namun juga nilai Peradaban, ie: Ekonomi Pasar vs Ekonomi Masjid. #Jogokariyan

25. Tapi baiklah tidak kita panjangkan bahasan itu; kita masuk pada langkah strategis & praktis yang ditempuh HM Jazir ASP di #Jogokariyan.

26. Secara sederhana, -apa yang di kemudian hari disebut Manajemen Masjid- ada di 3 langkah: Pemetaan, Pelayanan, Pemberdayaan. #Jogokariyan

27. Pemetaan artinya; setiap Masjid harus memiliki peta dakwah yang jelas, wilayah kerja yang nyata, & jama’ah yang terdata. #Jogokariyan

Bincang #Jogokariyan tadi sampai no 27; kita belum menuntaskan pilar da’wah kedua: MASJID. InsyaaLlah kita lanjutkan besok ya Shalih(in+at;)

28. Pendataan yang dilakukan Masjid terhadap jama’ah mencakup potensi & kebutuhan, peluang & tantangan, kekuatan & kelemahan. #Jogokariyan

29. HM Jazir ASP di #Jogokariyan menginisiasi Sensus Masjid: pendataan tahunan yang hasilnya menjadi Data Base & Peta Dakwah komprehensif.

30. Data Base & Peta Dakwah #Jogokariyan tak cuma mencakup nama KK & warga, pendapatan, pendidikan dll melainkan sampai pada siapa saja..

31. ..yang shalat & yang belum, yang berjama’ah di Masjid & yang tidak, yang sudah berqurban & berzakat di Baitul Maal Masjid #Jogokariyan..

32. ..yang aktif mengikuti kegiatan Masjid atau belum, yang berkemampuan di bidang apa & bekerja di mana, dst. Detail sekali. #Jogokariyan

33. Dari data base Masjid #Jogokariyan kita misalnya bisa tahu; dari 1030 KK (4000-an penduduk), yang belum shalat th 2010 ada 17 orang.

34. Lalu bandingkan dengan data th 2000, warga #Jogokariyan yang belum shalat ada 127 orang. Dari sini, perkembangan da’wah 10 th terlihat.

35. Peta Dakwah #Jogokariyan memperlihatkan gambar kampung yang rumah-rumahnya berwarna-warni: hijau, hijau muda, kuning, dst hingga merah.

36. Di tiap rumah ada juga atribut ikonik: Ka’bah (sudah berhaji), Unta (sudah berqurban), Koin (sudah berzakat), Peci dll. #Jogokariyan

37. Konfigurasi rumah sekampung itu dipakai tuk mengarahkan para Da’i yang cari rumah. Saya misalnya ditempatkan di Barat Daya #Jogokariyan.

38. Data potensi Jama’ah dimanfaatkan sebaik-baiknya; segala kebutuhan Masjid #Jogokariyan yang bisa disediakan jama’ah diorder dari mereka.

39. Masjid #Jogokariyan juga berkomitmen tidak membuat Unit Usaha agar tak menyakiti jama’ah yang memiliki bisnis serupa. Ini harus dijaga.

40. Misalnya; tiap pekan Masjid #Jogokariyan terima ratusan tamu. Konsumsi tuk mereka diorderkan gilir pada jama’ah yang punya rumah makan.

41. Data jama’ah digunakan tuk Gerakan Shubuh Berjama’ah. Pada 2004 dibuat Undangan Cetak layaknya pernikahan tuk itu; by name. #Jogokariyan

42. UNDANGAN: “Mengharap kehadiran Bapak/Ibu/Saudara …. dalam acara Shalat Shubuh Berjama’ah, besok pk 04.15 WIB di Masjid #Jogokariyan..”

43. Undangan itu dilengkapi hadits-hadits keutamaan Shalat Shubuh. Hasilnya? Silakan mampir #Jogokariyan merasakan Shubuh sepertiga Jumatan.

44. Sistem keuangan Masjid #Jogokariyan juga berbeda dari yang lain. Jika ada Masjid mengumumkan dengan bangga bahwa saldo infaknya jutaan..

45. ..#Jogokariyan selalu berupaya keras agar di tiap pengumuman, saldo infak harus sama dengan NOL! Infak itu ditunggu pahalanya tuk jadi..

46. ..’amal shalih; bukan tuk disimpan di rekening Bank. Pengumuman infak jutaan akan sangat menyakitkan jika tetangga Masjid.. #Jogokariyan

47. ..ada yang tak bisa ke RS sebab tak punya biaya, atau tak bisa sekolah. Masjid yang menyakiti jama’ah ialah tragedi da’wah. #Jogokariyan

48. Dengan pengumuman saldo infak sama dengan NOL; jama’ah lebih semangat mengamanahkan hartanya. Kalau saldo jutaan, ya maaf. #Jogokariyan

49. Masjid #Jogokariyan pada 2005 juga menginisiasi Gerakan Jama’ah Mandiri. Jumlah biaya setahun dihitung, dibagi 52; ketemu biaya pekanan.

50. Dibagi lagi dengan kapasitas Masjid; ketemu biaya per-tempat shalat. Lalu disosialisasikan. Jama’ah diberitahu bahwa jika.. #Jogokariyan

51. ..dalam sepekan mereka berinfak segitu, maka dia Jama’ah Mandiri. Jika lebih, maka dia Jama’ah Pensubsidi. Jika kurang.. #Jogokariyan

52. ..maka dia Jama’ah Disubsidi. Sosialisasi ditutup kalimat: “Doakan kami tetap mampu melayani ibadah Anda sebaik-baiknya.” #Jogokariyan

53. Gerakan Jama’ah Mandiri sukses menaikkan infak pekanan Masjid #Jogokariyan hingga 400%; ternyata orang malu jika ‘ibadah saja disubsidi.

54. Demikianlah jika peta, data, & pertanggungjawaban keuangannya transparan (Infak Rp. 1000 pun kita tahu ke mana alirannya).. #Jogokariyan

55. ..tanpa dimintapun Jama’ah kan berpartisipasi. Tiap kali renovasi, Masjid #Jogokariyan berupaya tak membebani jama’ah dengan proposal..

56. Takmir hanya pasang spanduk, “Mohon Maaf Ibadah Anda Terganggu, Masjid #Jogokariyan sedang Kami Renovasi.” No rekening tertera di bawah.

57. Satu kisah lagi tuk menunjukkan pentingnya data & dokumentasi. Masjid #Jogokariyan punya foto pembangunannya di th 1967. Gambarnya:..

58. ..seorang bapak sepuh berpeci hitam, berbaju batik, & bersarung sedang mengawasi para tukang mengaduk semen tuk Masjid #Jogokariyan..

59. Di th 2002/2003 Masjid #Jogokariyan direnovasi besar-besaran; foto itu dibawa kepada putra si kakek dalam gambar, seorang Juragan Kayu.

60. Dikatakan padanya, “Ini gambar Ayahanda Bapak ketika membangun Masjid #Jogokariyan, kini Masjid sudah tak mampu lagi menampung jama’ah..

61. ..kami bermaksud merenovasi Masjid; jika berkenan tuk melanjutkan ‘amal jariyah beliau, kami tunggu partisipasinya di #Jogokariyan ^_^”

62. AlhamduliLlh foto th 1967 itu membuat ybs menyumbang Rp. 1 Milyar & mau jadi Ketua Tim Pembangunan Masjid #Jogokariyan, sampai sekarang.

kultwitnya @salimafillah. bekal dakwah di masyarakat kelak *sekarang blm mampu*

copas dari sini

simpanlah sampah…

… kalau belum nemu tempat sampah!

Setiap kali naik kereta (atau angkot), saya paling khawatir kalau orang di dekat saya mulai mengeluarkan makanan/minuman, atau tissu atau barang konsumsi lainnya yang berbungkus. Yang saya khawatirkan adalah, setelah mereka selesai makan atau minum atau menggunakan barang konsumsinya, bungkusnya akan dibuang ke mana? Seperti tadi pagi.. mbak-mbak yang duduk di sebelah kanan saya beli tissu. Terus beberapa saat kemudian saya perhatikan tangannya seperti habis menaruh sesuatu di bawah bangku kereta. Karena nggak yakin dia abis buang sampah sembarangan apa ngga, saya pikir udah entar aja deh kalo dia beneran buang sampah lagi baru saya ingetin. Soalnya dia masih makan dan make tissu (kemungkinan akan buang sampah lagi).

Terus gak lama kemudian ibu2 di sebelah kiri saya ngeluarin permen dari tasnya. Udah dag dig dug aja.. duh, kalo dia buang sampahnya sembarangan, gimana ya ngebilanginnya… Eh untung lah, setelah permen dimakan, dia masukin bungkus permen ke tasnya. Habis itu, rombongan ibu2 dan bocah2 kecil sebrang saya yang ngeluarin permen. Dag dig dug lagi.. Biasanya ibu2 rempong bawa anak gitu kan suka ga peduli buang sampah sembarangan.. Tuh kan bener, potongan kecil setelah nyobek bungkus permen dibiarin gitu aja. Eh tapi ternyata setelah permennya dikasihin ke anak2nya, bungkusnya dia masukin tas! 🙂 Begitu juga anaknya yang buka bungkus permen sendiri, setelah makan permen, bungkusnya dikasihin ke ibunya atau dimasukin sendiri ke tas ibunya.. Dan, si mbak di sebelah kanan saya itu nampaknya udah selesai makan tapi belum juga membuang sampahnya. Bagus lah, mungkin udah ngeliat ibu dan anak2 itu yang masukin sampah ke tas daripada buang sembarangan.

Bener deh.. cupu banget yah sayah.. Setiap kali ada orang buka bungkus permen misalnya, saya langsung dag dig dug.. ini orang bakal buang sampah sembarangan gak ya.. Kalo orang itu masukin bungkus permen ke tas atau ke kantongnya, saya lega banget dan ngerasa punya temen.. alhamdulillah ada yg berprinsip ga mau buang sampah sembarangan. Tapi kalo dia buang sampah sembarangan.. ya tergantung.. kalo lagi berani saya ingetin, kalo lagi no idea kadang saya diemin aja bari jeung ngegerundel dalam hati. Selemah2 iman. Tapi pernah saya gak enak negur ibu2 sepuh yang buang bungkus bihun ke kereta, trus pas saya mau turun di stasiun UI saya ambil sampahnya, ceritanya mau saya buangin di tempat sampah di luar. Ibu2 itu ngeliat, dah yah semoga bikin dia mikir deh.

Ya gitu deh saya masih suka ga enakan, padahal mah apa ruginya ya ngingetin orang yang salah. Emang perlu hati2 gak sih.. biar pesannya bisa sampai tanpa menyinggung perasaan orang yang bersangkutan. Kamu punya pengalaman serupa? Bisa share gak, biar saya bisa belajar? 🙂

#negarawanmuda oleh @udayusuf

Kultwit lengkapnya ada di sini: http://ridwansyahyusufachmad.com/2012/04/02/negara-dan-negarawan-negarawanmuda/

60. mimpi #negarawanmuda adalah mengisi posisi strategis negeri ini dan menjalaninya dgn penuh cinta kpd rakyat. agar mereka sejahtera

61. pertama, siapkan diri agar menjadi pribadi yg bermanfaat. mewakafkan diri untuk rakyat dan berpikir utk kemandirian umat. #negarawanmuda

62. kedua, tentukan mimpi besarmu, kamu ingin menjadi #negarawanmuda dari bidang apa. lihat apa yg menjadi potensi terbaik kamu.

63. ketiga, pilihkan komunitas yg dpt menguatkan kamu menjadi #negarawanmuda. sahabat yg punya idealisme besar membangun Indonesia

64. keempat, jauhi sifat egois, keras kepala, dan merasa penting. hindari juga menjatuhkan apa yg orang lain kerjakan. #negarawanmuda

65. kelima, buang hal-hal negatif, fokus pd tujuan, fokus pada memberikan kebahagiaan utk orang lain. jauhi sikap buruk. #negarawanmuda

66. keenam, niatkan dan siapkan diri menjadi yg terbaik. kamu akan menjadi teladan ekstrim. bukan sekedar pelengkap dunia. #negarawanmuda

67. ketujuh, bangun sikap postif, konsep diri yg matang, luaskan pikiran dan lapangkan jiwa kamu. ujian kehidupan akan berat.#negarawanmuda

68. kedelapan,biasakan berkorban.biasakan bersedekah, biasakan hidup jauh dr mewah.biasakan berbagi harta, waktu dan potensi. #negarawanmuda

69. kesembilan, siapkan diri jadi pemimpin dan yg dipimpin. seorang #negarawanmudabukan bicara jabatan, tetapi ttg gagasan dan kontribusi

70. kesepuluh, pilih pasangan hidup yg mampu menguatkan mimpi kamu. bangun keluarga yg kuat. merekalah penjaga idealismemu #negarawanmuda

71. kesebelas, berlarilah lebih cepat dari rekan sepantaranmu. lari lah sekencang mungkin. going extra miles kawan ! #negarawanmuda

72. keduabelas, siapkan diri meraih keberhasilan, tingkatkan kapasitas dan kepantasan diri akan sbh tanggung jawab. #negarawanmuda

73. ketigabelas, : MIMPI, BISA, LARI, SUKSES ! #negarawanmuda tdk kenal kata gagal. yg ada adalah belajar. melompat lebih tinggi ! :-)

 

Widiih… berat ya sob 🙂 Tapi bagaimanapun kita memang pengisi ‘panggung kehidupan’ di negara ini. Mau itu jadi negarawan, ilmuwan, wirausahawan, penggerak comdev, guru, bahkan sebagai pemimpin di rumah tangga sendiri. Poin pentingnya adalah untuk tidak memikirkan diri sendiri. Bahwa keberadaan kita di dunia ini memang untuk saling melengkapi dan saling memberi manfaat. Saya jadi inget kata2 dosen saya, Bu AM. Dia bilang, di kampus ini banyak orang pinter, tapi gak semuanya sadar/mau menggunakan kepintarannya untuk mengatasi masalah yang ada di masyarakat. Jadi inget juga sebuah tulisan yang bilang bahwa Indonesia gak butuh kampus2nya dikasih peringkat top world class university. Tapi Indonesia butuh kampus2 yg bisa menghasilkan lulusan yang bisa menjawab masalah2 di masyarakat, yang mengabdi dengan ilmunya. Semoga kita yang dikasih kesempatan merasakan bangku kuliah dan dititipi ilmu bisa menjadi orang2 yang bermanfaat dengan ilmu kita ya.. aamiin.