flashback

habis ngubek2 suatu milis, dan jadi terbayang lagi situasi beberapa tahun lalu. waktu itu, saya lagi semangat2nya ngurusin sebuah organisasi. tapi, sayangnya temen2 satu timnya kurang bersemangat 😦 gimana sih, yang awalnya udah berharap2 bahwa ini akan seru, menyenangkan, karena saya emang seneng banget mengerjakan hal2 yg berkaitan dengan organisasi itu. eh tapi lalu dihempaskan oleh kenyataan yang.. ya gitu deh. rasanya mungkin seperti cinta bertepuk sebelah tangan. *ngok* di saat udah semangat untuk diskusi, rapat, merencanakan aksi2, eh malah gak dapet respon yang memadai. sediiih sekali.

hampa, gak kerasa semangatnya. gimana bisa kerasa? orang2nya aja “nggak ada”.

mengutip kata2 seorang kakak:

“Yang kita butuhkan hanya orang yang punya komitmen bagus terhadap dien ini dan tau apa itu arti prioritas. Kata orang Belanda, “Tidak ada waktu, berarti Tidak Ada Prioritas”, “geen tijd betekent geen prioriteit”.”

salah satu hal yang bisa dipelajari dari kejadian ini adalah jangan meninggalkan generasi yang lemah di belakang kita :’|

Advertisements

Tentang Pemimpin

Schat, kau tau kenapa seorang pemimpin yang adil doanya makbul  berkali-kali lipat?”

Aku menggeleng.

“Karena seorang pemimpin memegang baik-buruk nasib orang-orang yang dipimpinnya. Satu kata “Ya” untuk misalnya program segelas susu gratis bagi anak-anak di seluruh pelosok negeri, maka itu bisa berharga seribu tangga-tangga ke langit. Tetapi sebaliknya, satu kata “Ya” untuk katakanlah program SDSB itu, maka itu segera memangkas berjuta pal jaraknya dia dari panasnya api neraka jahaman. Panasnya sudah berasa dekat sekali meski dia belum mati”

(Burlian, Tere Liye)

Wowow.. ada apa tiba2 ngomongin pemimpin? Gak ada apa2 sih.. cuma nemu quote bagus tentang pemimpin dari Wak Yati, itu tuh tokoh di novel Burlian karangan Tere Liye. Masih ada lagi quote bagus yang mau saya share, tapi ntar di postingan berikutnya. Balik lagi ke pemimpin, ada satu lagu bagus dari Snada yang saya suka:

Pemimpin yang adil bijaksana
Impian kita semua
Pembela yang benar perangi yang ingkar
Pemimpin yang adil bijaksana

Pemimpin yang sholeh dan amanah
Dambaan kita semua
Mantap aqidahnya kuat ibadahnya
Pemimpin yang sholeh dan amanah

Hanya satu contoh teladan
Muhammad pemimpin kita
Lebih sayang ummat ketimbang dirinya
Betapa aku merindukannya

Pemimpin yang jujur sederhana
Idola kita semua
Tidak suka harta bebani dirinya
Lebih cinta pada Allah semata

(Pemimpin yang Adil Bijaksana, Snada)

Haa… masih ada gak ya pemimpin kayak gitu di Indonesia sekarang ini. Terutama itu, baris saya saya bold itu, entah kenapa bikin saya merinding.. hihi. Abisnya, kalo baca baris itu, langsung keinget Rasulullah dan para sahabat yang WOW banget, dan memang lebih sayang sama umat yang dipimpinnya ketimbang dirinya sendiri. Inget Rasulullah yang masih nyebut “ummatii..ummatii..” waktu ngerasain sakitnya sakaratul maut. Atau Umar bin Khaththab yang manggul sendiri karung berisi makanan untuk dibagiin ke rakyatnya yang kelaparan. Atau Salman Al Farisi yang semua gajinya disumbangin ke baitul maal, sementara untuk diri sendiri dan keluarganya dia bikin sendiri keranjang yang dijual seharga 3 dirham: 1 dirham untuk keluarganya, 1 dirham untuk fakir miskin, dan 1 dirham untuk beli barang keranjang. Subhanallah..

Dan sekarang.. hmm.. kayaknya susaah ya nemu pemimpin kayak gitu. Sekarang mah yang banyak pemimpin yang banyak diprotes karena gak adil, atau lebih mentingin diri sendiri ketimbang rakyatnya. Kita mungkin banyak protes atau ngedumel terhadap pemimpin kayak gitu. Tapii.. pernah gak sih kita ngedoain mereka supaya bisa jadi pemimpin yang adil dan bijaksana? Saya? Terus terang belom pernah.. hehehehe.. 😛

Keterangan:

Schat (Belanda): sayang
Pal: satuan jarak yang digunakan saat itu, 1 pal = 1.5 km
SDSB: Sumbangan Dana Sosial Berhadiah, program pemerintah saat itu. Sebenarnya merupakan “judi yang dilegalkan”