[MN7-1] Menanamkan Tauhid pada Anak

Menanamkan Tauhid Pada Anak (Ust Arsal Sjah)

Madrasatun Nisa season 7 episode 1

Dari Ibnu Abbas ra, bahwa Nabi bersabda:

“Ajarkan kalimat Laa ilaha illallah kepada anak kalian sebagai kalimat pertama, dan tuntunkanlah mereka (mengucapkan) Laa ilaha illalallah ketika menjelang mati” (HR Hakim)

Ustadz Arsal menyebutkan 3 cara untuk menanamkan tauhid pada anak usia dini: mendiktekan kalimat tauhid dan maknanya, mengajarkan Al Quran, menjaga dan mengawalnya.

1. Mendiktekan kalimat tauhid dan maknanya pada anak

“Di awal waktu ketika anak-anak mulai bisa berbicara, hendaklah mendiktekan kepada mereka kalimat Laa ilaha illallah Muhammad rasulullah, dan hendaklah sesuatu yang pertama kali didengar oleh telinga mereka adalah Laa ilaha illallah (mengenal Allah) dan mentauhidkannya. Juga diajarkan kepada mereka bahwa Allah bersemayan di atas singgasanaNya yang senantiasa melihat dan mendengar perkataan mereka, senantiasa bersama mereka di manapun mereka berada”. (Ibnul Qayyim)

 

Read More »

Advertisements

Mencintai adalah Memberi

Kemarin saya menemukan video ini di salah satu akun tumblr, yang berisi penjelasan seorang rabbi tentang “fish love”.

A: Kenapa kamu makan ikan itu?
B: Karena saya suka ikan
A: Oh, kamu menyukai ikan itu. Karena itu kamu mengeluarkannya dari air, kemudian membunuhnya, dan memasaknya. Jangan katakan padaku kamu mencintai ikan itu. Kamu mencintai dirimu sendiri, dan karena ikan itu terasa enak bagimu, maka kamu mengambilnya dari air dan membunuhnya lalu memasaknya.

Seringkali cinta yang banyak terjadi sekarang adalah “fish love”, di mana orang mencintai pasangannya karena merasa pasangannya bisa memenuhi kebutuhan lahir dan batinnya. Mereka merasa saling mencintai, tapi sebenarnya dalam hubungan itu mereka hanya mencari pemenuhan kebutuhannya sendiri. Pasangannya dijadikan sarana untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam mencintai, yang seharusnya terjadi adalah memberi, bukan apa yang bisa didapatkan.

Read More »

[Ilmfest 2014] Yasir Qadhi: The Husband

  • Mawaddah is tender, caring, nurturing love
  • Hubb can be selfish love
  • Ikatan antar suami istri itu… yang tadinya gak kenal sama sekali, terus dipertemukan oleh Allah, menikah.. tapi suami istri itu bisa lebih dicintai daripada saudara kandung sendiri. Dari mana ikatan yang kuat itu? Allah yang menaruhnya di situ.
  • Two persons can love each other but say/speak different language of love. Which language i use to give to others? which language i want to receive from others?

The 5 language of love:

  1. Verbal. You say something that demonstrates love.
    1. “I love you” must be continuously said. It is sunnah to verbalize love. Woman loves to receive this language, but man is difficult to give it. Rasulullah aja bisa bilang di depan para sahabat bahwa beliau mencintai Aisyah.
    2. Words of appreciation, praising spouse. Bilang ke istri, “ini masakan terenak”, “kamu wanita tercantik”. Meskipun itu kebohongan, tapi itu kebohongan yang diperbolehkan.
  2. Spending quality time together. The husband thinks of quantity, wife thinks of quality (undivided attention). Schedule quality times with the person who deserves more than the husband’s friends (i.e. the wife). Rasulullah setelah pulang dari ekspedisi dengan pasukannya bilang pada mereka agar jalan duluan, supaya beliau bisa bersama dengan Aisyah. When you listen, try to genuinely pay attention.
  3. Giving gifts. Tahaddu, tahabbu. Give gifts, so you can love each other. Untuk istri: kalau dikasih hadiah, hindari respon seperti, “oh ya ampun, beneran buatku? ini kan mahal.. uangnya bisa buat beli yang lain..dst”. Untuk suami yang ngasih hadiah, ignore her reaction. Wanita lebih suka hadiah yang sering meski nilainya kecil, dan gak harus bernilai uang. Best gift coula be a poem. Men wants fancy expensive gift but less in frequency (misal setahun sekali tapi besar).
  4. Help each other. Do the household chores. Take care of each other’s needs. Umumnya, perempuan mengurus urusan rumah tangga, dan laki2 mengurus finansial. Meski suami tidak menunjukkan bahasa cinta dengan membantu urusan RT, tapi dia memberikan penghasilannya untuk keluarga. Itu juga tanda cintanya. Jangan bilang suami gak cinta kalau dia gak mengerjakan pekerjaan RT. Tapi kalau mau mencontoh Rasulullah SAW ya.. beliau juga ikut mengerjakan pekerjaan RT. Ini juga menunjukkan bahwa istri itu bukan pembantunya suami.
  5. Sexuality, intimacy.
    1. Non-sexual touching: hug, kiss, squeeze on shoulders. Not every touch leads to bedroom. Dan suami jangan menyentuh istri kalau butuh doang.
    2. Sexual intimacy: adalah bahasa yang paling sering ingin diterima laki2. Makanya istri gak boleh menolak kalau suami meminta.

In marriage, it’s not about winning the argument. It’s about winning the marriage.

Dan pernikahan harus dijaga, harus diusahakan oleh kedua belah pihak.

yasir qadhi 2
photo source: Qabeelat Ihsan

[Sold Out][Buku] 5 Guru Kecilku

Dari semua emak2 super yang suka sharing tentang parenting, kayaknya saya paling suka Teh Kiki Barkiah 😀 Terutama sih karena beliau tauhidnya kuat banget dan itu yang ditanamkan ke anak2nya. Ruh ini yang selalu ada di tulisan2nya.. Benar2 menjaga fitrah, bukan cuma sekedar anak bisa shalat, bisa ngaji, hafal sekian juz, tapi tauhidnya kosong melompong. Di buku ini banyak hal2 prinsip maupun teknis yang diterapkan Teh Kiki di keluarganya. Dan ituh semuaa…keren2!

—————————-

Buku ini bukanlah buku teori parenting, buku ini adalah buku bagaimana teori parenting dapat diaplikasikan dengan penuh kesabaran dan keyakinan. Buku ini mengangkat kisah-kisah seputar pengasuhan anak yang mungkin sangat umum terjadi dalam keluarga. Namun atas petunjuk Allah SWT penulis mampu menyibak rahasia dan mengumpulkan hikmah yang berserak dari setiap permasalahan yang dihadapi dalam pengasuhan anak sehingga menjadi pelajaran berharga bagi para orang tua.

Buku ini tidak hanya memberikan teladan dalam mengatasi berbagai konflik yang spesifik seputar pengasuhan anak, namun juga memberikan hikmah yang dapat menjadi ruh dalam menyelesaikan permasalahan kehidupan lainnya. Meskipun permasalahan yang diangkat adalah seputar pengasuhan anak usia dini dan remaja, namun hikmah yang tergali dapat menjadi pelajaran berharga bagi orang tua dengan segala usia.

5gk

Judul Buku: 5 Guru Kecilku
Penulis: Kiki Barkiah
Penerbit: Mastakka Publishing
Spesifikasi: +- 241 halaman
Harga: Rp 75.000 (belum termasuk ongkir)

Dengan membeli buku ini, kamu sudah ikut berdonasi untuk RPPI lho! Lihat info tentang RPPI (Rumah Peradaban Pelajar Indonesia) di sini: www.rumahpelajar.com. Kalau mau berdonasi lebih? Boleh banget! 🙂

CP: Hening 0895-0455-9629 (whatsapp) atau email: heninggar at gmail dot com

[Film] Salah Sedekah

Film Salah Sedekah adalah Film yang menceritakan tentang pemuda yang sudah 6 bulan terus bersedekah namun belum doanya belum juga dijawab oleh Allah SWT.

Film ini didukung oleh PPPA Daarul Qur’an dan DAQU Movie

Barusan nonton film ini. Huaaaa baguuuus! Film-nya Want Production emang bagus2 sih. Tapi yang ini dapet banget feel-nya. Mulai pas kakaknya marah2 di meja makan, terus adiknya yang kecil nangis. Gw jadi ikut sedih 😦 *hahaha baper banget deh gw* Terus kata2 bapak penyapu jalan itu ya nyess banget, “Kayak anak saya yang ngambek kalau gak dikasih upah/hadiah setelah dia bantuin saya dan istri di rumah. Padahal kan kami lagi nabung buat beliin dia sepeda. Kata orang sekarang mah, surprise. Mungkin Allah juga pengen ngasih surprise ke mas” *kata2 gak sama persis* Sampai akhirnya dia ketemu temen bapaknya di rumah sakit. Jreeeng, terungkap deh surprise-nya.

Film ini pendek, sederhana, tapi seperti miniatur hidup kita. Menggambarkan bagaimana hidup kita, bagaimana sikap kita ke Allah, dan bagaimana sebenarnya Allah selalu menolong kita. Masya Allah. Thumbs up for Want Production. Semoga istiqomah menelurkan karya2 berkualitas! Barakallahu fiikum 🙂

whatever stage in life
“Whatever stage you are in life, make a conscious decision that at that stage you will grow closer to Allah” -Dr. Farhan Abdul Azeez @ Young Muslim’s Youth Conference 2015