Bersama Geng Bocah di RPPI

Hari Sabtu atau Minggu biasanya saya nongkrong bersama geng bocah ini di RPPI (Rumah Peradaban Pelajar Indonesia) untuk bermain dan belajar. Contohnya, belajar tentang Ukhuwah Islamiyah. Awalnya kan saya mau ngasih tau tema hari itu tapi lewat tebak huruf/kata macem hangman gitu. Tapi hangman-nya diganti sama Dora yang terjebak di pinggir sungai yang ada buayanya (saya gambar di papan tulis). Kalau salah nebak huruf, Dora-nya maju selangkah. Ada 7 langkah sampai akhirnya Dora kecebur sungai dan dimakan buaya :O Eh merekanya baper pisan.. kasian sama Dora sampai takut2 mau nebak.. “Kasian Doranya kalau salah nanti dimakan buaya” XD Tapi akhirnya berhasil! Berhasil! Hore!

Selanjutnya main tebak gambar tentang hal2 apa aja yang bisa menguatkan ukhuwah Islamiyah, seperti memberi salam, berkunjung, mendoakan, memberi hadiah, dll. Mereka sendiri yang menggambar lalu ditebak oleh teman2 lainnya. Tebakannya benar semua! Saya tulis di papan tulis lalu mereka mencatat di bukunya masing2 *rajin ya*

Lalu di lain hari ada materi tentang Syukur Nikmat. Masing2 menyebutkan apa aja pemberian Allah yang dirasakan saat itu. Saya kasih “koin emas” alias biskuit egg drop XD untuk masing2 yang sudah menyebutkan nikmat Allah. Hayoo pabanyak2 koin emasnya! Ibaratnya semakin kita bersyukur, semakin nambah lagi nikmatnya 🙂

Yak, kami belajar dan bermain bersama. Kesannya sayalah yang mengajar mereka, tapi kenyataannya saya banyak belajar dari mereka 🙂

Itulah salah satu kegiatan di RPPI. Satu dari sekian banyak kegiatan untuk menjaga fitrah dan menumbuhkembangkan kebaikan dalam diri pelajar. Sedikit upaya untuk turut menjaga pelajar2 Indonesia dari arus pergaulan yang membahayakan, mengajak mereka mengisi masa mudanya dengan kegiatan positif dan bermanfaat.

Ikut dukung kegiatan2 ini yuk, dengan berpartisipasi dalam wakaf RPPI! Infonya bisa dilihat di sini: Rumah Pelajar 🙂

tempat favorit di RPPI: akuarium :D

tempat favorit di RPPI: akuarium 😀

 


 

PROGRAM WAKAF RPPI

📩Proposal dalam pdf:
Bit.ly/rumahpelajarpdf

🎥Sekilas profil RPPI:
Bit.ly/rumahpelajarvideo

🔅Web: www.rumahpelajar.com

📑Rekening An. Syahrizal Rakhman
BCA 0953-27-9662
Bank Mandiri 133-00-1283885-0
BRI Syariah 1025-03-2086

🏡Sekretariat RPPI
Jalan Polisi 1 No.3 Kelurahan Paledang
Kec. Bogor Tengah Kota Bogor 16122

Guided Through The Quran

“Bil Qur’an, Ihtadayt”, kata Fahad Kandari mengawali videonya, kemudian mengalunlah nasyid pembuka serial ini.  *saya suka nasyid2nya sampe saya download mp3nya! <3*

Guided Through The Quran adalah video dokumenter yang dibawakan oleh Fahad Al Kandari, seorang hafizh Quran, imam masjid di Kuwait. Beliau berkeliling negara-negara di Eropa untuk merekam cerita para mualaf (orang yang baru masuk Islam), yang kebanyakan mendapat hidayah Islam melalui Al Quran. Tahun sebelumnya, beliau membuat serial bertemakan Quran juga yang judulnya Musafirul ma’a Al Quran atau Traveler with The Quran, yang merekam cerita para penghafal Quran di Arab, Senegal, Mesir, China, bahkan Indonesia, dll.

Saya baru menonton beberapa episode Guided Through The Quran. Salah satu yang paling saya suka itu ceritanya Lauren Booth. Keren deh pas dia ke rumah orang Palestina, dan pas dia bilang ke anak2nya bahwa dia mau masuk Islam 😉 Tahun ini, Fahad Al Kandari dan tim akan meluncurkan Guided Through The Quran season 2, yang menampilkan mualaf di Jepang, dan juga masih Eropa (salah satunya ada Arnoud van Doorn yang dulu ikutan membuat film Fitna itu lho). Ini dia trailernya…

Nah berikutnya saya mau mengutip sedikit kata2 dari orang yang diceritakan di sebuah edisi Guided Through The Quran, namanya Muhammad Ibrahim Rayes dari London. Sekarang dia berusia 21 tahun, dan dia masuk Islam pada usia 17 tahun. Baru 5 tahunan masuk Islam, tapi kata2nya.. beuuh… daleeem banget masya Allah. Kayak mencerminkan keimanan yang kokoh. Yak, selamat menikmati 🙂

“(before Islam) I was disrespect to my parents. My parents would tell to me to do something and I’ll be like, “why?”. And i always arguing, arguing. I was very lost. I’ll treat my parents very badly, my family very badly. Especially my family, just a lot of rudeness.”

“…But when i look into islam, this religion isn’t a religion, it’s a way of life that it goes from telling you how the universe is created, to how to use your toilet. it tells you everything.”

“At first, if i told my parents i was muslim, i knew that, okay, they’re gonna maybe lock me in the room or something. So before telling anyone i’m muslim, i should at least learn how to pray by myself, how to perform my fardh (obligatory) action. So if i was on an island, i would be able to practice islam by myself comfortably.”

“Where is your happiness? Where do you find happiness? Think hard, think about why you walk on this earth, think about how the universe can exist in harmony and you believe that it has no creator or no sustainer. Ask yourself these questions. I’m not telling you to become muslim. I’m saying, ask the questions that you need to ask in life. What’s your purpose in life? Why are you here? Did we just come about from out of nothing and then a big bang? It this what created us? Is this how we have eyes that not even cambridge, or doctor, or scientist can even get close to. Ask yourself these questions. And then insya Allah then you can find happiness that i’ve found.”

Muhammad Ibrahim’s friends: “If i had a wish to give to Muhammad, i’d ask Allah to give him Firdaus al a’la. Because if it wasn’t for him, wallahi, i wouldn’t be where i am today. It was because of him that i became a practicing (muslim) alhamdulillah. He helped me as well. Cause i was born muslim alhamdulillah, and he wasn’t. he came to islam and then it hold both of us. He really helped me alhamdulillah” (crying)

“My dream is to learn how i can please my Lord”


“(sebelum Islam), Saya sangat tidak hormat pada orangtua saya. Orang tua saya akan menyuruh saya melakukan sesuatu, dan saya akan berkata, “kenapa??”. Dan saya selalu mendebat, mendebat. Saya sangat tersesat. Saya memperlakukan orang tua saya dengan sangat buruk, begitu juga terhadap keluarga saya. Terutama pada keluarga, saya sangat kasar”.


“Tapi setelah saya melihat Islam, agama ini bukan sekedar agama. Ia adalah jalan hidup yang memberitahumu bagaimana alam semesta diciptakan, sampai bagaimana cara memakai toilet. Ia memberitahumu segala hal”.

“Awalnya, jika saya memberitahu orangtua bahwa saya telah menjadi muslim, saya tahu bahwa, oke, mereka mungkin akan mengurung saya dalam ruangan atau seperti itu lah. Jadi sebelum memberitahu orang lain bahwa saya telah menjadi muslim, setidaknya saya harus belajar bagaimana caranya shalat, bagaimana cara melakukan kewajiban fardhu (wajib) saya. Jadi meskipun jika saya berada di sebuah pulau, saya tetap bisa mempraktekkan islam dengan nyaman.”

“Di mana kah letak kebahagiaanmu? Di mana kau temukan bahagiamu? berpikir keraslah, pikirkan kenapa kau berjalan di muka bumi ini, pikirkan tentang bagaimana alam semesta bisa berjalan dalam harmoni dan kau percaya tidak ada penciptanya atau pemeliharanya. Tanyakan pada dirimu sendiri pertanyaan2 ini. Saya tidak menyuruhmu menjadi muslim. saya berkata, tanyakanlah pertanyaan2 yang perlu kau tanyakan dalam hidup. Apa tujuanmu dalam hidup? mengapa kau ada di sini? Apakah kita muncul begitu saja dari ketiadaan dan kemudian ada big bang? Apakah itu yang menciptakan kita? Inikah bagaimana kita bisa mendapatkan mata, yang bahkan Cambridge, atau doktor, atau ilmuwan tidak bisa bahkan untuk mendekati (penciptaan)nya? Tanyakan padamu pertanyaan2 ini. Dan kemudian insya Allah kau akan menemukan kebahagiaan yang telah aku temukan.

Temannya Muhammad Ibrahim: “Jika saya punya permohonan yang bisa saya berikan pada Muhammad, saya akan meminta Allah untuk memberinya Firdaus al a’la. Karena jika bukan karena dia, demi Allah, aku tidak akan seperti ini saat ini. Karena dialah aku bisa menjadi muslim yang menjalankan kewajiban2nya alhamdulillah. Dia juga membantuku. karena saya terlahir muslim alhamdulillah, dan dia tidak. Dia masuk Islam dan kemudian ia menyelamatkan kami berdua. Dia benar2 membantuku alhamdulillah” (menangis)

“Impianku adalah belajar bagaimana aku bisa menyenangkan Tuhanku”

Giveaway NAK Indonesia #1: Metamorfosa

poster Giveaway NAK Indonesia

Daftar Peserta Metamorfosa

Bagas Triyatmojo_Kemana Cinta akan Membawa Kita
wintarsitowati_Ya Allah Terima Kasih atas Segala Kasih Sayang-Mu
arimdayu_Titik Balik: Worst and Better
Rega Virgiyana Agustin_Lapis Berkah untuk Metomorfosa
Faatih_Dialog Gelap Terang
shirayuki_Dari Kegelapan Menuju Cahaya
Ayyu_HA
Vivin Ardiani_Labirin Ujian
Salsabila Assyifa Ran_Koboy Pensiun Dini
10 Safa Sahmura Azzahra_Setelah Dia Sadar Bahwa Itu Adalah Sebuah Karma
11 Fulanah_Light in The Tunnel at The End
12 aisyah_Metamorfosa
13 ESE_Jangan Harap Saya Sempurna
14 F.B.Monika_Perjalanan Panjang Menjemput Hidayah (Kisah Nyata Seorang Muallaf Yang Berjuang Mencari Islam)
15 Shofuro H._Yuk Mendekat Pada Allah Lewat FirmanNya 🙂
16 Hadid.R_Polos Mondok
17 Makrifat S. Haq_Berubah Berarti Bergerak
18 Haifa Nuna_Betamorfosa
19 Elyn Najwa F_Untukmu Ayah, aku kembali
20 aisye fatima_Perjalanan Jilbabku
21 Alifah Syamsiyah_Metamorofosa dari Sebuah Perjalanan di Bumi Andalusia
22 Maeyda Prastya_Hadiah dari Allah
23 melody beshara_Keterasingan Diri
24 raisyarha_Left Out
25 MARY KAOUCHGARNA_Metamorphosaku
26 Siti Rahmah_Mengejar Lautan Hidayah
27 Jahar_Move On di Jalan Dakwah
28 REZZZ_Settle my move
29 Cahaya_Takdiran Tuhan Laa Tahzan Innallaha Ma’ana
30 nengkar_Kala Aku Ngga Gaya Lagi
31 abidahs_Berbenah
32 Dinda.R_Hai,Kamu
33 rn ag_Hijrah Tiada Henti
34 Aidan Ibrahim_Al-Quran Sahabat Sejati

Proses penilaian dilakukan oleh juri di NAK Indonesia dan akan dipilih 2 orang pemenang. Selain itu ada pemenang favorit dengan jumlah LIKES dan SHARE/REBLOG terbanyak.

Teman-teman bisa memberi like pada tulisan di facebook dan tumblr. Ingat, likes dan share di facebook hanya dihitung dari foto/tulisan asli di album Metamorfosa. Jadi pastikan like/share dari situ ya!

Link album tulisan di facebook: http://goo.gl/Ja09Am

Link kumpulan tulisan di tumblr: http://nakindonesia.tumblr.com/metamorfosa

Jumlah likes dan share/reblog dihitung sampai Sabtu 7 Maret jam 21.00.

 


PENGUMUMAN PEMENANG

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah.. akhirnya yang ditunggu tiba: saatnya pengumuman pemenang Metamorfosa! 🙂

Jazakumullah khairan kami ucapkan kepada saudara saudari kami yang telah berpartisipasi sebagai peserta, pembaca, pendukung, penggembira, pemberi saran, apapun, yang telah turut menyukseskan event Giveaway pertama dari NAK Indonesia.

Semua cerita dari para peserta begitu luar biasa.. membuat terharu, mendapat ilmu baru, menambah semangat, dan menginspirasi. Ingin rasanya menjadikan semuanya pemenang, karena memang semuanya layak jadi pemenang! Namun kami tetap harus menentukan pemenangnya, yang terdiri dari pemenang 1, 2, 3, dan favorit. Ya, kabar gembira! Pemenang yang awalnya hanya 2 + favorit kami tambah menjadi 3 + favorit 😀

Baiklah, langsung saja kami umumkan, inilah para pemenang Metamorfosa:
1. F.B.Monika (Perjalanan Panjang Menjemput Hidayah)
2. Elyn Najwa F (Untukmu Ayah, Aku Kembali)
3. abidahs (Berbenah)

Pemenang Favorit:
aisye fatima (Perjalanan Jilbabku)

Selamat untuk pemenang dan seluruh peserta Metamorfosa. Semoga Allah menerima amal kita dan memberikan berkah agar kebaikan kecil ini terus membesar, bertambah-tambah di luar dugaan kita 🙂

Teruslah menulis, teruslah berkarya, teruslah menebar kebaikan dan inspirasi.

Baarakallahu fiikum.

NAK Indonesia

Buletin Akselerasi

Beberapa hari yang lalu, saya ngobrol2 sama Ummy tentang Buletin Akselerasi. Jadi inget dulu waktu masih di MITI-M dan bikin itu buletin. Buletin Akselerasi itu buletinnya MITI-Mahasiswa mulai tahun 2011, yang dibuat oleh tim Sekjend-nya. Saat itu Pak Bos Sekjend-nya adalah Syaefudin dan pemred redaksinya Putri Rizki Arlita (Kiki). Menyenangkan bekerja dengan mereka berdua dan tim Sekjend lainnya. Syef bos yang baik dan oke, dan belakangan ini akhirnya terungkaplah bahwa dia berjodoh sama adik kelas saya di SMA, Uswah..hihi senang deh, dua orang baik 🙂 Kiki adalah pemred media yang sangat oke. Dengan background ilmu komunikasi dan pengalaman jadi (kalo ga salah) wapemred Suma UI, Kiki sangat mumpuni ngurusin media, mulai dari nentuin konten, ngarahin tim, sampai ngedit tulisan.

Buletin Akselerasi isinya macem2, mulai dari tulisan2 seputar keilmuan, riset, lembaga keilmuan, kabar kampus mitra MITI-M, liputan, dan lain2. Masih ada nih empat edisi yang sempat diupload ke sini.. silakan kalo mau baca2. Semoga MITI klaster Mahasiswa bisa nerbitin buletin lagi ya.. Semangat Ummy dan timnya 🙂