Dahulukan Quran, Dahulukan Allah

Kemarin saya menghadiri multaqo (pertemuan) santri tahsin tahfizh Gemma Bogor di Masjid As Salam Bantarjati. Ada taujih dari ustadz Arham bin Ahmad Yasin al hafizh yang luar biasa masya Allah ngena banget plak plak plak! Tapi senang dapat nasehat2 yang berharga banget. Nah ini dia saya share untuk pembaca sekalian yang budiman 🙂

  • Tingkat kesohiban dengan quran bermacam2.. ada yg sekedar tau, ada yg akrab bener
  • Bacaan quran kita harusnya sempurna/benar dan ringan tanpa susah payah (tanpa takalluf/berlebihan), jadi membaca dengan benar itu udah refleks/otomatis
  • Kenapa harus udah refleks? Karena kita masih punya kewajiban lain terhadap quran. Jadi jangan sampai tilawah masih mikirin bacaan bener/ga terus. Bacaan harus udah refleks bagus, sehingga kita bisa tadabbur sambil baca
  • Caranya gimana: berlatih terus dengan mulut kita
  • Tidak berlebihan (takalluf) itu ada 2:
    • Takalluf mahmud (terpuji): dalam belajar itu wajar kalau bersusah payah
    • Takalluf madzmum (tercela): kesulitan terus, ga ada perbaikan
  • Jangan berpuas diri, karena masih ada sangat banyak peluang berinteraksi dengan quran
  • Hati2 ghurur (tertipu), bahkan seorang qari bisa tertipu ketika dia baca quran, yg dia nikmati adalah suaranya, bukan qurannya
  • Maka hendaknya seseorang mengecek hatinya, apakah dia menikmati quran karena maknanya, apa karena suara/naghamnya
  • Fokus yg dikehendaki dalam tilawah adalah tadabbur (di samping bacaan yg benar). Memperbaiki bacaan juga muaranya tadabbur
  • Tadabbur juga perlu belajar lagi ilmu alatnya
  • Tidak perlu dibandingkan bagusan mana bacaan bagus dengan paham artinya.. Harusnya untuk kita targetnya adalah keduanya
  • Atau pertanyaan lain yg umum pas bulan ramadhan: mending ngejar target khatam tapi bacaan buru2, apa baca dikit tapi sambil memahami maknanya -> pertanyaan ini muncul krn blm mau memberikan waktu lebih utk quran T_T
  • Kalau jawabannya, kita targetkan keduanya (baca banyak & tadabbur).. muncul pertanyaan lagi: tapi nanti lama waktunya? Jawab: Ya iyalah, itu konsekuensinya
  • Sama dengan pertanyaan, gimana nih menghafal quran tapi hafalan lama jadi lupa? Jawabannya ya..nambah hafalan baru PLUS ngulang hafalan lama
  • Allah memerintahkan kita meminta surga firdaus (yg paling tinggi). Begitu juga dalam interaksi dengan quran, targetnya harus tinggi. Harus punya ‘uluwwul himmah (obsesi yg tinggi). Konsekuensinya apaa? Mujahadahnya jg hrs lebih. Berusaha lebih. Tidak ada mujahadah tanpa pengorbanan
  • Interaksi yg lain dengan quran: mengamalkan, menghafalkan
  • Kalau mau menghafal tapi bacaan belum baik gimana? Ya perbaiki bacaan lalu menghafal
  • Masalahnya adalah kita ga mau memberi waktu lebih untuk quran. Jadi masih pakai waktu sisa. Padahal kalau kita memberikan waktu untuk quran, Allah akan memberikan lebih untuk kita
  • Kalau kita menjadikan kegundahan/kegalauan kita dlm akhirat, maka Allah akan mencukupi/menyelesaikan seluruh kegundahannya yg lain
  • Tapi harus yakin untuk memberikan waktu untuk quran
  • Begitu juga kalau untuk pengajian, mau berangkat tapi ada halangan2 misalnya mertua datang, anak sakit, dll.. Kalau kita yakin dan mau memprioritaskan pengajian, maka halangan2 itu Allah yg akan bereskan
  • Jagan bangga kalau kita sibuk dengan pekerjaan dunia sampai lupa akhirat
  • Begitu juga dalam menuntut ilmu, kalau seharian belajar mulu ga ada quran. Yang satu belajar mulu, tapi pas ujian, yang dipelajari ga ada yg keluar. Yang satu prioritasin quran, sambil tetap belajar juga, eh pas ujian yang dipelajari keluar. Itu berkah
  • Ilustrasi dalam berdagang.. Ada pemilik toko A dan toko B. Yang A buka toko terus karena takut kehilangan pelanggan, waktu shalat pun tetap buka..tapi seharian ga ada yg beli. Yang B tetap belajar quran, ngaji, pas waktu shalat tutup. Pas toko buka, yang beli 50 org. Itu berkah.

Pagi ini saya mencoba mendahulukan quran.. mengulang hafalan 1 surat dan menghafal 1 ayat, kemarin malamnya jg saya cicil tilawah setengah juz. Terus pas berangkat ngantor rasanya kelebihan energi banget, sampe lari2 pas naik turun jembatan penyebrangan..hehe. Tapi enak deh rasanyaa.. mood positif banget 😀

Kalau kamu gimana? coba juga yuk 🙂

Advertisements

One thought on “Dahulukan Quran, Dahulukan Allah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s