Laa tusyrik billah!

Salah satu nasehat Luqman pada anaknya adalah agar tidak menyetukukan Allah. Laa tusyrik billah!

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (QS Luqman: 13)

Menurut Ibnu Taimiyah, ada 5 bentuk penghambaan kita pada Allah:

  1. MenyembahNya (worship/pray)
  2. MematuhiNya (obey)
  3. MempercayaiNya (trust)
  4. MencintaiNya (love)
  5. Ketentuan dalam hubungan antara kita dan Allah ditentukan olehNya, bukan kita

Kita bisa saja melakukan kesyirikan pada Allah dalam 5 hal di atas.. Tapi saya paling ingat yang penjelasan no 4 dan 5.

Salah satu yang paling jleb yang saya ingat:
“kamu bisa aja sedang berada di depan ka’bah, sedang bersujud pada Allah, tapi terhitung melakukan kesyirikan, karena hati kamu tidak ada di situ, pikiranmu melayang ke tempat lain. Ini syirik dalam kecintaan”. *jleb

Karena tanda kita cinta adalah kita sering memikirkannya, kita ingin berada di sana/di dekat yang kita cintai.. Kesyirikan dalam kecintaan adalah ketika cinta kita pada sesuatu yang lain, membuat kita melakukan sesuatu yang dibenci Allah. Ketika cinta pada keluarga/teman/dll itu tidak didasari pada kecintaan pada Allah.

Yang keren adalah.. ketika kita bisa mengendalikan cinta itu.. Ketika kita bisa tidak berlebihan dalam mencintai dunia.. Ketika cinta kita berlabuh pada hal2 yang lebih besar di ujung sana (di akhirat), maka Allah akan membuka dunia ini untuk kita. Mengalirkan rezeki dari arah yang tidak disangka2.

Kemudian tentang yang poin ke-5.. hubungan kita dengan Allah bukanlah sesuka kita, melainkan Allah yang menentukan. Perumpamaannya begini.. kita baru diterima bekerja di sebuah tempat, kemudian si bos ngasih kita daftar pekerjaan yang harus dilakukan sehari2. Di daftar itu tertulis saya harus melakukan A, B, C, D, E. Di akhir hari, si bos nanya:
– Gimana pekerjaan kamu?
+ Oh..saya senang..saya sudah mengerjakan F, G, H, I, J dengan sangat baik.
– Loh loh.. kan disuruhnya ngerjain A-E? Kenapa ngerjain F-J?
+ Iya sih..tapi saya lebih suka mengerjakan F-J.

Kalau begitu terus kan tinggal tunggu waktu dipecat tuh si pegawainya.

Nah begitu juga sebenarnya hubungan kita dengan Allah.. bukan kita yang menentukan, misalnya:
– Ah saya mah shalat cukup sehari sekali
– Menurut saya, beriman itu cukup dalam hati, yang penting percaya
– Bagi saya, jadi muslim itu yang penting baik sama orang lain dan ga ngerugiin
– Saya akan lebih bersyukur dan menghayati kalau melakukan perjalanan ke Hawaii, bukan ke Mekah
– dan seterusnya

Penghambaan kita pada Allah sudah ditentukan olehNya, dan posisi kita adalah hamba, jadi dalam posisi menerima, bukan bernegosiasi dengan perintah Allah.

~catatan dari Quran for Young Adults Bayyinah TV, day 3 session 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s