Tadabbur Quran #10: Watukabbirullaha

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS Al Baqarah: 185)

Satu-satunya ayat dalam Quran yang menyebutkan bulan Ramadhan, menjelaskan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Quran. Setelah itu diberi penjelasan tambahan, bahwa Al Quran adalah “petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)”. Padahal ayat ini turun di Madinah setelah hijrah. Artinya umat Islam sudah sangat akrab lah dengan Quran. Jadi Al Quran bukan barang baru bagi mereka saat itu. Namun Allah seperti me-refresh kembali tentang Al Quran.. Seperti menyiratkan bahwa bulan Ramadhan adalah bulannya Al Quran, saatnya reconnect sama Quran.. Baca Quran dari awal sampai akhit, kayak kita belum pernah tau Quran sebelumnya. Perbaiki hubungan kita dengan Quran, mendekatlah pada Allah melalui interaksi kita dengan Quran.

Di ayat yang sama, Allah memerintahkan “watukabbirullaha”, hendaklah kamu mengagungkan Allah. Mengutip dari nakindonesia:

Perhatikan prioritas kita di Ramadhan ini. Apapun yang kita lakukan, prioritasnya adalah mengagungkan Allah. Jangan sampai kita bersosialisasi, ifthar bersama di sana sini, tapi ujung-ujungnya lupa sama Allah, lalai menjalankan shalat.

Mengagungkan Allah bukan sekedar mengucapkan “Allahu akbar” di lisan. Tapi benar2 mengagungkan Allah sejak dalam pikiran 😉 Mengagungkan Allah sejak di hati.. menjadikan Allah yang nomor satu di hati. Merasakan Allah lebih besar dari pekerjaan dan kesibukan kita, merasakan Allah lebih besar dari semua masalah2 kita..

~Huhuhuhuhuhu susah ya T_T

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s