Tadabbur Quran #6: Taubat dan Istighfar

Catatan kajian ba’da Dzuhur di Fasilkom UI oleh ustadz Andi Wibisana.

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mu’min yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS At Tahrim: 8)

Bertaubatlah karena Allah, murni karena Allah. Bertaubat karena memang pilihan sadar untuk bertaubat, bukan karena ada keterbatasan sehingga gak mampu lagi bermaksiat. Misalnya, seorang pencopet jangan taubat karena kaki tangan udah lumpuh sehingga gak bisa nyopet lagi. Taubat yang benar itu ketika masih ada kemampuan, tapi memang milih untuk berhenti maksiat dan bertaubat.

Taubat kata dasarnya adalah taaba. Sinonimnya ruju’ (kembali). Kembali kepada keridhoan Allah, setelah selama ini menjauh dariNya. Taubatan nashuha. Nashuha berasal dari nashiha-anshoha, tapi nashuha itu adalah bentuk superlatif dari nashiha.

Dengan bertaubat yang sungguh2, mudah2an Allah memasukkanmu ke dalam jannaat, artinya surga2 (jamak) yang mengalir di bawahnya sungai2.

Saya lupa ustadznya bahas bagian selanjutnya gimana. Tapi saya inget bagian cahaya memancar itu pernah dijelasin sama ustadz Nouman di QS Al Hadid: 12. Cahaya yang memancar di depan itu adalah dari keimanan yang ada dalam hati orang beriman, dan yang dari sebelah kanan itu adalah dari amal2nya. Jadi gak cukup iman di hati aja, tapi juga perlu di amalkan. Dan itulah nanti yang akan jadi cahaya di hari pembalasan yang gelaaaaap abis kagak ada cahaya apa2. Sampai di QS Al Hadid itu, orang munafik pengen minta cahayanya orang beriman (tapi gak bisa).

Balik lagi ke taubat dan istighfar, fyuuuh.. ini mah musti masuk agenda harian kali ya. Rasul yang udah dijamin masuk surga aja istighfar 100x sehari. Anyway, mungkin taubat dan istighfar bukan hanya untuk dosa2 yang terlihat besar, seperti mencuri, membunuh, dst. Tapi kadang ada dosa spiritual yang terlihat kecil tapi berbahaya, misalnya mungkin, meragukan pertolongan Allah. Atau mungkin istighfar bukan karena dosa yang dilakukan, tapi karena kebaikan yang belum mampu dilakukan. Apapun, semoga membuat makin dekat dengan Allah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s