Tadabbur Quran #2: Belajar dari Kisah Bani Israil

*Huaaa… telat posting hari kedua! Huhu.. gapapa deh ya 😀 😀

Kisah Bani Israil adalah kisah yang banyak disebutkan berulang-ulang dalam Al Quran. Apalagi di QS Al Baqarah, kayaknya hampir satu juz isinya tentang Bani Israil (apa lebih ya?). Kalau baca awal-awal Al Baqarah mulai ayat 40, itu isinya tentang Bani Israil kan ya.. Ngeri juga bacanya, karena porsi yang lumayan banyak dalam Quran berisi semacam gugatan/dakwaan/putusan pada suatu kaum yang memang suka membangkang.

Misalnya:

“Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong” (ayat 86)

“Alangkah buruknya (perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan.” (ayat 90)

Panjang sih ya ceritanya, dan harusnya dipelajari dengan runut per ayatnya. Kisah ini ada bukan hanya sebagai pajangan atau buat menuh2in Quran kan, tapi pasti ada pelajaran yang bisa diambil supaya kita gak melakukan kesalahan yang sama dengan mereka. Baru tau ternyata ustadz Omar Suleiman punya ceramah full tentang kisah ini, yeeaay.. Lost: The Chronicles of Bani Israil. Mungkin bisa ditonton kapan2 😀

Karena belum bisa mempelajari keseluruhan ayatnya, setidaknya belajar ayat yang mengawali kisah Bani Israil aja deh, Al Baqarah ayat 40. Pas banget di nakindonesia ada postingan tentang ayat itu..hehe.

“Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk).”

Meskipun ayat ini bicara pada Bani Israil, tapi kita juga harus memperhatikannya. Kata Abu Dzar as, “Memang itu diturunkan untuk mereka. Tapi itu adalah peringatan dan pelajaran bagi kita”.

Dikutip dari nakindonesia:

Kalian tahu, meskipun mereka membaca tentang Bani Israil. Mereka tidak memikirkan tentang Bani Israil, mereka berpikir tentang diri mereka sendiri. Dan ini akan menjadi teramat sangat jelas di surah ini, sangat-sangat jelas. Karena ketika kita membaca tentang mereka, kita seolah-olah diberitahu, “Lihatlah, ada sebuah bangsa, yang telah diberi petunjuk, yang diberikan al-kitab, dan Rasul yang diturunkan untuk mereka adalah yang paling dekat dengan Nabi Muhammad saw. dalam banyak hal, Musa a.s.”

Kalian tahu, Musa a.s. diberi perintah dengan banyak hal, yang juga diperintahkan kepada Nabi Muhammad saw. Dan ada alasan kenapa dia (Musa a.s) adalah Rasul yang paling banyak disebutkan di dalam Al Quran. Karena apa yang terjadi padanya, akan membantu kita menjalani hidup. Dan menjalani hidup sebagai umat yang lebih baik.

Kita harus benar-benar sangat hati-hati dalam menganalisis semua kesalahan Bani Israil. Kenapa? Agar kita tidak mengulangi kesalahan mereka. Itulah poin utamanya.

Kemudian Allah mengingatkan tentang janji mereka pada Allah, apakah itu? Kalau disimpulkan dari sini, janji itu adalah janji untuk menaati Rasulullah dan mengikuti ajaran Islam. Lalu apa janji Allah? Yaitu akan diberikan kesuksesan di dunia dan akhirat. Jadi pelajaran bagi kita adalah kalau kita mau sukses dunia akhirat, caranya adalah dengan menaati Allah dan Rasul dengan menjalankan ajaran Islam.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s