Guided Through The Quran

“Bil Qur’an, Ihtadayt”, kata Fahad Kandari mengawali videonya, kemudian mengalunlah nasyid pembuka serial ini.  *saya suka nasyid2nya sampe saya download mp3nya! <3*

Guided Through The Quran adalah video dokumenter yang dibawakan oleh Fahad Al Kandari, seorang hafizh Quran, imam masjid di Kuwait. Beliau berkeliling negara-negara di Eropa untuk merekam cerita para mualaf (orang yang baru masuk Islam), yang kebanyakan mendapat hidayah Islam melalui Al Quran. Tahun sebelumnya, beliau membuat serial bertemakan Quran juga yang judulnya Musafirul ma’a Al Quran atau Traveler with The Quran, yang merekam cerita para penghafal Quran di Arab, Senegal, Mesir, China, bahkan Indonesia, dll.

Saya baru menonton beberapa episode Guided Through The Quran. Salah satu yang paling saya suka itu ceritanya Lauren Booth. Keren deh pas dia ke rumah orang Palestina, dan pas dia bilang ke anak2nya bahwa dia mau masuk Islam 😉 Tahun ini, Fahad Al Kandari dan tim akan meluncurkan Guided Through The Quran season 2, yang menampilkan mualaf di Jepang, dan juga masih Eropa (salah satunya ada Arnoud van Doorn yang dulu ikutan membuat film Fitna itu lho). Ini dia trailernya…

Nah berikutnya saya mau mengutip sedikit kata2 dari orang yang diceritakan di sebuah edisi Guided Through The Quran, namanya Muhammad Ibrahim Rayes dari London. Sekarang dia berusia 21 tahun, dan dia masuk Islam pada usia 17 tahun. Baru 5 tahunan masuk Islam, tapi kata2nya.. beuuh… daleeem banget masya Allah. Kayak mencerminkan keimanan yang kokoh. Yak, selamat menikmati 🙂

“(before Islam) I was disrespect to my parents. My parents would tell to me to do something and I’ll be like, “why?”. And i always arguing, arguing. I was very lost. I’ll treat my parents very badly, my family very badly. Especially my family, just a lot of rudeness.”

“…But when i look into islam, this religion isn’t a religion, it’s a way of life that it goes from telling you how the universe is created, to how to use your toilet. it tells you everything.”

“At first, if i told my parents i was muslim, i knew that, okay, they’re gonna maybe lock me in the room or something. So before telling anyone i’m muslim, i should at least learn how to pray by myself, how to perform my fardh (obligatory) action. So if i was on an island, i would be able to practice islam by myself comfortably.”

“Where is your happiness? Where do you find happiness? Think hard, think about why you walk on this earth, think about how the universe can exist in harmony and you believe that it has no creator or no sustainer. Ask yourself these questions. I’m not telling you to become muslim. I’m saying, ask the questions that you need to ask in life. What’s your purpose in life? Why are you here? Did we just come about from out of nothing and then a big bang? It this what created us? Is this how we have eyes that not even cambridge, or doctor, or scientist can even get close to. Ask yourself these questions. And then insya Allah then you can find happiness that i’ve found.”

Muhammad Ibrahim’s friends: “If i had a wish to give to Muhammad, i’d ask Allah to give him Firdaus al a’la. Because if it wasn’t for him, wallahi, i wouldn’t be where i am today. It was because of him that i became a practicing (muslim) alhamdulillah. He helped me as well. Cause i was born muslim alhamdulillah, and he wasn’t. he came to islam and then it hold both of us. He really helped me alhamdulillah” (crying)

“My dream is to learn how i can please my Lord”


“(sebelum Islam), Saya sangat tidak hormat pada orangtua saya. Orang tua saya akan menyuruh saya melakukan sesuatu, dan saya akan berkata, “kenapa??”. Dan saya selalu mendebat, mendebat. Saya sangat tersesat. Saya memperlakukan orang tua saya dengan sangat buruk, begitu juga terhadap keluarga saya. Terutama pada keluarga, saya sangat kasar”.


“Tapi setelah saya melihat Islam, agama ini bukan sekedar agama. Ia adalah jalan hidup yang memberitahumu bagaimana alam semesta diciptakan, sampai bagaimana cara memakai toilet. Ia memberitahumu segala hal”.

“Awalnya, jika saya memberitahu orangtua bahwa saya telah menjadi muslim, saya tahu bahwa, oke, mereka mungkin akan mengurung saya dalam ruangan atau seperti itu lah. Jadi sebelum memberitahu orang lain bahwa saya telah menjadi muslim, setidaknya saya harus belajar bagaimana caranya shalat, bagaimana cara melakukan kewajiban fardhu (wajib) saya. Jadi meskipun jika saya berada di sebuah pulau, saya tetap bisa mempraktekkan islam dengan nyaman.”

“Di mana kah letak kebahagiaanmu? Di mana kau temukan bahagiamu? berpikir keraslah, pikirkan kenapa kau berjalan di muka bumi ini, pikirkan tentang bagaimana alam semesta bisa berjalan dalam harmoni dan kau percaya tidak ada penciptanya atau pemeliharanya. Tanyakan pada dirimu sendiri pertanyaan2 ini. Saya tidak menyuruhmu menjadi muslim. saya berkata, tanyakanlah pertanyaan2 yang perlu kau tanyakan dalam hidup. Apa tujuanmu dalam hidup? mengapa kau ada di sini? Apakah kita muncul begitu saja dari ketiadaan dan kemudian ada big bang? Apakah itu yang menciptakan kita? Inikah bagaimana kita bisa mendapatkan mata, yang bahkan Cambridge, atau doktor, atau ilmuwan tidak bisa bahkan untuk mendekati (penciptaan)nya? Tanyakan padamu pertanyaan2 ini. Dan kemudian insya Allah kau akan menemukan kebahagiaan yang telah aku temukan.

Temannya Muhammad Ibrahim: “Jika saya punya permohonan yang bisa saya berikan pada Muhammad, saya akan meminta Allah untuk memberinya Firdaus al a’la. Karena jika bukan karena dia, demi Allah, aku tidak akan seperti ini saat ini. Karena dialah aku bisa menjadi muslim yang menjalankan kewajiban2nya alhamdulillah. Dia juga membantuku. karena saya terlahir muslim alhamdulillah, dan dia tidak. Dia masuk Islam dan kemudian ia menyelamatkan kami berdua. Dia benar2 membantuku alhamdulillah” (menangis)

“Impianku adalah belajar bagaimana aku bisa menyenangkan Tuhanku”

Advertisements

One thought on “Guided Through The Quran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s