Seorang Abang Abadi Bernama Mas Gagah

terharu ih 😥

banyak banget pelajaran di tulisan ini.. tentang pentingnya para guru mengenali dan mengapresiasi bakat murid2nya.. tentang merintis jalan dan terus berkarya sesuai kemampuan/bakat yang Allah kasih.. tentang terus melebarkan lingkaran kebaikan.. huhuu.. barakallahu fiik mbak helvy, smg makin giat menebar manfaat dan pembuatan film KGMPnya lancar jaya.

Pena Kecil

10947212_954146751263091_3015251713133035081_n

1992

“Gila! Saya belum pernah baca karya remaja seperti ini! Bukan saja membuat saya menangis, tapi Anda telah menggugah saya dengan nilai-nilai keislaman di dalamnya! Ini cerita yang luar biasa! Ditulis oleh anak muda pula!” wajah Pak Ismail Marahimin, Dosen Penulisan Populer itu, berseri.

Saya bengong.

Sejak tadi saya sudah berdebar-debar kenapa dosen yang selalu tampak serius dan dijuluki kawan-kawan “killer” itu memanggil saya ke ruangannya.  “Saya ingin bicara dengan Anda!” katanya. Padahal biasanya semua tulisan mahasiswa ia “bantai” di kelas dan dibagikan setelah diberi nilai berupa titik. Satu titik, dua titik, atau yang bagus serupa nilai A: tiga titik.

“Mas Gagah. Darimana ide cerita ini?” Dosen Jurusan Sastra Inggris itu memandang saya sambil menurunkan sedikit kacamata yang dipakainya. Di tangannya naskah sepanjang 12 halaman yang saya ketik dan saya kumpulkan pekan lalu untuk memenuhi tugas kuliah mingguan dari beliau.

“Itu kan tugas dari Bapak. Kami semua diminta menulis sebuah…

View original post 2,183 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s