Mari Menghafal Qur’an! (3)

Sedikit kata2 motivasi untuk memulai menghafal Quran, dari seorang yang saya kagumi, teteh Maryam Amirebrahimi. Seorang hafizhah yang jago taekwondo, aktivis sosial dan pegiat dakwah Islam yang berasal dari US.

Diterjemahkan bebas dari potongan wawancaranya bersama Productive Muslim di sini: [Interview] Secrets of a Productive Muslimah – Maryam Amirebrahimi (Part 2)

Mengambil Langkah Pertama

Sadari bahwa kamu pasti bisa melakukannya, insya Allah, apapun situasi dalam hidupmu. Apakah kamu single, pelajar penuh waktu yang juga bekerja, atau seorang ibu yang harus mengurus keluarga (dan belajar atau bekerja jika kamu juga seorang pelajar atau pekerja), atau seorang nenek yang bercerai yang berpikir bagaimana mengisi waktu senjanya; Al Quran sudah siap untukmu dalam segala situasi!

Terkadang kita merasa gentar dengan kesempatan untuk tersambung dengan Al Quran karena kita merasa kita tidak akan pernah bisa mendekatinya disebabkan kita “belum berada di sana”, di dalam agama kita; kita belum cukup ‘baik’, cukup ‘religius’, cukup ‘berkomitmen’, dan karenanya, kita tidak berpikir bahwa kita pantas mencoba untuk menghafal Al Quran.

Beberapa dari kita sungguh-sungguh ingin memulai, tapi tidak tahu harus mulai dari mana. Kita mengharapkan bisa selesai dalam 6 bulan atau setahun, dan ketika waktu yang dibutuhkan ternyata lebih lama, kita mulai mempertanyakan kenapa kita perlu waktu amat lama dan apakah kita bisa atau tidak untuk memenuhi komitmen ini.

Beberapa dari kita takut dengan tanggung jawabnya. Apakah menghafalkan Al Quran berarti sekarang saya tidak bisa menonton film lagi? Apakah itu berarti saya harus jadi super Muslim? Bagaimana jika saya lupa? Apakah Allah akan menghukum saya? Bukankah lebih baik jika saya tidak tahu apa-apa dan karena itu tidak punya alasan apapun untuk dimintai pertanggungjawaban, dibandingkan apabila saya menghafal kemudian saya mati dengan melupakan apa yang telah saya pelajari?

Realita dalam situasi tersebut dan lainnya menunjukkan keinginan yang umum untuk menghormati Al Quran; untuk mendekatinya hanya jika kita dalam keadaan yang terbaik dan mencoba untuk menghafalnya hanya ketika kita berencana untuk berkomitmen penuh. Tapi cara terbaik untuk menghormati Al Quran adalah dengan berinteraksi dengannya; memegangnya, memeluknya, menginginkannya, berjalan bersamanya di pantai, memanggilnya sahabatmu, membacanya ketika kamu menangis, bersegera menujunya membawa kabar baik, membukanya dan mencoba untuk tersambung dengannya saat dirimu berada di tengah-tengah kekurangan terbesar atau dosa yang kamu rasa pernah kamu lakukan, membuat rencana aksi untuk menghafalnya dan mengulanginya dan bertransformasi melalui kebersamaan dengannya.

Menyiapkan Diri untuk Al Quran

Jangan berpikir kamu tidak siap untuk Al Quran atau kamu tidak bisa memenuhi kewajibanmu terhadapnya. Kamu, dalam keadaan apapun yang kamu jalani dan dalam situasi kehidupan apapun yang kamu alami, BISA menjadi penghafal Al Quran, dengan izin Allah! Dan saat kamu tersambung dengannya – entah melalui memahami, membaca, merenungkan atau menghafalkan, kamu akan mulai menyadari, insya Allah, bahwa perlahan kamu meninggalkan hal-hal yang yang tidak seharusnya kamu lakukan, dan perlahan menjadi lebih berkomitmen untuk apapun yang akan membantumu hidup sebaik-baiknya di kedua dunia (dunia & akhirat)! Koneksi dengan Allah hadir dengan jalan yang paling manis saat kamu terhubung dengan Al Quran. Satu dari pengalaman paling luar biasa (yang akan kamu alami) adalah hanya duduk berjam-jam dan menghafalkan Al Quran di tengah-tengah pekerjaan sekolah atau kantor atau kewajiban keluarga.

Jika kamu adalah pencari ilmu atau aktivias dan kamu belum terhubung dengan Al Quran secara aktif, kamu harus memeriksa prioritasmu. Jika kamu belum berkomitmen pada pondasi dari ilmu dan aktivitas, maka ke manakah kamu berkomitmen? Apa yang menjadi landasanmu?

Al Quran telah siap untukmu – dimanapun kamu berada dan siapapun kamu dan apapun babak kehidupan yang sedang kamu jalani! Mungkin kamu perlu waktu 7 tahun, seperti saya, atau 50 tahun. Tapi apa yang lebih baik dari mengatakan, “Saya menggunakan seluruh hidup saya menghafalkan Al Quran. Dan sekarang, pada usia 95 tahun, saya hampir menyelesaikan hafalan saya”. Subhanallah. Sebuah kehormatan.

Saya telah menulis The Quran Series yang membahas tentang tips dan trik untuk mereka yang berniat menghafalkan, mengulang, dan memahami, juga mengajarkannya pada anak kecil atau hanya untuk menemukan motivasi Qurani. Ikuti langkah-langkah di artikel itu dan saya harap insya Allah saya akan segera bisa membaca cerita transformasi Qurani milikmu!

UPDATED: tambahan dari status Maryam Amirebrahimi di Facebook:

While doing my undergrad and grad studies, I was a full time student working a part time job and held leadership positions in community organizations. You could say I was a little busy. But every single day, I had a date.

I didn’t take phone calls on our date. Sometimes we took walks on the beach. Sometimes we sat in scenic parks. But mostly, in-between classes, in a corner of the student union, and in the car, in parking lots and driving from one place to another, we saw each other and made our relationship work despite my schedule.
I was in a full time, committed relationship with the Quran. You can be too. Make it a priority, the same way you would make an important relationship a priority.

It’s an everlasting love ready for your commitment. It’s simply up to you to initiate being in the most blessed long-term relationship. Commit to the Quran and the Quran will be there with you, to accompany you and protect- even after death, even in your grave, even in the Hereafter.

Selama menjalankan studi sarjana dan pascasarjana, saya adalah pelajar penuh waktu yang bekerja paruh waktu dan memegang posisi kepemimpinan di organisasi komunitas. Kamu bisa bilang saya sedikit sibuk. Tapi setiap hari, saya punya jadwal kencan.

Saya tidak mengangkat telepon saat kami kencan. Terkadang kami berjalan di pantai. Kadang kami duduk-duduk di taman yang indah. Tapi lebih sering, di antara perkuliahan, di sudut perhimpunan mahasiswa, dan di mobil, di tempat parkir dan menyetir dari satu tempat ke tempat lain, kami bertemu dan menguatkan hubungan kami sesibuk apapun jadwal saya.

Saya berada dalam sebuah hubungan penuh waktu dan penuh komitmen bersama Al Quran. Kamu juga bisa begitu. Jadikan ia prioritas, sama seperti kamu menjadikan sebuah hubungan yang penting prioritasmu.
Ada cinta sepanjang masa yang siap untuk komitmenmu. Sekarang terserah padamu untuk memulai berada dalam sebuah hubungan jangka panjang yang paling diberkahi. Berkomitmenlah terhadap Al Quran dan Al Quran akan selalu ada di sana untukmu, untuk menemani dan melindungimu – bahkan setelah kamu mati, bahkan dalam kuburmu, bahkan di akhirat kelak.

Advertisements

One thought on “Mari Menghafal Qur’an! (3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s