[Ilmfest2014] Reda Bedeir: The Character

Dr. Reda Bedeir
photo source: Qabeelat Ihsan

“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS An-Nisa: 69)

Ayat tersebut turun untuk menjawab kekhawatiran seorang sahabat (kalau gak salah namanya Tsauban) yang bilang pada Rasulullah bahwa dia sangat senang bisa bersama beliau di dunia dan ingin bersama lagi di akhirat nanti. Namun ia khawatir tidak bertemu karena Rasulullah pasti berada di surga tertinggi, sedangkan dia belum tentu.

Ada seorang sahabat yang bernama Rabi’ah Al Aslamy, kerjaan dia menunggu di depan pintu kamar Rasul sambil menyiapkan air untuk Rasul berwudhu. Suatu malam dia menunggu sambil ngantuk2, eh tau2 keluarlah Rasulullah menghampirinya lalu bertanya, apa yang kamu inginkan? Rabi’ah itu berusia 16 tahun. Apakah dia minta hal2 duniawi? Tidak. Apa dia minta surga? Iya, tapi lebih dari itu. Yang dia inginkan adalah menjadi sahabat Rasulullah SAW di surga.

Tsauban, Rabi’ah, and other sahabah loved the prophet so much! Do you love him?

Kira2 apa yang membuat mereka cinta Rasulullah? Salah satunya adalah akhlak beliau, cara beliau memperlakukan para sahabat, yang merupakan buah dari keislamannya.

Islam terdiri dari 4 komponen:
1. A belief system (aqidah). Ini diwujudkan dalam ibadah.
2. Practicing rituals (ibadah). Ibadah seharusnya membuat karakter kita jadi lebih baik.
3. Character (akhlaq)
4. *lupaa T_T*

Orang yang berkarakter baik mendapat balasan sama dengan yang banyak ibadah siang malam. Yang terdekat dengan Rasul di hari kiamat kelak adalah yang paling baik karakternya (gak hafal hadits untuk kedua hal ini, belum nemu).

Rasulullah adalah teladan terbaik untuk kita.

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS Al-Ahzab: 21)

Beberapa sifat beliau yang bisa kita contoh: forgiving (pemaaf), sabar (al hilm/forbearance), yakin, jujur, rendah hati, turun tangan ikut bekerja, considerate (penuh perhatian, baik budi) misalnya beliau tidak memperlama shalat ketika ada anak jamaah yang nangis tapi memperlama sujud waktu cucunya naik ke punggungnya), compassion (penuh kasih sayang, merasakan kesulitan orang lain).

Ada anak kecil namanya Abu Umair yang punya piaraan burung kesayangan namanya Nughair. Rasulullah mengunjunginya dan bertanya “Ya Aba Umair, bagaimanakah Nughair?”. Ke anak kecil perhatian sekali. Kemudian saat Nughair mati, Rasulullah menemani Abu Umair selama satu jam sampai anak itu tersenyum kembali.

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS Al-Anbiya: 107)

Stop talk the talk. Walk the walk.
Gak perlu kebanyakan ngomong, cukup jalankan apa yang beliau contohkan. Perubahan tentunya memerlukan waktu. Semoga kita terus berproses untuk memiliki akhlak yang baik.

*udah mau Ilmfest 2015 tapi catatan Ilmfest tahun lalu belum beres T_T *

Advertisements

2 thoughts on “[Ilmfest2014] Reda Bedeir: The Character

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s