Membedakan Musibah dan Ujian

“Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kamu berkata: “Darimana datangnya (kekalahan) ini?” Katakanlah: “Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri”. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Ayat ini bercerita tentang kekalahan (dalam ayat ini disebut sebagai musibah) kaum muslimin di Perang Uhud, dan membuat mereka bertanya-tanya, kenapa kali ini musibah terjadi padahal sebelumnya di Perang Badar mereka yang berhasil menimpakan musibah itu kepada musuh. Maka kali ini jawabannya adalah “dari kesalahanmu sendiri” (yaitu ada pasukan pemanah yang meninggalkan pos sebelum diperintahkan turun karena tertarik mendapatkan harta rampasan perang).

Musibah dalam ayat ini disebutkan sebagai akibat dari perbuatanmu sendiri, sementara di ayat lain, ada yang menyebutkan bahwa “tidaklah sesuatu musibah dirimu melainkan karena izin Allah”. Dan keduanya benar. Kategori pertama lah yang disebutkan hukuman, kategori kedua yang disebut sebagai ujian.

Bagaimana membedakannya? Silakan simak tulisan dan video di tumblr NAK Indonesia ini ya 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s