I Love Everything About Islam, But…

Masih teringat video ini deh (A Message For Non Hijabi Sisters By Ustadh Nouman Ali Khan). Pengen share sedikit

NAK cerita ada muslimah yang bilang, “Saya suka islam, tapi nggak dengan kewajiban jilbabnya. Itu cuma untuk melindungi laki-laki biar ga ngeliat perempuan. What’s the point?”

Alih-alih menjawab dengan manfaat hijab untuk wanita, misalnya lebih terlindungi, efek sosialnya, dst, kita mundur sejenak & tanyakan sebuah pertanyaan mendasar

Dimulai dengan review kisah Nabi Ibrahim as. Beliau cinta juga sama Islam. Allah beri “sedikit” perintah: tinggalkan istri & anak di padang pasir tandus!

Ah ini enaknya ditonton sendiri, karena jleb banget cara ngomongnya “I love everything about islam, but leaving my family in the desert? Please..

Intinya Nabi Ibrahim ga ngomong gitu kan? Beliau lempeng aja jalanin perintah Allah. Pun saat diperintah menyembelih Ismail. Ga pake nanya, untuk apa?

Saat diperintah Allah, Nabi Ibrahim ga pake nanya, “ya Allah, bisa berikan penjelasan logis knp harus gini? Apa manfaatnya saya lakukan ini?”

Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: “Tunduk patuhlah!” Ibrahim menjawab: “Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam”. (QS 2:131)

Jadi sebelum bicara tentang aspek lain dari Islam, hal mendasar itu adalah: tunduk, patuh, berserah pada Allah. Islam is the total submission to Allah.

Kalau udah tunduk patuh pada Allah, disuruh berhijab kita ga perlu nanya, “apa manfaatnya untuk saya?”. Seperti Nabi Ibrahim ga nanya, untuk apa ia sembelih putranya?

Ini sejalan dengan yang disampaikan Ust Yasir Qadhi dalam salah 1 ceramahnya. Kalau ada orang nanya, kenapa sih Islam bolehin poligami? Kenapa gini kenapa gitu?

Menurut dia jawaban terbaik adalah bukan dengan menjabarkan manfaat sosial, alasan logis, dsb, tapi dengan jawaban “karena Allah yang perintahkan”

Karena kalau dijawab (misal tentang poligami): Islam bolehin poligami karena jumlah perempuan lebih banyak dari laki-laki. Ntar dia nanya lagi, kalau pakai senjata pemusnah massal sehingga jumlahnya sama gimana?

Hehe.. ekstrim ya contohnya. Tapi intinya akal manusia ya bakal nemu alasan terus. Jadi emang kuncinya tunduk patuh ke Allah itu tadi.

Yakin di balik perintah dan larangan Allah pasti ada manfaat untuk kita. Allah yang mencipta kita, Allah tau yang terbaik untuk ciptaanNya.

Btw, thanks to Twitter’s archive so that i can retrieve these old tweets of mine. Yay 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s