[Ilmfest2014] Muhammad Alshareef: The Call

Suatu hari Rasulullah SAW meminta pada Ibnu Mas’ud untuk membacakan Qur’an untuknya. Sampai di QS An-Nisa ayat 41, Rasulullah berkata, cukup. Dan saat Ibnu Mas’ud melihat beliau, ternyata pipi beliau berlinang air mata. Ayat tersebut mengatakan bahwa setiap umat ada saksinya, yakni Rasul yang diutus pada umat itu. Beliau pun memikirkan bagaimana nantinya di hari pengadilan akan menjadi bagi umatnya, sedangkan umatnya ada yang sudah diseru namun tidak mau taat. Ya, beliau selalu memikirkan kita, umatnya.

Salah satu warisan beliau yang harus kita ikuti adalah jalan dakwah. Qum fa andzir. Bangunlah, dan berilah peringatan! Bangun, dalam energi yang penuh untuk berdakwah, mengajak orang. Dakwah seharusnya menjadi warisan terbesar kita. Dakwah should be your greatest legacy.

Jalan dakwah memang tidak mudah dan penuh ujian. Ujian pertama dalam dakwah: cemoohan orang2. Tapi dakwah adalah perkataan terbaik,

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shalih, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS Fushshilat: 33)

Dan pahalanya memang sangat besar. Kalau kita bisa mengajak orang pada Islam, itu lebih baik dari dunia dan seisinya,

“Wahai Ali, sesungguhnya Allah swt menunjuki seseorang dengan usaha kedua tanganmu, maka itu lebih bagimu dari tempat manapun yang matahari terbit di atasnya (lebih baik dari dunia dan isinya)”. (HR. Al-Hakim).

Teladan dakwah dari Nabi Ibrahim yang menghadapi Namrud. Ibrahim bilang bahwa Allah bisa menghidupkan dan mematikan, lalu Namrud berkata, dia pun bisa demikian. Padahal yang Namrud maksud dengan menghidupkan adalah membiarkan orang hidup dan mematikan berarti membunuhnya. Lalu Ibrahim bilang bahwa Allah menerbitkan matahari dari timur dan menenggelamkannya di barat. Lalu bungkamlah Namrud. Jadi di sini Nabi Ibrahim memberikan bukti yang nyata. Kalau ucapannya Namrud yang awal tadi ditanggapi, diterusin, bisa jadi debat kosong aja. Tapi kemudian Ibrahim menyampaikan fakta yang tidak bisa dibantah. Perlu bahasa yang jelas dan lugas.

Untuk berdakwah, tidak harus jadi syaikh, atau lulusan sekolah agama. Karena Rasul berkata, sampaikanlah walaupun satu ayat. Caranya pun tidak harus dengan lisan/pidato/ceramah, tapi juga bisa lewat tulisan di blog, sms, dll.

Perlu diingat, bahwa dalam berdakwah, tugas kita bukanlah membuat orang menerima, tetapi hanya menyampaikan. Dan kita melakukannya dengan ihsan, sebaik2nya.

Kalau kita tidak berdakwah, pesan itu berhenti di kita. Kehidupan yang baik itu terjadi ketika kita mengikuti jalan Allah dan Rasul, termasuk berdakwah.

Langkah-langkah dakwah
Peduli terhadap orang dengan tulus dan genuine
Kita bisa meneladani Rasulullah SAW yang peduli pada semua orang, termasuk uang belum pernah beliau temui.
Rasulullah juga memikirkan generasi berikutnya. Sedihnya beliau adalah ketika orang tidak menerima Islam. Beliau juga menggunakan setiap kesempatan untuk berdakwah. Seperti waktu beliau dan Abu Bakar hijrah, orang yang mengejar mereka, Suroqoh, juga beliau dakwahi.

Tips praktis dalam berdakwah

  1.  #shareknowledge: Share konten! Gak perlu bikin, cukup share aja di social media
  2. Mulai dari keluarga, nanti melebar ke masyarakat
  3. Berakhlak baik di kantor, kampus, dll
  4. Menjaga shalat, dan ajak orang2 untuk shalat

Penutup
Ada sebuah peristiwa saat Haji Wada, Rasulullah berkata pada para sahabat, ketika nanti kalian ditanya tentang aku, apa yang akan kalian katakan? Sahabat menjawab, kami akan bilang bahwa kami bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan, dan kami telah menyaksikan/menjadi saksi.

Tanyakan pada diri kita sendiri, kalau kita bertanya hal yang sama pada keluarga, tetangga, teman, kira2 apa yang akan mereka katakan?

M. Alshareef
source: Qabeelat Ihsan

Tambahan
Muhammad Alshareef memulai Al Maghrib karena keprihatinan akan minimnya acara Islam yang dikemas dengan baik. Masa poster acara Islam seadanya banget, kalah sama poster restoran siap saji. Mereka bisa sebagus itu padahal hanya jual hamburger. Kita jualan surga, kenapa gak bisa sebagus itu? Lalu beliau menginisiasi Al Maghrib yang terbukti memang sampai sekarang, kualitas acara, branding, dan desainnya top banget!

PS: maaf saya banyak paraphrasing untuk menyampaikan inti hadits. Hadits lengkapnya bisa dicari sendiri kali ya :’D

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s