Putrajaya, Malaysia

Ilmfest kemarin adalah saat pertama kalinya saya mengunjungi Putrajaya, Malaysia. Kota pusat pemerintahannya Malaysia ini ternyata sepiii banget. Tenang, damai, jalanannya sepi dan lancar.

Dari KLIA, kalau mau ke Putrajaya bisa naik KLIA Transit, dan biayanya hanya RM 6.20 saja dengan waktu tempuh sekitar 20 menit. Oh ya, sekarang kan Malaysia punya bandara baru, KLIA2. Kalau naik Lion Air, dia pakainya KLIA2, sedikit lebih jauh dari KLIA. Tapi kalau nyasar di KLIA dan harus ke KLIA2, tinggal naik KLIA Transit cuma bayar RM 2.

This slideshow requires JavaScript.

Hari Jum’at 16 Mei, saya dan Mirna naik KLIA Transit sekitar jam 13an ke Putrajaya Sentral. Kirain Putrajaya Sentral itu sebesar dan seramai KL Sentral. Ternyata nggak..hehe. Sepi2 aja dan biasa banget kalau dibandingin sama KL Sentral. Karena masih siang, jadi waktunya bisa dipakai untuk jalan2 dulu. Awalnya bingung tuh, kan rempong kalau jalan2 bawa2 koper, sementara hotel yang kami booking letaknya di luar kota dikit, namanya daerah Dengkil. Tapi pas nanya bagian informasi, ternyata di Putrajaya Sentral ada loker sewaan! Amazed banget, ada aja ya yang punya ide bikin loker yang bisa disewa di stasiun! Akhirnya, kami menyewa loker seharga RM 20 (iye mahal, tapi daripada bolak balik hotel..haha). Lokernya otomatis, jadi tinggal beli koin di mesin, kemudian koinnya dimasukkan ke loker terus dikunci.

Putrajaya Sentral
Peron kereta Putrajaya Sentral

Setelah menaruh tas, kami pun jalan2 naik bus Nadi Putra ke arah Masjid Putra. Bus semuanya ada di lantai bawah. Bus utamanya sih Nadi Putra itu, dia udah berjejer dengan keterangan jurusan masing2 di tiap barisan busnya. Tapi ada juga bus lain dan taksi. Dalam perjalanan ke Masjid Putra, kami melewati banyak gedung pemerintahan.

Nah, ini dia Masjid Putra. Letaknya di pinggir danau yang suka ada kapalnya juga, bisa ikutan cruising, tapi bayarnya mahal. Di sana juga ada souq/pasar dan tempat makan. Kami makan mie di kedai India di sana. Rasanya? Kari! Haha.. harus membiasakan diri dengan kari di sana. Masjid Putra terbuka untuk siapa aja, termasuk non Muslim. Tapi, pakaiannya harus menyesuaikan. Kalau ada yang pakaiannya kurang menutupi aurat, akan dikasih pinjam jubah untuk dipakai. Ada banyak petugasnya, nanti petugas yang akan ngasih tau dan mengarahkan.

Masjid Putra
Masjid Putra

Di depan Masjid Putra itu ada Putra Square, dan di sebelah kirinya ada bangunan Perdana Putra, kantornya Perdana Menteri Malaysia. Di sebelah kanannya baru ada danau dan souq, dan juga ada kantor informasi. Bisa ambil brosur dan tanya2 tentang wisata di sana.

Danau di sebelah kiri Masjid Putra
Danau di sebelah kiri Masjid Putra

Setelah Ashar kami mau ke mall Alamanda, the only mall in Putrajaya (kalau gak salah). Nungguin bus lama banget, akhirnya naik taksi aja. Deket dan cepat, sekitar RM 15 kalau gak salah ongkosnya. Mall Alamanda mirip2 sama Suria KLCC di Kuala Lumpur, tapi lebih down to earth sih sepertinya..hehe. Ada booth di tengah2 jalan seperti di Pasar Seni dan harganya pun gak mahal2 amat.

Setelah Maghrib kami mau balik ke Putrajaya Sentral naik bus. Oh ya, tarif bus Nadi Putra dalam kota itu RM 0.5 saja sekali jalan. Dari masjid Putra kami ambil koper dan balik lagi ke lantai bawah untuk menuju Dengkil. Kami kira kan hanya ada taksi ya, tapi mbak2 India yang baik hati di ruang informasi tadi siang ngasih tau bahwa ada bus ke Dengkil. Bayarnya berapa ya.. RM 2 kalau gak salah. Alhamdulillah, gak lama setelah ke bawah, ada busnya. Di bus itu kebanyakan isinya orang India. Mungkin mereka emang banyaknya tinggal di daerah Dengkil yang suburb itu ya. Kalau dalam kota Putrajaya berasa kota banget, Dengkil itu udah kayak daerah perumahan di Ciomas gitu, tapi jalan rayanya lebih besar.

Kami menginap di Hotel Langit Langi di Dengkil. Recommended! Pesan online via Agoda. Kalau naik kendaraan dan bingung ke sananya, bilang aja turun di KFC. Hotelnya pas banget sebelahan KFC. Hotelnya enak dengan harga sekitar IDR 300rb per malam. Yang enaknya lagi, kawasan sekitarnya ramai sama ruko/swalayan dan resto.

Besoknya, kami berangkat ke PICC dengan taksi dan biayanya RM 11 dengan lama perjalanan sekitar 15 menit. Yang repot pas mau balik dari PICC ke hotel, karena gagal mulu mau booking taksi..hehe. Akhirnya jalan ke depan PICC, berharap banyak taksi seliweran. Tapi.. ternyata jauh panggang dari api, saudara2.. Sepii blas. Akhirnya ditolongin satpam PICC dengan dipanggilin temennya yang bisa mengantar kami ke hotel. Semacam taksi plat hitam gitu jadinya. Alhamdulillah banget deh. Selain kami berdua, ada juga 2 peserta lain, sepasang suami istri dari Singapura yang ternyata nginep di Langit Langi juga.

Alhamdulillah.. ada aja pertolongan Allah. Pas hari Jum’at berangkat dari Bogor juga kan telat tuh. Berangkat jam 6 kurang, di tol kena macet orang berangkat kerja. Pesawat jam 9.15. Harusnya kan check in minimal 45 menit sebelum berangkat ya. Di jalan udah dag dig dug aja, khawatir ketinggalan pesawat, tp akhirnya pasrah lah. Untungnya nyampe terminal bandara sekitar jam 8.20, langsung check-in, imigrasi pake autogate jadi cepet. Hihi.. ada deh ya saat2 kayak gitu, saat cuma bisa pasrah aja sama Allah. Dan ternyata, kita gak luput dari penjagaan dan pertolonganNya.

Okay, looking forward for another trip to Putrajaya 😉

Advertisements

17 thoughts on “Putrajaya, Malaysia

  1. Oh haha, soalnya kemarin ada temenku yang ke putrajaya juga yang dari singapura, tapi mereka orang Indonesia sih.

    tetep rajin nulis ya ka Hening, hehehe, aku seneng bacanya loh 🙂

  2. Halo, saya mau tanya nih.. kebetulan saya mau nonton moto gp dan jalan backpacker style alias ngirit hehe.. dan menginap di langit langi jg.. menurut saran anda transport mudah ga ya? Dr hotel ke airport waktu itu anda bagaimana? Kalau dr langit langi ke putrajaya sentral itu jauh gak? Semisal naik taxi? Apa lebih mending ke klia dulu dari hotel lalu naik kl transit / skybus untuk ke kota atau circuit sepang ya? Mohon bantuan infonya.. terima kasih

    • waktu itu dari hotel ke airport pakai taksi plat hitam itu, yg ketemu pas di PICC. jadi kenalan sama orangnya dan dia nawarin anter ke bandara pas pulang.

      langit lagi ke putrajaya sentral sekitar 15-20 menit kali ya.sekitar 20 RM mgkn ongkos taksinya. di putrajaya itu sebenarnya meski jaraknya jauh, waktu tempuhnya cepet karena jalanan lancar bgt.

      dari langit langi ga usah ke KLIA dulu, langsung aja putrajaya sentral. langit langi – KLIA itu kl ga salah sekitar 30 menit, dan arahnya berlawanan putrajaya sentral kan. kl sirkuit sepang saya ga tau..hehe

    • Mba, aku tahun ini mau nnton motogp sepang dan nginep di langit-langi hotel. aku mau tanya dong kamu jadinya gimana transportasi dari hotel ke sirkuit?

    • masih, kemarin itu saya lunch di sana. saya kira itu cuma pas ada event aja. sepertinya ada bus nadi putra yg ke arah situ. tp kl naik taksi juga insya Allah gak mahal2 amat, krn waktu tempuhnya cepat.

  3. Kak klo dari putrajaya sentral menuju ke hotel marriot putaraja berapa menit dan bayar taksinya berapaan? Klo dari putrajaya sentrak ke marriot ada mrt/komiter ga? Klo bus gimana ada ga yg berhenti di depan marriot dan tarifnya? Tolong bantuannya ya belum pernah ke putrajaya. Makasih banyak kaka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s