Ilmfest 2014

Al Maghrib Institute, sebuah lembaga dakwah Islam yang -sesuai namanya- berasal dari Barat (maghrib = barat), setiap tahunnya mengadakan konferensi yang disebut dengan Ilmfest; The Festival of Knowledge. Saya baru sadar, setiap satu tahun hanya ada satu Ilmfest dan tempatnya dipilih di antara negara-negara yang sudah ada cabang Al Maghrib-nya. Dan saya baru sadar juga, ternyata Ilmfest Malaysia ini adalah Ilmfest yang pertama kalinya di Asia!

Bertempat di Putrajaya International Convention Center (PICC), Ilmfest Malaysia diselenggarakan tanggal 17-18 Mei 2014 dengan tema “Mercy 2 Mankind”. Keseluruhan sesi dalam konferensi ini diisi oleh 14 pengajar Al Maghrib dengan berbagai pokok bahasan yang diambil dari sirah Rasulullah SAW.

Alhamdulillah saya bersama teman saya Mirna berkesempatan untuk menghadiri konferensi ini. Di hari pertama, Sabtu 17 Mei, kami datang ke PICC lalu registrasi dengan menunjukkan tiket Ilmfest yang sudah dibooking online. Kemudian kami mendapat goodie bag ungu khas Al Maghrib yang berisi buku panduan dan beberapa brosur, serta pin/badge Ilmfest yang ternyata digunakan sebagai tanda masuk.

DSC_1182

Setelah registrasi, kami melewati beberapa booth bazaar (ada di lantai dasar dan level 3). Ada booth berbagai macam produk mulai dari pendidikan, toko buku, suvenir, hijab, dll. Melewati dan berpapasan kebanyakan dengan muslim Malaysia, yang laki2 banyaknya pakai jubah (kl di Indonesia mah kayaknya jarang dan aneh ya kalau lelaki pakai jubah) yang perempuan banyak yang berabaya hitam (i want one! Tp mahal :’D).

front

Kami naik lift berkali2 sampai ke level 3. Di sana sudah ada banyak orang yang berkerumun di depan pintu masuk. Ketika jalan terus, ternyata sudah ada antrian masuknya dong. Orang Malaysia dalam hal ini disiplin deh. Yang datang belakangan dengan tertib mengantri di belakang, meskipun dia bisa aja langsung ke depan. Ketika pintu dibuka, kami pun masuk dengan semangat dan mencari tempat duduk di mana kami bisa nonton dengan optimal😀

ilmfest 6

Acara dibuka oleh Boona Mohammed sebagai host. Di buku panduan tertulis harusnya ada sambutan, tapi sepertinya tidak jadi dan langsung masuk ke sesi pertama oleh Founder dan President Al Maghrib, Muhammad Alshareef. Saya sebelumnya belum pernah dengerin orang ini di ceramah online. Tapi ternyata bagus juga dia bawain ceramahnya. Dan bacaan Qur’annya, bagus banget. Catatan dari beberapa sesi yang saya catat insya Allah akan saya posting terpisah.

Di hari pertama itu ada 10 sesi ceramah, yang diselingi dengan istirahat tiap waktu shalat, dan… Entertainment Session! Haha.. sesi ini seru deh, kita bisa lihat para asatidz itu ternyata mereka adalah orang biasa yang kocak, gak jaim, dan asik. Hari pertama diakhiri sekitar jam 21.30 dengan kuliah dari Waleed Basyouni, Vice President Al Maghrib.

Hari kedua, Ahad 18 Mei sudah gak perlu registrasi lagi, langsung naik ke atas dan masuk ke ruangan dengan menunjukkan badge. Sayang sekali teman saya gak bawa badge-nya, sehingga dia harus verifikasi ulang ke lantai bawah untuk mendapatkan wristband sebagai tanda masuk. Ketika masuk ruangan, banyak kursi yang masih gak ada orangnya tapi sudah dibooking dengan ditandai tas atau bahkan kotak makanan..haha. Tapi alhamdulillah masih dapat tempat duduk yang oke. Sesi pertama di hari kedua dimulai oleh Mohammed Faqih. Ustadz ini juga bacaan Qur’annya bagus dan suaranya bagus waku nasyidan. Di hari kedua ada 12 sesi, plus sesi hiburan yang makin seru.

YQ eating durian

YQ eating durian

Jujur aja, 2 lectures terakhir saya udah ngantuk banget -_- Itu sekitar jam 21.30. Kemudian acara ditutup dan para pengajar maju ke depan untuk berfoto bersama. Setelah itu, banyak peserta yang ikut maju ke depan. Saya dan Mirna ikutan..haha. Pengen ketemu teteh Yasmin, eh dia dikerubungin banyak akhwat. Cuma sempat minta tanda tangan doang..hahaha. Terus ketemu Omar Suleiman dan Dr. Reda Bedeir. Minta nasehat dan do’a dari Dr. Reda, trus dia bilang (kira2 begini), “Don’t let your time goes by without the remembrance of Allah. Because the thing that the people in jannah will regret is that they were not remembering Allah enough in this world”. *catet*

allteachers

Alhamdulillah Ilmfest 2014 menyenangkan sekali. Dulu kan saya tau Al Maghrib dan para asatidznya dari twitter ya. Selalu takjub kalau di twitter nemu muslim dari belahan bumi lain, kayak nemu harta karun gitu rasanya. Dan kemarin bisa ketemu mereka dan banyak saudara2 muslim dari Malaysia dan sekitarnya. Menakjubkan aja gitu, ih ini orang2 beda budaya, beda ras, beda suku, tapi kok bisa sama sih, sama2 tunduk sama Allah, nurut sama Rasulullah. Sama2 punya satu value yang dipegang kuat2, Islam. Meski demikian, mereka masing2 tetap punya warna sendiri2. Gak jadi kaku, gak jadi robot, tetap luwes dengan gaya masing2, tapi tetap taat sama Allah.

Ya, we’re one big family. One ummah. One nation😀

 

~Semoga ada rezeki buat ke Ilmfest 2015. Aamiin🙂

photo source: Qabeelat Ihsan

2 thoughts on “Ilmfest 2014

  1. […] Ilmfest kemarin adalah saat pertama kalinya saya mengunjungi Putrajaya, Malaysia. Kota pusat pemerintahannya Malaysia ini ternyata sepiii banget. Tenang, damai, jalanannya sepi dan lancar. […]

  2. […]😀 Sejak saat itu sukaa banget sama majalah Jom! Kesempatan kedua beli majalah Jom! adalah waktu ke Ilmfest 2014, langsung beli agak banyak..hehe. Majalah ini isinya bagus, berisi, bermanfaat, dan layout + […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s