Belajar dari Mereka

Pagi tadi saat saya sedang di angkot menuju stasiun, saya melihat seorang Bapak membonceng motor. Di tangan kanan dan kiri Bapak ini penuh barang bawaan: keranjang berisi sachet minuman seperti kopi dan teh, serta dua termos air besar. Dalam hati saya salut dengan Bapak ini yang tetap berusaha kecil2an, menjadi penjual minuman keliling.

Setelah sampai tujuan, saya turun dari angkot. Tak lama kemudian dari arah belakang saya terdengar bunyi gedubrak orang jatuh. Ya Allah.. ternyata Bapak itu tadi yang jatuh dari motor! Orang2 yang ramai di sekitar sana berusaha membantunya yang tampak kesakitan, jatuh terduduk hampir terlentang di aspal. Dua termos yang dibawanya terlepas, air panasnya tumpah. Saya perhatikan salah satu termosnya lepas bagian pegangannya.

Sedih sekali melihatnya saat itu. Salah satu sarana mencari nafkahnya rusak begitu. Saya hanya bisa mendoakan supaya Bapak itu baik2 aja, dan dapat rezeki yang barokah hari itu dan seterusnya.

Kali lain saya melihat Bapak yang sudah cukup tua duduk tertidur sambil menunggui dagangan tahu Sumedang-nya. Untuk Bapak ini juga saya mendoakan supaya rezekinya barokah, berlipat2.

Melalui orang2 seperti Bapak2 itu, saya belajar untuk bersyukur dan tidak menyerah berusaha. Usaha mereka mungkin kecil2 saja, tapi semoga nilainya amat sangat besar di mata Allah.

One thought on “Belajar dari Mereka

  1. Hastomi says:

    terenyuh saat melihat orang2 seperti itu, yang dengan segala keterbatasannya tetap berusaha bertahan hidup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s