NAK in Malaysia

 

Huaaa.. ini event-nya udah lamaaa banget, tp baru cerita sekarang..hehehe.

Tanggal 4-5 September 2013, saya mendapat kesempatan untuk menghadiri kuliah ustadz Nouman Ali Khan di Malaysia. Ngapaiiin jauh-jauh amat ke Malaysia buat dengerin ceramah doang? Haha.. mungkin pada bertanya gitu ya, termasuk ibu saya juga. Tapi saya pengen aja. Emang kenapa? Buat menuntut ilmu kok. Mumpung ustadz Nouman ke Malaysia, kalo nyamperin ke Amerika kan jauh..haha. Dan sekalian jalan-jalan juga. Udah lama pengen ngerasain lagi sensasi jalan-jalan dan ngebolang. Jadilah setelah menyiapkan ini itu, tanggal 4 September pagi saya berangkat berdua sama Mirna.

Pada tulisan ini saya mau cerita tentang acaranya dan isi kuliahnya ya. Dalam 2 hari itu sebenarnya ustadz Nouman memberikan 3 ceramah, yaitu sebagai berikut:

  1. Tanggal 4 jam 20.00 di Masjid Wilayah Persekutuan, tema: Lessons from Surah Ar Rahman
  2. Tanggal 5 khutbah Jum’at di Masjid kampus IIUM
  3. Tanggal 5 jam 20.00 di PWTC, tema: The Final Miracle

Tapi saya hanya ikutan acara yang malam aja, gak ikutan khutbah Jum’at.

Lessons from Surah Ar-Rahman
Kuliah yang pertama di Masjid Wilayah tentang surat Ar-Rahman. Pertama kali melihat tempat acaranya, waaaaw keren banget masjidnya guede dan bagus! Saat itu dari area luar masjid udah terdengar suara ustadz Nouman, karena dipasang speaker luar juga. Dan saat itu saya dan teman-teman datangnya telat. Oh ya, selama di Malaysia saya numpang di flatnya Putu dan kawan-kawan. Terus, untuk pergi ke tempat acara pun ngikut mobil temennya Putu :p Setelah sampai di pintu masuk, kami langsung registrasi lalu masuk ke dalam masjid. Di dalam masjid tentu saja sudah penuh, jadi cuma bisa lihat dari belakang, kelihatan ustadz Nouman di depan jadi kecil banget hahaha, dan suaranya juga kurang jelas. Jadilah kami pindah ke luar. Di luar ada layar yang menampilkan ustadz Nouman dan suaranya juga lebih jelas.

masjidwilayah

Ini beberapa poin yang saya catat dari kuliah malam itu:

  • Ar-Rahman kalau diartikan ke Bahasa Inggris itu biasanya mercy. Tapi itu kurang tepat juga. Karena mercy bermakna pengampunan. Misalnya gini, saya harusnya menghukum kamu, tapi saya tidak jadi menghukum kamu karena saya punya mercy itu. Tapi Allah bahkan gak bermaksud menghukum, melainkan memang mencurahkan kasih sayang terus.
  • When Allah says Himself Ar-Rahman, He says He is care for you, never abandon you
  • Ar-Rahman is in the form of mubalaghah, superlative, beyond imagination, you can’t be more Rahman than that
  • Ar-Rahman shows present time too: right now. And Allah is showing me His love, right now :’)
  • We think about our problems all the time. But we don’t think of Ar-Rahman all the time 😦
  • We don’t appreciate what we have until it’s gone. And now we’re not appreciating Allah
  • Misalnya ada seorang ibu yang ngomel terus soal anaknya, bandel lah, males lah, gak nurut, dll. Kalau nyeritain anaknya ke orang lain pun yang diceritain jelek-jeleknya. Tapi misalnya anak itu suatu saat meninggal. Nah, kalau udah begitu, kalau ditanya tentang anaknya pun yang dia jawab ya anak saya baik sebenarnya..dst.
  • Ayat terakhir di Ar-Rahman: Tabaaraokasmu robbika dziljalaali wal ikroom. Ini menggambarkan nama Allah itu penuh dengan keberkahan
  • Arti berkah/barakah: Bertumbuh, penambahan yang di luar perkiraan. Kalau kita menanam satu benih, maka kita mengharapkan satu pohon akan tumbuh dari benih itu. Tapi dengan barakah, pohon yang tumbuh itu bisa lebih dari itu, dan pertumbuhan itu stabil. Barakah dari satu perbuatan baik, sekecil apapun, kita gak pernah tau sebanyak apa. It’s beyond expectation :’)
  • Salah satu perbedaan manusia dengan hewan: Manusia bisa mempercayai bahkan ketika mereka tidak melihat dengan mata sendiri. Sedangkan hewan hanya bisa percaya jika mereka melihat. Contoh: kita berada di sebuah gedung, kemudian ada alarm kebakaran. Meskipun gak melihat api, kita tetap bisa percaya kemudian keluar gedung untuk menyelamatkan diri. Tapi kalau hewan, harus lihat sendiri apinya. *ya karena hewan gak bisa mikir lah ya* Contoh lain, kalau lagi nyetir di jalan, kemudian ada pengumuman 10 km di depan, jalan ditutup. Mau muter balik apa nekat maju terus? Begitulah dengan Islam, ada hal-hal gaib, Allah yang gak bisa kita lihat.. Kita gak harus melihat untuk percaya, karena kita bisa mikir dengan melihat tanda-tanda yang ada.
  • Orang musyrikin Mekah di zaman Rasulullah dulu itu adalah murid paling bebal. Mereka diajar oleh guru terbaik (Rasulullah), dengan kurikulum terbaik (Qur’an) selama 12 tahun, tapi tetap gak ngerti atau gak mau ngerti. Padahal isi pelajaran itu (isi Qur’an periode Mekah) adalah tentang mengesakan Allah dan tidak menyekutukannya dengan apapun, percaya hari kemudian (dan hal-hal gaib juga).
  • Mulai sekarang, berapapun umurmu, mulai pelajari Qur’an. Sediakan waktu dan mulai belajar Qur’an. Ingat, guru kita dalam belajar Qur’an itu Allah lho (‘allamal Qur’an, QS Ar-Rahman:2), meskipun kita belajarnya lewat perantara manusia.
  • Mulai sekarang karena Allah. Mulai dengan nama Allah Ar-Rahman, kemudian lihat barakahnya. Akan penuh kemudahan, insya Allah.

The Final Miracle
Kuliah hari kedua diadakan di PWTC. Hari itu kami berangkat dari flatnya Putu sebelum Maghrib, kemudian shalat Maghrib di surau PWTC. Alhamdulillah bisa sampai tempat acaranya sebelum acara dimulai. Ruangannya besaaar, dan hampir penuh. Di email pendaftaran sih ditulis kapasitas 4000 dan udah penuh, tapi kemarin masih ada lumayan banyak bangku kosong. Acara dibuka oleh MC emmm Dawud siapa gitu lupa 😀

pwtc

Inilah yang sempat saya catat dari kuliah tersebut:

  • Kalau mau memperkenalkan Islam, menjelaskan kenapa Islam benar, adalah bukan dengan debat
  • Apa yang disampaikan ustadz Nouman di sini adalah pemahaman dia tentang kenapa Al Qur’an adalah keajaiban. Tapi itu juga dengan pemahaman yang terbatas. Dan keajaiban Qur’an gak sebatas pemahaman orang tertentu. Ustadz Nouman di sini mempelajari keajaiban Qur’an itu dari aspek linguistik
  • Al Qur’an itu punya pesan, dan kita harus penasaran untuk tau pesan-pesan dalam Al-Qur’an. Karena itu, harus belajar Bahasa Arab
  • I’jazul Qur’an, asal katanya dari ajaz: be on knees, unable to get up. I’jaz: something that make something else incapable, overpower. The Qur’an overpower everything else. Dan kalau kita belajar Qur’an itu kita akan nemu hal2 yang bikin kita overpowered, ngerasa takjub sampai gak bisa ngomong apa2 lagi saking kerennya

Contoh linguistic miracle dalam Qur’an:
– Sumbulah (contohnya buah jagung) pluralnya adalah sumbulaat. Tapi ada juga pluralnya sanaabil. Inilah yang disebut superplural. Contoh lain dari bentuk singular-plural-superplural: kaafir, kaafiruun, kuffaar. Di surat Yusuf disebutkan sumbulaat, dan di Al-Baqarah disebutkan sanaabil. Padahal jumlah yang disebutkan di masing-masing ayat itu sama-sama 7. Bedanya apa? saya lupaaaa -_- coba deh cari ayatnya :p

Selepas acara, kami melihat-lihat booth sponsor yang ada di luar. Di antaranya ada Brotherhood Arts dan Majalah Jom! Brotherhood Arts ini memproduksi dan menjual aksesoris seperti stiker, pin, dan ada juga kaos dan jaket. Majalah Jom! adalah majalah dakwah pemuda di Malaysia. Pertama kali melihat display beberapa edisi majalahnya, langsung tertarik karena desain sampulnya memang menarik sekali.. penuh warna. Isinya pun bagus-bagus. Karena khawatir nggak ngerti isinya, saya cuma beli satu. Eh ternyata mudah dibaca kok meskipun Bahasa Melayu. Mungkin karena bahasanya cukup formal ya. Kalau yang Melayu gaul banyak yang saya nggak ngerti. Sekarang malah pengen baca Majalah Jom! lagi..hihihi. Selain itu kalau gak salah ada stand penyelenggara acaranya. Jadi acara ini diselenggarakan oleh Nur Ala Nur Academy dan Light Upon Light, lembaga pendidikan Islam di Malaysia macem Bayyinah-nya ustadz Nouman gitu kali ya. Pokoknya makasih buanget buat penyelenggara dan panitia for those awesome events! Barakallahu fiikum!

Yak, sekian cerita saya tentang NAK in Malaysia. Makasih banyak buanget buat Mirna yang sudah bareng-bareng sama saya, Putu dan kawan-kawan flatnya yang menampung kami selama di sana: Mbak Putri, Mbak Dewi, Hajar, dan Winwin; serta Umamah yang baik sangat membolehkan kami menumpang mobilnya. Barakallahu fiikunna^^

Advertisements

7 thoughts on “NAK in Malaysia

  1. Makasih ya mba udah share. Saya tau ust. Nouman ali khan ini dr blog mba dan terkagum2 dengan penjelasan dan retorika beliau. Kalo boleh tau, dapay info kajian mereka di asia tenggara dari mana ya mba? Saya juga ingin menghadiri kajian beliau.
    Thanks before 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s