Cerita Tesis

Kalau beberapa minggu lalu saya ditanya tentang tesis, saya mungkin jawab, “Males banget ngerjain tesis… padahal masih banyak banget yang harus dikerjain T_T Kenapa jadi males begini.. padahal pengen lulus.. pengen udahan S2nya T_T” *true story* :p Tapi kalau ditanya sekarang, saya pengen jawab, “SERU!”. Ternyata menjelang deadline pengumpulan draft untuk sidang saya malah merasakan keseruannya 😀

Menurut saya, ngerjain tesis itu seperti belajar berenang. Awalnya takut, ragu, dan khawatir. Ngeliat airnya aja udah serem-serem gimanaaa gitu, apalagi mau nyebur. Menerka-nerka sedalam apa kolamnya. Meragukan diri bisa nggak ya sampai ke seberang sana. Khawatir gelagapan atau malah tenggelam di tengah jalan. Tapi ya udah sih.. karena pengen bisa berenang, ya harus mulai belajar.
Kalau udah dimulai dan bermaksud baik menyelesaikan apa yang udah dimulai, ternyata ada aja jalannya. Dan pas hampir sampai ujung, baru deh kerasa ternyata berenang itu menyenangkan 🙂

Perjalanan ngerjain tesis ini udah kayak rollercoaster dengan turunan dan naikan yang ekstrim. Kadang semangat, kadang ilang mood sama sekali, kadang merasa madesu, kadang ngerasa hilang arah, kadang gatau mau ngapain, kadang bosen, kadang semangat lagi.. hehe. Hambatannya kayaknya lebih banyak dari diri sendiri. Pas udah menjelang deadline, baru deh rasanya semua potensi keluar.

Tapi saya merasa sangat beruntung karena bisa merasakan keseruannya: panik ngebut nulis, menganalisis yang bagaikan melakukan data mining terhadap hasil data mining, cari-cari referensi lagi, manfaatin waktu sebaik-baiknya. Dan sekarang malah merasa kehilangan. Berlelah-lelah untuk kebaikan itu enak. Muflih is sweet, kata Ustadz Nouman. Muflih adalah kesuksesan/keberhasilan yang didapatkan dengan bekerja bersusah payah. Seperti kata Imam Syafi’i kan, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang. Saya gak tau sih tesis saya sukses apa ngga.. tapi dari diri sendiri, saya cukup puas 🙂

Sekarang saya masih nunggu sidang hehehe. Semoga bisa menutup episode ini dengan baik 🙂

Mengerjakan tesis adalah sebuah episode menaklukkan diri sendiri pada salah satu level yang paling tinggi. Melawan semua keraguan, kemalasan, perasaan tidak mampu, dan segala bentuk kekhawatiran. Pada akhirnya, proses panjang ini menyadarkan bahwa, “saya mungkin tidak mampu, tapi Allah selalu bisa membuat saya mampu”. Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah.

Saya selalu teringat pesan Pak Ivan di sebuah kuliah, “Kerjakanlah tugas sebaik-baiknya. Tidak ada ruginya bekerja keras dalam kebaikan, karena akan kembali lagi kepada pelakunya. But it’s not what you get, but what you become”. Bukan masalah hasil yang didapatkan, tapi bagaimana prosesnya dapat mengantarkan seseorang menjadi lebih baik dari sebelumnya, dan lebih siap untuk tugas-tugas berikutnya.

and now i feel like i want to do some more researches

Advertisements

5 thoughts on “Cerita Tesis

  1. Suka bagian yang iniii…
    “Bukan masalah hasil yang didapatkan, tapi bagaimana prosesnya dapat mengantarkan seseorang menjadi lebih baik dari sebelumnya, dan lebih siap untuk tugas-tugas berikutnya.”

    Kenapa harus galau gara2 takut nilainya jelek..?
    Yang daku nikmati adalah prosesnya..!! Huhu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s