pekerjaan orang kuat

“mencintai (tdk hanya diri sendiri, tp jg keluarga & ummat) adalah pekerjaan orang-orang kuat” 🙂

Scientia Afifah

16 Mei ’13

Waktu saya kecil dan ikut menemani Ibu keliling kota Jakarta mengisi pengajian di kantor-kantor, saya acap bertanya-tanya setiap kali melihat gedung-gedung bertingkat tinggi: apa isi dari gedung-gedung itu? Ada banyak orang di gedung itu kan? Apa saja yang mereka lakukan? Apa bedanya perusahaan ini dan itu? Karena kosakata pekerjaan di kepala saya saat itu sebatas dokter, guru, pilot, maka saya keheranan ada berbondong-bondong orang yang setiap harinya rela berangkat pagi, terjebak kemacetan, kemudian pulang sorenya, terjebak kemacetan pula. Tapi mereka terus saja begitu, sampai bertahun-tahun, sampai mencapai titik yang mereka anggap sebagai puncak karier mereka.

Ah, karier? Kata apa pula itu? Saya tidak menemukan kata ‘karier’ dalam status pekerjaan bapak maupun ibu saya. Okelah, Ibu adalah orang yang sibuk dengan jam terbang yang tinggi, tapi sampai saat ini, status pekerjaan di KTP Ibu saya tetap sama: Ibu Rumah Tangga. Wanita yang sampai saat ini masih sempatnya menyiapkan…

View original post 983 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s