Wastaqim kamaa umirta!

Gw inget banget.. gw denger ceramah NAK itu di bulan Ramadhan. Dengan potongan ayat yang terus ia ulang2.. “Kaburo ‘alal musyrikiina maa tad’uuhum ilaihi”. Adalah perkara yang besar bagi kaum musyrikin Mekah untuk menerima apa yang kamu serukan pada mereka. Sulit, sulit bagi mereka untuk menerimanya. Apa yang diserukan Muhammad begitu mengacak2 konsep hidup mereka selama ini. Apa itu? Kesetaraan dengan budak? Mereka biasa merendahkan budak. Menyembah Allah dan tidak menyekutukannya dengan apapun? Mereka terbiasa meminta pada berhala.  Mengikuti seorang anak muda bernama Muhammad? Menerima ajaran Islam yang diperkenalkannya? Apalah itu, mereka terbiasa mengikuti nenek moyang.

“Kaburo ‘alal musyrikiina maa tad’uuhum ilaihi”. It’s really a big deal for the musyrikin what you’re calling them to. (Asy-Syura:13)

Siapa yang memegang kekuasaan saat itu? Siapa yang menguasai politik? Siapa yang menguasai pasar? Siapa yang menguasai media dan opini masyarakat?

Apa sumber daya yang dimiliki Muhammad? Berapa orang yang berjuang bersamanya? Apa aja intimidasi yang udah diterimanya?

Segimanapun sulit dan beratnya, Rasulullah tetap teguh sebagaimana yang diperintahkan kepadanya. “Falidzaalika fad’u, wastaqim kamaa umirta”. Maka karena itu serulah mereka pada agama dan tetap teguhlah sebagaimana diperintahkan kepadamu (Asy-Syura:15). Iya memang sulit. Iya memang berat. Iya memang melelahkan. Iya mereka memang akan ragu. Karena itu serulah mereka pada agama ini. Dan tetap teguhlah sebagaimana diperintahkan padamu, bukan karena mudah, bukan karena ringan, bukan karena keberhasilan yang kau dapatkan, bukan karena pujian, tapi karena diperintahkan padamu.

Dan kalau bertanya2, apa gunanya? Toh tangan kecil saya, usaha kecil saya gak akan membawa perubahan apa2? Jawabannya, tugas kita hanyalah berusaha. Urusan perubahan bukan milik kita. Itu domain Allah. Nuh aja berusaha selama 950 tahun, namun pengikutnya gak banyak, anaknya sendiri nggak mau dia ajak. Kalau kita bikin kegiatan, yang datang cuma 5 orang, padahal udah nyebar undangan ke sana sini. Sama sekali bukan kegagalan kalau niatnya adalah untuk menyeru pada agama Allah, sebagai bentuk ibadah padaNya.

*sekedar share ceramah NAK (dari seri “When Muslim Work Together“, versi pendeknya di “Results are not in your hands“). Merasakan media (baik mainstream maupun socmed) yang kadang ganas, memang kadang harus tutup kuping, apalagi kalau realitanya memang banyak orang2 yang bekerja, yang kongkrit, meskipun gak pernah dibahas di media, atau bahkan dicaci maki di media.

Do whatever you can do. No matter how small it is.

Advertisements

3 thoughts on “Wastaqim kamaa umirta!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s