Ilmu & Fitrah

There’s a difference between ‘ilm and ‘ilm that benefits (rushd) most ppl you’ll meet will have ‘ilm but it won’t help them recognize Allah.
Those with true intellect reflect on the subtle signs of Allah ‘azzawajal.
If you look at some of the great philosophers and thinkers from history, you’ll notice that what was triggering them to (almost) recognize Allah, was the same thing that kept them away from really getting there–their intellect.
Similarly, shaytan has more knowledge than all of humanity from the beginning of time, but did his knowledge help him or hurt him?
We ask Allah to make our knowledge an evidence for us and not against us on yaum ul Qiyamah. Allahummah Ameen.

Setelah membaca tweets dari @DawahTips di atas, barulah saya ngeh kenapa Ustadz Nouman pernah bilang begini:

“If you are a bad human being, and you take an Arabic class, you’ll be a bad human being in the end of nine months who can speak a little of Arabic”.

Sebelumnya gak ngeh2 amat karena saya pikir, yang namanya ilmu itu selalu mencerahkan. Kan ada juga yang bilang tuh, kalau hati gak dikasih makan ilmu dalam 3 hari, dia akan mati. Nah berarti kan ilmu itu makanan buat hati. Harusnya setiap kali dikasih ilmu jadi makin sehat hatinya. Eh ya ternyata enggak juga. Tergantung ilmu apa dulu kali ya. Lah kalo ilmu hitam mah bikin hati makin kelam dong ah XD

Bahkan Ustadz Nouman bilang, anak2 yang menghapal Qur’an pun belum tentu baik loh, kalau fitrahnya gak terjaga. Bisa aja mereka main lari2an di halaman masjid, sementara di masjid sedang berlangsung shalat fardhu berjama’ah. Begitu juga ilmu yang dimiliki ulama ya. Kalau fitrahnya gak terjaga mungkin juga dia bisa lupa bahwa dia hanyalah hamba. “Knowledge can be very convincing, even for the wrong things“. Orang berilmu bisa aja tampil sangat meyakinkan, tapi belum tentu dia baik. Ilmu itu gak bikin dia jadi orang baik, kalau fitrahnya udah rusak/tercemar.

Apa sih fitrah itu? Kalo diibaratin komputer, kita ini ketika diciptakan adalah komputer2 yang di dalamnya udah diinstall sebuah software berjudul Fitrah. Software ini berisi nilai2 dasar kemanusiaan, kepantasan, kebaikan, yang berujung pada mengesakan Allah. Itu menurut bahasa saya..huehehe. Kalau diambil dari glossary di suhaibwebb.com katanya begini: An innate disposition towards virtue, knowledge, and the oneness of God. Muslims believe every child is born with fitrah. Kecenderungan bawaan yang menuju pada kebajikan. Begitu lah ya terjemahnya..hehe. Jadi pada dasarnya semua orang terlahir dengan kecenderungan untuk menuju kebaikan.

Nah masalah dimulai ketika nih orang (kita2 sih maksudnya) mulai mengenal dunia. Baik dikenalkan/diajari oleh orangtuanya, atau kemudian ia belajar sendiri. Di sinilah tantangannya, dan di sinilah ujiannya. Kalau hidup kagak ada ujiannya, dari mana kita bisa dinilai? Wong pas lahir posisinya semua sama. Namun ketika diuji itulah, baru keliatan kualitasnya, mana yang tetap dalam fitrahnya, dan mana yang lama2 melepaskannya. Ujian ilmu hanyalah salah satunya.

Kalo ngomongin fitrah, panjang buener deh kayaknya.. Ustadz Nouman sudah membahasnya di video di bawah ini.

Dari video di atas, saya catat setidaknya ada lima hal yang harus diperhatikan untuk menjaga fitrah (terutama ini dari orang tua pada anak):

  1. Sense of purpose. Harus menanamkan dan memberi arahan tentang tujuan hidup, biar kagak gaje (gajelas) hidupnya. Bener banget sih.. orang2 yang ngabisin waktu tawuran, narkobaan, dugem, kemungkinan besar gak jelas tujuan hidupnya.
  2. Good company. Tanamkan untuk punya teman2 yang baik. Gile bok jaman sekarang, anak SD aje punya HP canggih2 isinya porno2an 😦
  3. Hands-on lessons. Beri pelajaran sekaligus praktekkan. Jadi teladan, jadi contoh yang baik. Jadi inget Ustadz Nouman pernah bilang, setiap kali dia masukin sedekah ke kotak sumbangan, yang teringat di benaknya adalah betapa dulu ayahnya mengajari Nouman kecil untuk memasukkan uang ke kotak sumbangan kalau mereka ke masjid 🙂
  4. Respect. Ajari untuk menghormati siapapun, terutama orang yang lebih tua.
  5. Reflection. Punya kesadaran diri yang baik. Ada waktu2 di mana kita harus refleksi, muhasabah bahasa kerennya mah, untuk mengevaluasi diri, merenungkan kesalahan2, menata diri jadi lebih baik.

Semoga kita termasuk orang2 yang berada dalam fitrah yang lurus 🙂

Hadapkanlah wajahmu dengan lurus pada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (QS ar-Rum [30]: 30)

Advertisements

One thought on “Ilmu & Fitrah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s