Khadijah, Mother of The Believers [part 2]

Baca bagian satunya di sini🙂

Pada suatu titik dalam hidupnya, Muhammad merasa resah. Dia menginginkan ada perubahan. Karena itu, ia sering menyendiri di Gua Hira di Jabal Nur (dulu belum dikasih nama Jabal Nur, dikasih nama Nur karena sebagai tempat turun wahyu). Beliau ingin merenung, dan kontemplasi beberapa hari di sana. Khadijah membawakan bekal makanan dan minuman. Tapi setelah beberapa hari Khadijah khawatir, jadilah ia menyusul ke Gua Hira dan membawakan bekal tambahan. (FYI, di masa sekarang untuk naik dari dasar gunung ke Gua Hira perlu 2 jam, dan dari ka’bah ke dasar gunungnya perlu 1 jam).

Saat Jibril datang membawa wahyu, Muhammad ketakutan. Kemudian ia pulang ke rumah Khadijah dan bilang, zammilunii.. (selimuti aku). Khadijah menyelimutinya dan menenangkannya. Muhammad bisa aja pulang ke rumah Abu Thalib atau siapa gitu kan sebenarnya, tapi ia memilih pulang ke Khadijah. The number one who will comfort him is his wife. Kemudian Muhammad menceritakan kejadian barusan dan Khadijah menenangkannya dengan berkata, “demi Allah, Allah tidak akan merendahkanmu selama-lamanya, sungguh engkau adalah orang yang menyambung silaturahmi, jujur dalam berbicara, senang memuliakan tamu, menanggung kesusahan orang lain, bersedekah kepada orang yang tidak punya dan menolong orang yang terdzalimi.”

Anyway, kalo ada orang ngaku2 dapat wahyu kan biasanya dia langsung koar2 bilang ke semua orang, woy gw dapet wahyu nih.. Nah tapi Rasulullah ini, reaksi pertamanya adalah takut dan gemetar, dan dia pergi ke Khadijah dan menceritakan ketakutannya. Berarti benar yang disaksikan dan dialami Rasul itu sesuatu yang mencengangkan.

Nah kemudian Khadijah ngajak Rasul ketemu sama sepupunya, Waraqah yang saat itu sudah tua, mungkin usianya 70 tahunan. Orang yang dipilih Khadijah untuk bertanya ini juga menunjukkan intelejensi Khadijah, karena Waraqah saat itu adalah orang paling berilmu di Mekah. Kemudian tau lah ya ceritanya gimana.

Selanjutnya tentang anak2 Rasul dari Khadijah. Mengenai jumlahnya ada perbedaan pendapat. Karena memang ada yang meninggal saat masih kecil. Saat itu ga heran anak banyak yang meninggal pas masih kecil, karena kalau sakit ga ada pengobatan memadai. Anak2 Rasulullah dan Khadijah:

  1. Qasim (meninggal sebelum Muhammad diangkat jadi rasul, 5-6 tahun setelah nikah)
  2. Zainab (nikah dengan ‘Abul ‘Ash, anaknya Hala saudari Khadijah)
  3. Ruqayyah (sebelumnya udah mau nikah sama anaknya Abu Lahab, ‘Utbah, tapi setelah Rasul nyebarin Islam, Abu Lahab memutuskan untuk ga jadi menikahkan/eh atau menceraikan gitu ya, lupa dah nikah blm). Akhirnya ia nikah dengan ‘Utsman. Ruqayyah meninggal saat perang Badar. ‘Utsman ga ikut perang Badar krn disuruh Rasul ngejaga Ruqayyah yg sakit.
  4. Ummi Kultsum (Sama, awalnya mau nikah sama anaknya Abu Lahab). Setelah Ruqayyah meninggal, Ummi Kulstum nikah sama ‘Utsman. Ia meninggal di tahun ke 9 hijrah
  5. Fathimah. Lahir saat Rasul berusia 35 th, dan meninggalnya 6 bulan setelah Rasul wafat
  6. Abdullah. Lahir setelah kenabian. Ada yang bilang ada lagi anaknya bernama At Thoyyib dan At Thohir. Tapi ada juga yang berpendapat 2 nama ini adalah panggilannya Abdullah.

Jibril pernah bilang ke Rasul untuk menyampaikan salam ke Khadijah, dan bilang bahwa di surga ada rumah utk Khadijah yang:

  1. terbuat dari mutiara/batuan mahal
  2. bebas dari kegaduhan/tekanan/cobaan dan kelelahan. Soalnya selama di dunia Khadijah merasakan ini, maka di surga nanti ia bebas dari hal ini. Banyak tekanan dan cobaan yang Khadijah alami dari orang2 Quraisy sehubungan dengan kenabian Muhammad. Tapi begitulah seharusnya seorang istri, she can’t be at peace when her husband not at peace.

Ketika Jibril A.S. datang kepada Nabi SAW, dia berkata :”Wahai, Rasulullah, inilah Khadijah telah datang membawa sebuah wadah berisi kuah dan makanan atau minuman. Apabila dia datang kepadamu, sampaikan salam kepadanya dari Tuhannya dan aku, dan beritahukan kepadanya tentang sebuah rumah di syurga dari mutiara yang tiada keributan di dalamnya dan tidak ada kepayahan.” [HR. Bukhari dalam “Fadhaail Ashhaabin Nabi SAW. Imam Adz-Dzahabi berkata :”Keshahihannya telah disepakati.”]

Ada lagi riwayat tentang Jibril menyampaikan salam dari Allah untuk Khadijah.

“Jibril datang kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan ada Khadijah di sisi Nabi, Jibril berkata : “Allah menyampaikan salam untuk Khadijah” Khadijah berkata : “Sesungguhnya Allah-lah As-Salam, dan as-salam atas Jibril dan engkau wa rahmatullah” ( HR Imam Hakim (4/175) , Imam Nasa’i dalam Al Kubra (10134), Imam Al Bazzar (1903), dan Imam Ath Thabrani dalam Al Kabir (23/15 no 25 dan 26)

Jawaban Khadijah ini menunjukkan menunjukkan intelejensinya dalam menjawab salam dari Allah, karena ia tidak menjawab wa’alaikumsalam untuk Allah. Karena sahabat lain ada yang pernah mau bilang salam ke Allah. Ke Allah gak bisa bilang salam ‘alaika karena  salam itu dari Allah, begitu juga kita ga bisa bilang jazakallah ke Allah, karena jaza itu dari Allah. Kemudian Khadijah bilang. Khadijah jawab “innallaha huwa As Salam (Allah is As Salam), wa ‘ala Jibril as salam, wa ‘alaika ya Rasulullah salamullah warahmatuh”.

Khadijah meninggal di saat yg berat bagi rasulullah. Tahun itu disebut ‘amul huzn, tahun kesedihan karena adanya tiga peristiwa ini:

  1. Penolakan di Thaif (the most difficult day in Rasulullah’s life)
  2. Wafatnya Abu Thalib (pelindung Rasulullah di Mekah)
  3. Wafatnya Khadijah (3 th sebelum hijrah)

Para sahabat merasa khawatir karena duka Rasulullah, lalu menyarankan beliau menikah lagi. Dan akhirnya beliau nikah sama Saudah (gatau persisnya kapan).

Khadijah hidup bersama Rasul selama 25 tahun, dan menjadi satu2nya istri selama itu. Selepas kepergian Khadijah, Rasulullah masih sangat mengenangnya. Contohnya ketika Rasul dikirimi makanan, sebagian akan dikirimkan ke tetangga/teman2nya Khadijah. Ketika ada wanita tua mengunjungi beliau, beliau menyambut saaangat ramah. Aisyah sampai bertanya, siapa dia? dan ternyata wanita itu adalah temannya Khadijah.

Saat perang Badar, ‘Abul ‘Ash jadi tawanan kaum Muslim (Dia berperang untuk Quraisy karena dipaksa keluarganya, padahal dia ga memerangi Islam. Begitupun Zainab putri Rasul, istri ‘Abul ‘Ash, masih di Mekah ga ikut hijrah karena dipaksa keluarga suaminya). Tawanan itu kan harus ditebus kalau mau bebas. Nah yang mau ngasih tebusan itu Zainab. Dia ngasihin tebusan kalung yg dikasih oleh Khadijah (sebelumnya biasa dipake juga oleh Khadijah) di hari pernikahan Zainab. Ketika rasul melihat kalung itu, para sahabat bisa melihat duka di wajahnya😦 Seakan kenangan akan Khadijah muncul kembali. Akhirnya ‘Abul ‘Ash dibebaskan, dan kalungnya pun ga diambil, asal Zainab dikembalikan pada nabi. ‘Abul ‘Ash pada akhirnya masuk Islam.

Aisyah ga pernah liat atau ketemu Khadijah, tapi dia bilang, ga pernah cemburu pada wanita manapun selain pada Khadijah. Karena Rasul sering sekali mengingat/menyebutnya. Suatu hari Hala mengunjungi rumah Rasul, dan mendengar suara Hala yg mirip Khadijah. Rasul sedih. Aisyah gak tahan, akhirnya dia melepaskan kekesalannya dengan berkata,

‘bukankah Khadijah itu hanyalah seorang yang sudah tua, yang Allah telah menggantikannya dengan yang lebih baik untukmu’. Maka Rasulullah pun sangat marah, beliau bersabda, ‘tidak demi Allah, Allah tidak menggantikannya dengan yang lebih baik sama sekali. Ia beriman kepadaku di saat manusia mengkafiriku, ia membenarkanku saat manusia mendustakanku, ia mendukungku dengan hartanya saat manusia menahan hartanya dariku, Allah mengaruniakan kepadaku anak darinya saat wanita lainnya tidak.’”. Aisyah pun mengatakan, “aku berkata dalam diriku, ‘aku tidak akan menjelekkannya selama-lamanya.’”.

Rasul pernah menggambar 4 garis di atas pasir. Dan ternyata maksudnya adalah empat wanita terbaik sepanjang zaman, yaitu: Khadijah, Fathimah, Asiyah (istri Fir’aun), dan Maryam binti Imran. Dan ada yang menyebutkan juga beliau berkata, ada banyak laki2 yang imannya disempurnakan, tapi wanita yang imannya disempurnakan hanya 4 wanita tadi.

Kesimpulannya, perkataan ini: “behind every great man, there must be a great woman” bukan perkataan klise, tapi mutlak benar adanya. Bagaimanapun hebatnya laki2, dia butuh istri yg mendukungnya. Give him support, comfort, confidence. Untuk seorang sehebat Rasul, Allah memilihkan wanita terbaik: Khadijah. Bagaimanapun tekanan di luar rumah, cinta dan dukungan yang diberikan Khadijah di  dalam rumahnya memberikan kekuatan pada Rasul untuk menghadapinya.

“Sesungguhnya dunia itu  adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim no. 1467)

“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya, dan bila ia pergi, istri ini akan menjaga dirinya.” (HR. Abu Dawud no. 1417)

One thought on “Khadijah, Mother of The Believers [part 2]

  1. […] Rasulullah kalau marah tidak dilampiaskan dengan kasar. Contohnya saat Aisyah menyinggung soal Khadijah yang waktu itu telah wafat. Beliau tidak suka, tapi meresponnya dengan menyampaikan betapa istimewanya Khadijah tanpa menjatuhkan Aisyah. […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s