Coolness of the eyes

Bisa baca juga transkrip yang mirip di sini

Barusan nonton video di atas dan baru tau kalau terjemahan qurrota a’yun (penyejuk mata) dalam bahasa Inggris adalah coolness of the eyes 😀 Video ini berisi ceramah Nouman Ali Khan, seorang da’i di Amerika Serikat yang juga pendiri dan CEO Bayyinah, sebuah lembaga pendidikan Islam di sana. Ceramahnya tentang do’a favorit beliau dalam Qur’an yang ada di QS Al-Furqon:74. Udah tau dong ya..

وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍۢ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Our Lord! Bestow on us from our spouses and our offspring who will be the comfort (Literally: the coolness) of our eyes, and make us leaders for the righteous”

Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

Kirain, penyejuk mata itu literally merefer ke kesejukan mata yang timbul karena keindahan pemandangan. Jadi inget juga kalo ada ikhwan yg menyebut akhwat cantik sebagai qurrota a’yun.. Haha.. Padahal mah maknanya jauh dari itu.. Lebih dalam, lebih luas, lebih indah! It has nothing to do with beauty or handsomeness. Sesuai dengan janji Allah yang tidak menilai kita dari tampang/fisik melainkan dari ketakwaan, qurrota a’yun juga berkaitan dengan itu. Kita gak bisa milih dilahirkan dengan fisik seperti apa, tapi kita bisa memilih untuk bertakwa. Betapa adilnya 🙂

Bangsa Arab memiliki 2 ungkapan untuk mengekspresikan 2 kondisi berbeda: the eyes become warm dan the eyes become cool. The eyes become warm digunakan untuk mengekspresikan kesedihan, depresi, kemuraman. Sedangkan the eyes become cool digunakan untuk menunjukkan kebahagiaan, ketenangan, kesenangan. Contohnya, ketika di airport ada seorang ibu  yang melepas kepergian anaknya untuk berangkat ke suatu tempat. Ibu ini menangis sedih karena akan kehilangan anaknya (meskipun untuk sementara). Her eyes become warm. Di tempat yang sama, ada ibu yang menyambut kepulangan anaknya. Ia menangis bahagia karena setelah sekian lama berpisah, akhirnya bisa ketemu. Her eyes become cool. Nah, term kedua inilah yang menjadi makna dari qurrota a’yun, to express tears of joy.

Makna lainnya, masih dilatari dengan cerita dari Arab, di mana orang-orang Arab itu kan suka bepergian di padang pasir. Dan, selama bepergian itu gak jarang mereka diserbu badai pasir. Kendaraan mereka saat itu, unta kan punya bulu mata yang tebal dan bisa melindungi matanya dari pasir meskipun ga ngedip. Tapi bagi si pengendara yang gak punya keistimewaaan itu, harus berhenti dulu dan berlindung di gua. Saat berlindung di gua dan selamat dari badai itulah dia mengatakan,  “my eyes have finally become cool, qorrata ‘ainayya”.

Jadi dari Al-Furqon:74 ini kita diajari untuk berdo’a, agar menemukan qurrota a’yun di dalam keluarga kita, di dalam diri pasangan dan anak2 –yang dimaksud dengan keturunan di sini bukan hanya keturunan langsung (anak aja), tapi juga keturunan yang seterusnya (cucu, cicit, dll)–. Berarti ada ketenangan (sakinah), kebahagiaan, dan kedamaian yang bisa kita temukan dalam keluarga. Ada hubungan antar anggota keluarga yang baik dan harmonis, anggota keluarga yang sholih dan baik2. Terlebih lagi, keluarga di rumah ini seharusnya menjadi tempat pulang yang menyenangkan dan menenangkan setelah seharian bekerja atau menghadapi ‘badai’ di luar rumah. *Ironisnya, jaman sekarang mah katanya banyak yang rumah tangganya bagai neraka*

Satu poin penting lagi, kenapa kita harus berdo’a supaya keturunan kita jadi qurrota a’yun, jadi orang yang membuat kita tentram tenang dan bahagia karena kesolehannya, adalah karena kita juga bertanggung jawab untuk membuat itu terjadi. Kalo kitanya ngaco, entar ngedidik anak ngaco, anak kita ngedidik anaknya lebih ngaco lagi, kitalah yang nanti akan ditanya, ini kenapa anak2 dan cucu2 kamu jadi pada ngaco begini? Saya mah suka heran sama orang yang udah akan (atau telah) jadi imam keluarga dan atau jadi ayah tapi sholatnya masih bolong2, ga peduli halal haram, males belajar hukum Islam.. astaghfirullah.. mau dibawa ke mana keluarganya?

Terakhir… tau gak lanjutan ayat ini di QS Al-Furqon apa?

أُو۟لَٰٓئِكَ يُجْزَوْنَ ٱلْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا۟ وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةًۭ وَسَلَٰمًا

Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam syurga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya (Al-Furqon:75)

Allah Maha Baik 🙂

Advertisements

15 thoughts on “Coolness of the eyes

  1. inasakamila says:

    Mila juga suka banget doa itu… 😀
    Ngga ketinggalan dibaca abis sholat.

    *pasangan dan anak yang membahagiakan + kita menjadi bagian orang2 yang bertakwa => Doa yang lengkap.

  2. rizki kurnia says:

    masya Allah, tulisan yang bagus mbak. semoga kita selalu diberi petunjuk untuk menuju keshalihan sehingga dapat dianugerahi keluarga dan keturunan yg shalih. ada juga tu do’a agak mirip yang dibaca Nabi Ibrahim dalam Al Qur’an, tapi lupa suratnya apa, yang jelas berharap agar kita dan keturunan kita menjadi orang-orang yang tetap mendirikan shalat. hehe, mirip nggak sih?

  3. heningsept says:

    @inasakamila: sama 🙂
    @rizki kurnia: aamiin.. ada2.. yg ini bukan? 🙂
    رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
    “Robbi hablii minash shoolihiin” [Ya Rabbku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh]”. (QS. Ash Shaffaat: 100)
    Dari http://muslim.or.id/uncategorized/doa-meminta-anak-yang-sholeh.html

  4. jaka says:

    Salam Kenal Untuk Semuanya Yaa… 🙂

  5. nadiaananda says:

    Weleh weleh.. Begini ya.. Ketika Orang Berilmu memberikan Ilmunya hanya ada 1 Kalimat “Semoga ilmu itu Berguna Untuk Orang Lain”.. 🙂

  6. Reblogged this on Bengkel Budaya and commented:
    Paparan yang sungguh menarik dan membuat hati tersentuh 🙂 Makasih Mbak Hening

  7. Eda Sutjipto says:

    alhamdulillah mbak..aku suka banget postingannya. sebenernya sih byk yg lain jg suka hihihi. makasih mbak utk share nya 🙂 ijin reblog yahh

  8. Poe says:

    TFS ya, bagus banget tulisannya. salam kenal akupoetri.multiply.com/journal 🙂

  9. heningsept says:

    @alfi, mbak eda: silakan dishare/reblog.. makasih 🙂
    @poe: alhamdulillah.. materi dari ustadznya itu yg bagus 🙂 salam kenal jg..

  10. […] Akhirnya saya berhasil selesai nonton ceramah itu. Dan… rasanya… pengen nangiiis :’) Nangis bahagia karena baru kali itu ada yang bahas tafsir Qur’an segitu indahnya. Dia bisa menjelaskan dengan sangat jelas, dengan pemahaman terhadap bahasa dan budaya di mana Qur’an diturunkan, dengan contoh nyata yang relevan banget sama masa sekarang. Bener2 nonjok2 hati in a good way Oya, bukan hanya menjelaskan, tapi juga menginspirasi sehingga saya jadi tau, setelah denger itu, apa yang harus saya lakukan. Oya, saya juga nulis catatan setelah dengerin ceramah itu di sini. […]

  11. […] target untuk hafal Qur’an! Gak cuma itu, dengan izin Allah suatu hari si Hening ini nemu videonya ustadz Nouman Ali Khan, yang penjelasan tafsir Qur’annya bikin dia jatuh cinta makin dalam sama Qur’an. Makin […]

  12. […] Amul huzn yang dialami Rasulullah, dibalas dengan yang jauuuuuh lebih baik: isra’ mi’raj. When he was soooo near to Allah. And the gift given to him and his ummah is: shalat. Kita seringkali menganggap shalat itu beban.. padahal shalat itu refuge from the storm. Rasulullah bilang shalat itu coolness of the eyes. […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s