Manado (hari 3)

Okeh, cerita tentang hari 1-2 udah lama banget saya tulis di sini. Baru sekarang deh disambung dengan cerita hari ke-3. Jadi di hari Sabtu itu saya dan teman2 pengen berwisata di Manado. Yang terkenal di sana sih tentunya taman laut Bunaken. Tapi kalau ke sana tentunya harus naik kapal laut, dan saat itu cuaca lagi gak bagus, lautnya pun sangat bergelombang jadi kalau gak biasa naik kapal kemungkinan dapet muntah2 mabuk laut doang. Jadi kami nyewa mobil untuk puter2 Manado aja. Sewa mobil plus supir itu 500 ribu, mahal ya.

Pertama2, beli oleh2 di Merciful Building. Lokasinya gak begitu jauh dari Aston Manado. Oleh2 yang dijual di sini lumayan lengkap, mulai dari makanan, suvenir sampai kaos. Oleh2 khas Manado itu klappertaart, tp harganya mahal sekaleee.. Satu cup kecil aja bisa sampe 20ribu. Selain itu, oleh2 makanannya mirip sama oleh2 dari Jawa Tengah, seperti (bak)pia.

merciful_building

Merciful Building, toko oleh2

Setelah itu, kami ke Tomohon, kota asalnya Angel Karamoy. Katanya mah cewe2 sini cantik2 kayak si Angel. Di sini, kami ke daerah pengrajin rumah kayu. Sepanjang jalan banyak rumah kayu yang bentuknya seperti rumah panggung. Ternyata, rumah2 ini untuk dijual, tapi bukan untuk ditinggali di situ, tapi dibawa ke tempat pembeli. Nanti rumah ini dibongkar, terus dikemas dan dikirim ke tempat pembeli, lalu disusun lagi sama pengrajinnya di sana. Pembelinya sampai mancanegara lho.. Harganya kalau gak salah sekitar 200 juta, tapi tergantung besar rumahnya juga. Rumah kayu ini katanya lebih tahan gempa ya.

rumah_kayu

Rumah Kayu

Tomohon ini sebenarnya juga terkenal sama pasarnya yang menjual hewan2 yang tidak lazim untuk dimakan, seperti ular, kelelawar, anjing, monyet, dll. Kata supir yang mengantar kami, orang Manado memang suka makan daging hewan seperti itu. Terus katanya (ini no offense ya buat orang Manado, saya cuma dapet info dari supir) orang Manado itu suka berpesta, bukan hanya pesta pernikahan, bahkan kalau ada yang meninggal pun ada pestanya, untuk menghibur diri katanya.

Selanjutnya kami ke Bukit Kasih. Di sini ada monumen 5 agama, sebagai tanda perdamaian dan saling menghormati nampaknya. Lalu ada sumber air panas juga, jadi bau belerang. Di bukit nan jauh di sana itu ada juga tempat 5 tempat ibadah masing2 agama. Di sana juga banyak warung2 tempat istirahat yang jual makanan dan kaos2 suvenir. Pemilik warungnya ada yang melihara burung Manguni, udah jinak!

bukit_kasih

Bukit Kasih

burung_manguni

Burung Manguni

Abis itu… sebenarnya sempet mengunjungi suatu danau yang saya lupa namanya, tapi karena hujan dan berkabut, jadi gak keliatan apa T_T Hari itu memang bukan hari yang tepat untuk jalan2, karena hujan terus. Akhirnya sebelum Dzuhur kami menuju bandara Sam Ratulangi untuk pulang ke Jakarta. Demikian..  see ya Manado!

Advertisements

7 thoughts on “Manado (hari 3)

  1. Pasti Danau Linau yang akan berwarna kalo terkena sinar matahari !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  2. Farhan says:

    mampir juga dong ke makam Imam Bonjol di Tomohon

  3. siti says:

    sewa mobil 500 ribu? ketipu deh klo gtu, biasanya 350 dah plus sopirnya,

  4. Jika tertarik untuk membeli Produk Rumah Kayu Knock Down Produksi Kelurahan Woloan, Kota Tomohon, Manado – Sulawesi Utara dapat menghubungi kami : CV. Woloan Permai Tomohon. Hp. 085240800875/ 081337600101 (Bapak Fickry Pantow SH, Owner/Director). Atau kunjungi website kami: http://www.rumahkayumanado.com. Terima Kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s