sadly, this is what happened in Afghanistan

Kemarin dapet link ini dari twitternya @NGIndonesia: http://nationalgeographic.co.id/photography/246/galeri-perang-opium

Sediih banget liat foto2 di situ, terutama di bagian ibu dan anak2 yg nangis ketakutan, keterangan fotonya begini:

Seorang ibu (berkerudungmerah) dan anak-anaknya menangis ketika polisi Afghanistan membabat ladang opiumnya ketika berlangsung penggerebekan di timur laut Afghanistan. Suami perempuan itu tewas dibunuh pemberontak, katanya, dan opium adalah satu-satunya sumber penghasilannya

Terus di bagian 2 orang Bapak2 lg make opium, padahal di deketnya ada 2 orang anak kecil.

Kecanduan opium sudah mewabah di Sar Ab, desa di Badakhshan. “Seluruh keluarga saya kecanduan”, kata Juma Gul (kanan), yang mengisap opium bersama temannya, padahal anak-anak perempuannya duduk di dekatnya. “Tapi, begitu juga tikus dan ular”. Opium sering digunakan sebagai obat di daerah terpencil yang tidak memiliki layanan kesehatan.

Ada apa dengan Afghanistan dan Opium? Kemaren dapet info dari @lenidisini juga, menurut tulisan di sini, opium itu makanan yang biasa untuk orang Afghanistan. Berikut ini tulisannya:

Menurut kisah yang ditayangkan di stasiun televisi CNN 24 Januri 2011, suatu daerah terpencil di provinsi Balkh, Afghanistan bagian utara opium bukanlah barang haram yang susah didapat ataupun dilarang. Anak-anak di sana bahkan menelan opium murni semudah menelan kacang, tanpa tahu apa bahayanya. Itu karena orangtua mereka terbiasa memberi asupan opium sebagai obat.

Seorang warga di Balkh, Aziza, memberi makan anaknya yang berusia empat tahun, Omaidullah, dengan opium yang disimpannya di dalam plastic. Dia mengatakan dengan opium, anaknya jadi tenang dan tertidur. “Jika saya tidak memberinya opium, dia tidak akan tidur, dan saya tidak bisa bekerja,” ujar Aziza.

Aziza hanyalah satu dari banyak orangtua yang memberi anaknya opium. Aziza seperti kebanyakan warga di desa tersebut yaitu miskin dan tidak memiliki pendidikan yang cukup. Wanita ini tidak tahu apa risiko opium yang diberikan kepada anaknya. “Kami juga memberi opium ketika anak-anak sakit,” ujar Aziza. Di daerah ini sangat sulit menemukan pelayanan kesehatan sehingga harga obat sangat mahal. Ditambah lagi kemiskinan yang begitu mencekam, membuat mereka menelan opium.

Getah dari tanaman ini juga digunakan orang dewasa untuk membuat mereka kuat bekerja selama berjam-jam dan hal ini sudah berlangsung selama beberapa generasi. Jadi opium sudah dipakai terus menerus dan dalam setiap situasi, waktu sakit, waktu anak-anak mereka menangis, waktu tidak bisa tidur, waktu bekerja, kapan saja.

Opium adalah salah satu jenis narkotika paling berbahaya yang berfungsi memberikan ketenangan dan kesegaran pada tubuh. Jika seseorang ketagihan, tubuhnya tidak akan mampu lagi menjalankan fungsi-fungsinya tanpa mengkonsumsi opium dalam dosis yang biasanya. Dia akan merasakan sakit yang luar biasa jika tidak bisa memperolehnya.

Saat ini, di beberapa tempat di Afghanistan para tetua desa mulai meninggalkan opium dan bertobat. Tapi bagaimana dengan anak-anak yang ada di sana, bagaimana dengan orang tua mereka? Harus ada orang yang memberikan pengarahan bagaimana pengaruh buruk opium buat mereka.

Gw baru tau. Sedih ya T_T

 

Advertisements

2 thoughts on “sadly, this is what happened in Afghanistan

  1. Innaalillaahi….

    Kasian banget anak-anak di sana. Gmn bangsanya mau maju,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s