cinta?

kalo ada yang bilang, cintaku tanpa syarat.

huah, saya tak setuju. cinta itu harusnya ada syaratnya.. hehe.. semacam syaratnya ummu sulaim pada abu thalhah, “islammu, itulah maharku!”

kalo ada yang bilang, cinta itu gak harus ada sebab. karena, kalo sebabnya hilang maka akan hilang pula cintanya.

huah, saya tak setuju pula. cinta itu harusnya ada sebabnya: Allah. karena Allah tak pernah hilang, maka akankah cinta yang sebabnya Dia bisa hilang?

semacam inilah:

Aku mencintaimu karena agama yang ada padamu, jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah  cintaku  padamu. – Imam Nawawi (copas dari blog Agung :P)

Advertisements

8 thoughts on “cinta?

  1. Setuju, cinta harus bersyarat. Titik.

  2. awan.biru says:

    wuah teh hening..
    like this banget! ^^

  3. […] kalo ada yang bilang, cintaku tanpa syarat. huah, saya tak setuju. cinta itu harusnya ada syaratnya.. hehe.. semacam syaratnya ummu sulaim pada abu thalhah, "islammu, itulah maharku!" kalo ada yang bilang, cinta itu gak harus ada sebab. karena, kalo sebabnya hilang maka akan hilang pula cintanya. huah, saya tak setuju pula. cinta itu harusnya ada sebabnya: Allah. karena Allah tak pernah hilang, maka akankah cinta yang sebabnya Dia bisa hilang? se … Read More […]

  4. […] kalo ada yang bilang, cintaku tanpa syarat. huah, saya tak setuju. cinta itu harusnya ada syaratnya.. hehe.. semacam syaratnya ummu sulaim pada abu thalhah, "islammu, itulah maharku!" kalo ada yang bilang, cinta itu gak harus ada sebab. karena, kalo sebabnya hilang maka akan hilang pula cintanya. huah, saya tak setuju pula. cinta itu harusnya ada sebabnya: Allah. karena Allah tak pernah hilang, maka akankah cinta yang sebabnya Dia bisa hilang? se … Read More […]

  5. deady says:

    cinta itu tanpa syarat…karena saat melamar pun harus dengan mahar. Begitu kali ya?

  6. heningsept says:

    dengan syarat kali maksudnye ye.. 🙂

  7. Firman Ahmad says:

    Kalo ada yang bilang, cintaku tanpa syarat, itu terserah dia. Yang merasakan cinta kan dia, kok kamu yang tak setuju. Dan menurutku itu mungkin terjadi, sering dinyatakan dengan “cinta yang tulus”. Dan itulah yang diagung-agungkan oleh orang-orang Humanis, tetapi memang bukan seperti itu yang benar. Yang paling baik adalah mencintai sesuatu karena Allah.

  8. heningsept says:

    lho ya memang terserah dia. tapi terserah saya juga kan utk gak setuju?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s