kualitas diri

hmm… ada orang.. yang jujur, amanah, profesional, baik, bijaksana, pintar, cerdas, menghormati dan menghargai orang lain..

tapi.. males sholat.. sekuler.. ga menerapkan agamanya di dalam hidupnya..

oww.. sayang sekali.. dia sangat menjunjung tinggi etika kepada sesama manusia, tp tidak beretika kepada Tuhannya.. dia sangat disukai manusia, tp disukai Tuhan? belum tentu ya..

maaf kalau ada yg tersinggung

tapi kita ini nothing tanpa Tuhan. Kita bisa hidup, bernafas, berjalan, belajar, makan, bicara, mendengar, melihat, beraktifitas, semuanya karena Allah yang mengizinkan. bisa aja kita dilahirkan cacat, bisa aja kita gak bisa ngeliat, bisa aja kita gak bisa makan. tapi engga kan, Allah malah ngasih semua nikmat ini.

well.. sehebat2nya manusia, yg menentukan kualitas dirinya bukan cuma seberapa ganteng/cantiknya dia, bukan pinter enggaknya, bukan kaya atau miskinnya, bukan seberapa bermanfaatnya dia. tapi juga dari seberapa sadarnya dia bahwa dia tu cuma ciptaan Allah, yang asalnya dari air yg hina, yang ke mana2 bawa2 kotoran dalam perutnya, yang ntar2 juga baliknya ke dalam tanah, yang kalo Allah menghendaki aja, dalam satu kedipan mata dia bisa langsung jadi seonggok jasad gak bernyawa. ga bisa kita sombong di hadapan Allah. ga bisa…

jadi… untuk orang itu… semoga dapet hidayah ya..🙂

15 thoughts on “kualitas diri

  1. yud1 says:

    oww.. sayang sekali.. dia sangat menjunjung tinggi etika kepada sesama manusia, tp tidak beretika kepada Tuhannya.. dia sangat disukai manusia, tp disukai Tuhan? belum tentu ya..

    dan bagaimana caranya membuktikan bahwa Tuhan pasti tidak menyukai dia, walaupun dengan sikapnya yang baik ke sesama manusia?😉

    ~let us not be the judge, it’s solely His right for His creations
    ~IMHO😉

  2. hening says:

    kan gw bilang “belum tentu”, gw ga bilang “pasti engga disukai Tuhan”. karena gw bukan Tuhan, jadi gak berhak men-judge apakah Dia menyukai/tidak orang ciptaanNya. gw setuju itu.
    my point is, bagaimanapun orang itu disukai manusia, belum tentu dia disukai Tuhan. itu intinya

  3. Rhein says:

    semoga gw dicintai Allah…

  4. hastomi says:

    kayaknya kurang logis deh ning, soalnya kejujuran, kebaikan, kebijaksanaan dll kan bersumber pada hati yg bersih…
    Kalau dia belom bisa memahami Tuhannya, mestilah ada ketidakjujuran, ketidakbaikan dalam hatinya, yang mungkin tidak terlihat dari luar..🙂

    btw ning, long time no see..

  5. irene says:

    apakah Allah mencintaiku?
    i wonder..

  6. heningsept says:

    @hastomi: iya sih tom.. awalnya jg mikir gitu. dan katanya jg kalo hatinya bersih maka bersih pula seluruh kelakuannya. Tapi gw bener2 nemuin contoh nyatanya. Makanya jadi agak ilfeel.. heheh. Kalo dipikir2 lagi, ada kok orang yg ga beragama (agnostik) tapi baik. Pada dasarnya kita semua kan sadar kalo ada kekuatan Maha Besar yang kita merasa tergantung padaNya. Cuma, kalo orang itu belum sampe ke Allah, menurut gw sih belum oke.. hehe🙂
    he eh.. ga pernah ketemu lg..

    @irene & fathia: semoga… amiiin🙂

  7. Firman Ahmad says:

    Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuknya? Apakah kita akan membiarkan “orang yang baik” itu seperti itu? Apakah ia tahu bahwa Islamlah yang akan membawanya pada keselamatan?
    Kau tahu temanku itu kan yang telah dijelaskan di forum itu oleh temanku? Sebenarnya aku tak ingin hal itu tersebar. Ia tidak tega terhadap apa yang dialami mereka di akhirat nanti. Semoga kita tetap tegar dalam melihat realita ini. Dan yakinlah bahwa di setiap diri manusia ada kecenderungan untuk mengarah pada kebenaran dari Allah, tinggal orang itu mau mengikutinya atau tidak. Tugas kita adalah mengingatkan, dan hasilnya diserahkan kepada Allah karena hanya Allah yang bisa memberi hidayah.

  8. Shanty Mahanani says:

    Saat orang lain pergi meninggalkan kita…
    Saat hanya diri kita yang bisa merasakan kesedihan…
    Saat pintu solusi seakan tak ada yang terbuka….
    Saat kita benar-benar sendirian….

    Allah tak pernah meninggalkan kita…!
    Hanya Allah yang mencintai kita apa adanya..!
    Malu, ya….!
    Kita kadang masih suka buat kesalahan….!

    Terapi selanjutnya baca selengkapnya di:
    Blog Cantik
    http://pyramid-online.blogspot.com

  9. Temen Lama says:

    Pembicaraan yang sangat menyebalkan🙂

    Itulah yang membuatku pada akhirnya tidak memercayai satu pun agama yang ada di muka bumi ini.

    Karena aku tidak menemukan Tuhan yang kucari di Agama manapun.
    Aku percaya Tuhan,

    Coba pikirkan dengan kebebasan berpikir, kejernihan hati, dan keberanian..
    Ada seorang yang kerjanya solat, puasanya rajin, dll.. tapi dari segi aspek manfaat untuk orang lain dia gak begitu baik. Terus Tuhan Agamamu masukin dia ke surga, atau setidak-tidaknya kalian bakal mandang orang begini baik…

    Ada seorang yang dia begitu bermanfaat untuk orang lain…tapi gak solat, gak puasa, bahkan gak beragama… . Terus Tuhan agamamu masukin dia ke neraka, atau setidak-tidaknya kalian bakal mandang orang model begini,,. nggak banget..

    Dimana letak hati kalian..??? dimana letak akal kalian…?? dimana letak keberanian kalian…??

    Hati kalian telah diletakkan pada Tuhan keangkuhan,, Bahwa kebenaran hanya milik kelompok kami,,
    Akal kalian telah diletakkan pada Tuhan dogmatis,, Bahwa semuanya harus diterima tanpa coba untuk berpikir ulang tentang semuanya,,,
    Keberanian kalian telah ditelan oleh Tuhan yang takut namanya rusak, kekuasaannya berkurang,, hanya karena ciptaannya,,

    Untuk Hastomi,,… Gak logis..?? Dimana gak logisnya…. Justru kalian yang berbuat atas nama Tuhan hanya berbuat demi imbalan yang belum tentu benar,,.. termakan iming-iming…. Pamrih,… dan takut akan siksa yang imajinatif….

    Kalian akan berdalih… aku berbuat ini karena cintaku pada Alloh..
    Robbana aatina fiddunya hasanah wafil aakhiroti hasanah waqinaa ‘adzaabannar…
    Lihat baik2 doa itu,, kalian diperintahkan untuk meminta disediakan tempat yang baik di dunia, di akhirat, dan dijauhkan dari siksa neraka…
    Tuhan kalian hanya mengajarkan ketidak tulusan…

    Justru mereka yang meragukan agama2 itu, mereka yang meragukan Tuhan2 itu, berbuat baik karena ketulusan.. karena mereka paham bahwa cinta itu harus dijunjung tinggi… Tanpa perlu tahu imbalan apa yang akan mereka terima.. Biarlah Tuhanku membalasnya suatu saat nanti….

    Dan ingat kebenaran seperti ini bukan hanya milik agama kalian..

    Bagi akal yang bebas, hati yang jernih, dan punya keberanian.. maka orang yang bermanfaat untuk manusia jelas lebih baik, lebih tulus, dan patut untuk dihargai serta dihormati.. Bukan dipandang sebelah mata..

    Apakah pelaku kejahatan dihukum semata-mata karena kejahatannya…??
    Terlalau dangkal jika kalian segera menjawabnya demikian…Itulah yang diajarkan Tuhan kalian….
    Apakah pelaku kebaikan dijunjung semata-mata karena kejahatannya..??
    terlalu egois, tak punya empati.. jika kalian segera menjawabnya demikian..
    Itulah yang diajarkan Tuhan kalian…

    Barokalllohu fiikum…. Hanya soal bahasa ..🙂
    Semoga Tuhan memberkahi kalian.

  10. suharjono says:

    satu pesan tersirat di tulisan ini, “Jangan sombong”…

    ttg hidayah, hanya Dia yang menentukan seorang mendapat hidayah atau tdk.
    “Robbana la tuzigh quluba ba’da idz hadaitana”

  11. blubukzz says:

    Makasi ya Teh Hening buat tulisannya… : )
    saat ini seringkali berpikir gawat. Merasa begitu kepayahan dengan menyadari fakta bahwa ternyata menjadi orang baik aja ngga cukup. digempur tanya tentang mengapa kita perlu menyertakan sisi keberagamaan itu, (karena seringkali sulit untuk tetap mencoba baik secara universal dengannya…) mengapa menjadi baik saja belum cukup… ah…. jadi curhat teh..

    oia btw ni ziza.. hehe… lama tak jumpa.. : )

  12. heningsept says:

    @temen lama:

    saya meyakini bahwa Tuhan itu baik. Karena itu, ketika menciptakan manusia, Dia juga menciptakan seperangkat aturan untuk manusia tersebut. Isinya petunjuk, bagaimana caranya agar dia selamat di dunia yang diciptakan Tuhan, dan di “dunia lain”, sebuah tujuan akhir setelah dunia ini diluluhlantakkan olehNya dalam peristiwa kiamat. Kenapa Dia repot2 menciptakan aturan itu? Karena pada dasarnya Dia ingin manusia yang sudah diciptakanNya selamat sampai tujuan akhirnya, masuk ke tempat yang diciptakanNya penuh kenikmatan: surga.

    Jadi gak salah ketika seseorang berharap surga. Karena yang menciptakan pun menginginkan yang terbaik untuk yang diciptakanNya. Masa udah dikasih harapan gitu kita gak mau ambil?

    Tentang aturan yang dibuat supaya manusia selamat itu, sebutlah itu semua terangkum dalam agama. Intinya kan isinya tuntunan yang digariskan oleh Dzat yang paling mengetahui seluk beluk manusia, dunia, dan akhirat. Dan agama bukan sekedar masalah jadi orang baik, dapet surga atau neraka. Sayangnya bukan. Agama mengatur seluruh aspek kehidupan. Misalnya Islam. Dari mulai bangun tidur sampe tidur lagi ada tuntunannya kan? Dari mulai ngurus keluarga, bermuamalah, jual beli, menuntut ilmu, ngurus negara, semua ada tuntunannya. Jadi orang bermanfaat juga disebut sebagai sebaik2 manusia oleh agama Islam. Jadi gak bener kl sholeh sendiri tapi gak membawa manfaat bagi manusia lainnya. Urusan nikah juga, itu juga masuk dalam anjuran agama. Kalo gak punya agama, gak usah nikah dong. Ngapain nikah? Wong itu kan anjuran agama, aturan agama. Kalo gak punya agama, langsung aja kawin kayak orang jahiliyah jaman dulu. Gak perlu aturan2 nikah segala. Tapi dalam Islam, malah ada anjuran nikah. Kenapa? Agar nasab terjaga, kehormatan manusia terjaga, keluarga jadi tempat untuk menanam kebaikan, untuk melahirkan kebaikan yang lebih banyak lagi.

    Jadi kalo tanpa agama maunya gimana? Bikin aturan sendiri? Yang pastinya tiap manusia beda2 standarnya. Menurut saya baik belum tentu menurut anda baik. Tapi kalo standar Allah itu udah mutlak, dan itulah yang harus dituruti melebihi pemikiran kita sendiri, perasaan kita sendiri. Karena standar Allah udah harga mati, gak bisa ditawar2 lagi. Kita cuma perlu percaya aja. Yakin. Iman. Karena yang menciptakan kita pasti lebih tau apa yang terbaik untuk kita.

    Kalau ada penganut agama yang nyeleneh, saya rasa itu karena dia tidak memahami agamanya dengan benar. Ada banyak aliran dalam agama, kamu tau kan? Untuk Islam, aliran yang benar ya yang sesuai dengan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah. Itu aja. Yang aneh2 ga usah diikutin.

    Setiap penganut agama pasti merasa agama yang dianutnya benar. Tapi sebagai orang Islam, cukuplah saya dengan “Lakum diinukum waliyadiin”. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku. Kalo gak punya agama.. ya.. mungkin pikiranmu itulah agamamu. Keegoisanmu itulah berhalamu.

  13. heningsept says:

    @firman: ya, kita seharusnya mengingatkan

    @jono: makasih jon… jadi tausiyah juga buat saya🙂

    @ziza: ah, pengen ketemu n ngobrol2 ama ziza d…

  14. Wong_Ndezo says:

    Diajaran agama yang saya imani, diajarkan mengenai hablum minallah & hablum minannas, jadi saya gak respect banget sama yang mengatakan gak pcaya sama agama alias sekuler, Qt harus memposisikan diri qt balance antara dunia & akherat. Menurut sy, type manusia yg dibahas di atas memang ada, justru kalo Si dia udah bagus hubungan horizontalnya, tinggal mengarahkan dikit aja, insya Allah dia akan bisa memperbaiki hubungan vertikalnya dgn Sang Kholik, Kasih aja tontonan tragedi tsunami di Aceh ato perang di jalur Gazza, biarkan dia merenung, tanpa qt komentari dulu, insya Allah ia akan menemukan betapa perlunya pertolongan Allah SWT, qt hanyalah buih yg dgn mudah diombang ambingkan oleh ombak yang luar biasa volumenya, so jgn menyombongkan & membanggakan diri qt diahdapan Allah, karena Allah SWT tidak butuh qt, tetapi justru qt ini yg butuh segalanya dari Allah, Fastahgfirullah, innallaha ghofururohim……..Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s