Naungan Kampus dan Jeratan Dunia Kerja

So how’s life after graduation?
Sucks.
Which part?
Every single part of it. Life’s sucks after graduation.

(dikutip dari sini)

Sungguh gw gak tau rasanya dunia pascakampus karena gw belum mengalaminya. Tapi gw udah icip2 dunia kerja lewat KP yang sedang gw jalani. Gimana ya.. mau dibilang sucks, kok rasanya nggak bersyukur banget. Tapi emang nggak seenak kampus.

Bolak-balik rumah-kantor lebih membosankan daripada rumah-kampus. Terlebih karena di kantor, gw cuma duduk depan komputer dari pagi sampe sore, diselingi istirahat siang untuk shalat+makan. Di kampus, gw bebas keluyuran ke mana aja. Di luar jam kuliah tentunya, bisa mengunjungi fakultas lain, MUI, sampe Kober dan Pocin.

Kampus adalah tempatnya orang2 bersemangat yang hobinya gerak2. Dinamis. Bebas terbang sana sini karena beban belum seberat beban kehidupan di luar sana. Kantor adalah ruang sunyi tempat orang konsentrasi mengerjakan tugas masing2. Kecuali punya temen dekat atau dapet rekan kerja yang kocak dan hobi ngelawak, maka kantor adalah kegaringan dengan internet satu2nya penghiburan.

Kampus selalu menyediakan naungan bagi jiwa2 yang lelah dalam pencarian. beuh.. Selalu ada oase dalam kegersangan. Di mimbar2, kajian2, ruang2 organisasi, sampai publikasi2 di dindingnya. Kantor adalah kerja, kerja, dan kerja, kecuali jika kantornya banyak ngadain program2 PSDM, dan lain2 yang membangun jiwa.

Intinya, masuk ke dunia kerja emang nggak enak. Tapi ketika seorang mahasiswa lulus, itu mungkin artinya dia telah siap, telah cukup kuat dan dewasa untuk pindah dari dunia kampus ke dunia kerja (bahkan sebelum lulus pun ada yang udah kerja). Buat gw, kampus masih sangat jauh lebih menyenangkan dari dunia kerja. Meskipun suatu saat gw pasti harus tercerabut paksa dari kesenangan dan kenyamanan ini, dan masuk ke dalam jeratan dunia kerja (yang mudah2an tidak akan lama, maksimal 10 tahun saja).

Advertisements

10 thoughts on “Naungan Kampus dan Jeratan Dunia Kerja

  1. *lirik komen di atas*

    ini abe, yah? :mrgreen:

    So howโ€™s life after graduation?
    Sucks.
    Which part?
    Every single part of it. Lifeโ€™s sucks after graduation.

    indeed. given some chances and ‘luck’, you’d probably learn more sooner… even before graduation. ๐Ÿ˜‰

    beware. reality check ahead. abandon all idealism, ye who enter here. :mrgreen:

  2. kelupaan…

    harusnya ditambahin *sarcasm* di ujung komen saya di atas.

    ~detesting the way the world works
    ~what’s so good about it anyways?

  3. intinya mah sebenernya, enakan jadi mahasiswa.. bukan masalah kampusnya doang ternyata. walopun kerja di kampus, ttp aja rasanya beda kl udah gak jadi mahasiswa………..

    ayoooooooooo… nikmati jatah jadi mahasiswa. insya Allah setaun lagi…hehehe ๐Ÿ˜€

  4. kebtulan aja dapet kantornya di bening kali ning, klo kantor lain blum tentu juga sih. dan menurut ane g cocok klo dibilang dunia pascakampus itu gak enak, lebih tpat klo dibilang jadi pegawai kantoran itu gak enak. Dunia pascakampus gak bukan cuma jadi pegawai kantoran doank kan? bisa jadi dosen, peneliti (yg tetep berada dikampus), ato bisa juga jadi pengusaha yg bisa klalang kliling nyari klien, ato bisa juga jadi aktipis LSM. Masih banyak lagi deh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s