Mencari cintaNya *kayak judul sinetron Ramadhan gak seeeh???*

cinta itu, empat tahun lalu…

Hanya rasa suka biasa. Sukanya seorang cewek pada cowok, yang ‘sayangnya’ bukan cowok biasa. Aneh. Masa sih tuh cowok gak mau salaman ama cewek. Alim banget, nggak mau pacaran. Ah, kecewa..
Tapi dia luar biasa kerennya. Masih ngarep… Kamu tau kan kalo rasa suka itu bisa terus dipupuk dan lama2 bertambah besar? Terus membesar.. dan melahirkan angan2 dan harapan.

Tapi di sisi lain, manusia adalah makhluk yang dikaruniai pendengeran, penglihatan, dan hati untuk belajar. Dan di tempat yang sangat kondusif itu ia belajar. Belajar dari buku, membaca peristiwa, menelan contoh dan keteladanan. Sungguh lingkungan yang baik memang bisa membawa perubahan yang baik pada diri seseorang. Kajian Islam yang intens membawa banyak pemahaman baru, menyingkap hal2 yang selama ini ia abaikan.

Dan disitulah persimpangan jalan.. Saat tau bahwa cinta tertinggi harus dialamatkan padaNya. Namun seorang makhlukNya terlanjur memberi warna tersendiri untuk cinta. Bisakah mencintanya karena Dia? Apa artinya mencintai seseorang -dalam hal ini lawan jenis- karena Allah? Apa masih bisa melihatnya dengan bebas, menikmati keindahannya? Apa masih bisa memikirkannya? Berharap suatu hari dia akan merasa yang sama?

If you love someone because of Allah…
Tentunya elu rela untuk nggak memikirkan orang itu.. karena takut pikiran itu akan membuat titik hitam di hati lu..
Tentunya elu rela nggak ngeliatin orang itu.. karena dari penglihatan itu setan akan melepaskan anak panahnya, mengundang hawa nafsu.
If you love someone because of Allah…
Tentunya elu akan memilih untuk taat kepada Allah daripada mengikuti hawa nafsu dengan memikirkan, melihat, atau mengharapkan orang itu.
[23 Desember 2003]

~Fath sayang, masih inget ini? 🙂

Itu jawabannya. Cukuplah dia menjadi orang yang membuat kita belajar. Cukuplah dengan itu kita tau ke mana cinta tertinggi seharusnya dialamatkan. Cukup sampai di situ. Selanjutnya, perlakukan dia sama sebagaimana kita memperlakukan saudara2 yang lainnya, karena kita mencintai mereka semua karena Allah.

Dan Allah…
Nggak akan pernah rugi kita kalo ngejar2 cintaNya. Meski jatuh bangun, lupa inget, belok lurus, lalai sadar… kepadaNya kita harus selalu kembali dan mengarahkan segenap cinta ini.

And life goes on…
Gw nulis ini cuma buat pelajaran, bukan buat berlarut2 ngomongin masalah ginian. Serius, masalah umat ini masih banyak dan lebih penting dibanding masalah cinta2an. Umat ini masih aja berkutat dalam kebodohan. Shalat tarawih aja nggak ngerti gimana harus ngerapetin shaff, gimana mau nyaingin Bill Gates? (iya nggak Fu? :P)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s