apa yang ada di pikiranmu saat gempa?

Kamis minggu lalu, sekitar jam 00.05
Gw masih belum tidur. Baru akan tidur saat ngedenger pintu kamar sebelah -yang emang terbuka- bunyi “kriet..kriet..” gitu. Lho.. gak ada angin atau orang, kok tu pintu goyang2 sendiri ya… Waduh.. agak merinding sih saat itu. Terus gw berdiri.. tiba2 kok kaya terserang sakit kepala mendadak. Kepalanya “kleyeng-kleyeng” gitu, gimana sih, kaya orang yang sakit kepala trus bagaikan muter tujuh kelililng aja laaah.. Agak oleng, terus baru nyadar kalo lampu kamar juga ikutan goyang2.. Merhatiin sekeliling kamar.. lah.. ini mah gempa namanya…

Mikir: apa yang harus dilakukan
Duh.. bagaimana ini.. apakah mendingan gw turun (kamar gw di lantai 2) terus bangunin nyokap bokap dan adek2 terus memutuskan bersama apa yang harus dilakukan kemudian atau stay di kamar ajah.. Tapi gempanya juga gak terlalu gede, jadi gw memutuskan tetep di kamar. Cukup lama, goncangannya gak berhenti2..

What’s in my mind
Pas ngerasain gempa kayak gitu.. kerasa deh yang namanya takut mati. Untuk menenangkan diri, gw istighfar aja.. Tapi jadi kerasa.. yang namanya dosa2.. yang namanya masih cinta dunia.. yang namanya nyesel: kenapa masih suka nyia2in waktu hidup, yang namanya takut mati: gak siap kalo mati saat itu. Diapain nanti gw di alam kubur.

Terus kebayang juga.. gimana saudara2 gw yang kena gempa ampe rumahnya ancur lebur. Selama ini gw gak terlalu peduli. Yang di aceh, pangandaran, jogja, dll. Gempa kecil aja gw udah takut, apalagi mereka yang ngalamin gempa gede, sampe2 rumahnya ancur, kehilangan sanak saudara, dan bahkan nyawanya sendiri.

Jadi inget juga.. sama yang namanya goncangan-amat-dahsyat di hari kiamat..
1. Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat),
2. dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,
3. dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (menjadi begini)?”,
4. pada hari itu bumi menceritakan beritanya,
5. karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.
6. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka,
7. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
8. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.
[Al-Zalzalah:1-8]

1. Apabila terjadi hari kiamat,
2. tidak seorangpun dapat berdusta tentang kejadiannya.
3. (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain),
4. apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya,
5. dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya,
6. maka jadilah ia debu yang beterbangan,
[Al-Waaqi’ah:1-6]

Segede2nya gempa yang pernah terjadi di dunia, nggak ada apa2nya ama goncangan di hari kiamat.

So, buat kamu2 (termasuk gw sih) yang masih mikir:
“Ah, hidup mah masih lama, santai aja laaah..”
“Gw masih muda ini.. seneng2 dulu laah..”
“Inget mati? Itu mah urusan kakek2 coy.. gw masih muda gitu loh!”
mendingan mikir lagi deh.
Kita gak tau kan kapan waktunya kita mati?

si no doubt aja sadar..
“Today is my birthday and i get one every year.. And someday.. hard to believe that i’ll be burried six feet underground. I’ll be dead and gone no longer around. I’ll be burried six feet underground”

Jadi, waspadalah! waspadalah!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s