aspirasi

dengarlah (bacalah) aspirasi gw sebagai mahasiswa fasilkom ini…

dosen2 fasilkom sebaiknya menerapkan metode pemelajaran aktif atau active learning di mata kuliah yang diajarnya..

Active learning, as the name suggests, is a type of instruction which some teachers employ to involve pupils during the learning process. Associated with the term “learning by doing”, “active learning” is often contrasted with less active forms of instruction (e.g. lecture — Bonwell and Eison, 1991).
It has been suggested that students who actively engage with the material are more likely to recall information later and be able to use that information in different contexts (Bruner, 1961).
(dikutip dari Wikipedia)

Karena, kalo dosen cuma “nyanyi” sendiri di kelas… apa yang terjadi?
– mahasiswa ngantuk
– mahasiswa bosen dan memilih melakukan hal lain selain mendengarkan dosen
– mahasiswa tidak mengkonstruksi sendiri pemahamannya
– hubungan dosen-mahasiswa connectionless
dll

Contoh dosen di fasilkom yang menerapkan active learning dengan sangat keren adalah pak ibam=) Karena beliau “membiarkan” mahasiswanya mencari sendiri materi kuliah dan “menyanyikannya” di kelas lewat presentasi. Tapi, beliau gak lepas tangan. Active learning tidak diartikan hanya mahasiswa aja yang aktif dan dosen tinggal tidur doang. Tapi justru dosen itu lebih sibuk, lebih sulit kan untuk menyiapkan metode yang tepat sehingga mahasiswa bisa belajar mandiri, menyiapkan segala atribut kuliah dan evaluasi atau penilaian, dll. Mulai dari presentasi, cara penilaian, kupon, dsb. Tapi keren abis.. kita (mahasiswa) bener2 terlibat dalam membangun pemahaman sendiri. Terlebih lagi, dia mengajak mahasiswanya utk sama2 membuat buku! (yg Silberschatz banget itu lohh… ;p)

Menurut gw, untuk membuat metode yang akan dipake dalam kuliah bermodel active learning ini emang susah. Yah, kalo semua udah ada di kepala lu, tentu cara yang paling mudah untuk mentransfer isinya adalah dengan “menyanyi” atau tinggal ngomong doang. Susah emang untuk bikin metode untuk mentransfernya dimana dari situ mahasiswa bisa mengkonstruksi sendiri pemahamannya. Tapi meskipun si dosen emang lebih suka “nyanyi”, harapannya sih dia tetep melibatkan mahasiswanya, misalnya lewat pertanyaan2 refleksi, tugas, dsb. Sehingga hubungan dosen dan mahasiswa dalam kuliah itu nggak connectionless lagi…
hihihi…

dah ah penyampaian aspirasinya.. 😛

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s