perjalanan aneh orang aneh

Jum’at, 8 Desember 2006

Suatu hari yang diperkirakan akan rusuh karena merupakan hari deadline tugas basis data 2 bagi anak2 Fasilkom… Tambah rusuh karena server yang digunakan untuk mengupload tugas mati terus dari kemaren. Akhirnya, serangan terpusat di scele berhasil membuat ibu dosen mengundurkan deadline : Selasa 12 Desember 2006. (yes!!!)
Alhamdulillah…
Kerusuhan mereda… tapi tidak dengan hati si orang aneh..
Hatinya tetap rusuh. Tidak menemukan tempat berlabuh. Kajian di Mushalla Al-Khwarizmi sedikit membantunya. Tapi itu belum cukup. Ia butuh lebih banyak makanan untuk ruhiyahnya. Sampai ashar tiba ia melakukan hal tidak jelas. Bukannya belajar query untuk tugas basdatnya, malah ngenet di ruang BEM. Lumayan sih… buka multiplynya seorang anak dan bundanya, yang dengan tulisannya mereka menebarkan permen-permen cinta, dan petunjuk ke jalan kupu-kupu.

Setelah ashar, sebenarnya hati sudah ngomel-ngomel minta makan. Minta diobati. Namun mushalla yang lampunya mati bisa membuatnya sakit mata jika ia nekat membaca di sana. Maka ia pergi ke sekre square. Di sana malah ngobrol sama mbak-mbak yang abis ngurusin Laporan Kerja Praktek. Mau tilawah.. kok gak pewe banget. Suasana di sana juga udah gak mendukung untuk orang ini. Udah tidak menemukan kenyamanan lagi, orang ini pun memutuskan untuk pergi. Pergi sejenak untuk sekedar mengistirahatkan diri dari penatnya kehidupan gedung bundar. Perginya gak jauh-jauh banget kok.. cuma keliling UI…
Tujuan pertama : cari tempat tilawah yang pewe. Teringat payung-payung FIB, akhirnya orang ini memutuskan untuk pergi ke FIB. Deket banget kok, tinggal nyebrang jalan. Jalan dikit melewati teater daun, akhirnya sampe di taman belakang kansas (kantin sastra). Di taman itu banyak tempat duduk dengan meja bundar dan payung di atasnya. Lalu orang itu duduk di salah satu bangku dan mulai membaca ayat-ayatNya…

Hh… selama ini sangat kekurangan makanan ruhani. ‘Kerusuhan’ yang biasa terjadi di kampusnya menjelang UAS sedikit banyak mempengaruhi penggunaan waktunya. Sehingga sepulangnya dari kampus, ia cukup tepar untuk langsung tidur… sampe pagi! hiks..
Ya… membaca Al-Qur’an adalah obat hati. Namun tidak cukup bila dibaca hanya sekali-sekali. Perlu kontinuitas. Karena keburukan dan kemaksiatan pun merajalela. Bila antibodi lemah, maka… hati pun terkotori lagi…

Setelah tilawah, orang ini ingin berkeliling UI dengan naik bis kuning. Untuk itu, ia pergi ke halte FISIP. Tapi karena halte FISIP penuh, padahal ia sedang ingin sendiri, maka ia jalan lagi ke halte FIB. Gak jauh kok. Tak lama bis kuning (bikun) datang.. Sayang, bikunnya cukup penuh. Jadi nggak bisa menikmati ‘UI Trip’ itu. Rencananya mau turun di FKM… Mau mampir di bursa mahasiswanya, siapa tau ketemu sama temennya=) Setelah nyampe FKM, ia langsung menuju bursa mahasiswa. Sayang sekali, temannya tidak ada di bursa. Jadi ia hanya membeli coklat dan melihat-lihat stiker mangrove yang lucu2 itu=) Lalu ia memutuskan untuk pulang ke fasilkom, karena udah cukup sore dan ada hal lain yang harus dilakukannya.

Perjalanan pulang ke fasilkom ditempuhnya dengan jalan kaki dengan rute fkm-rotunda-rektorat-jalan setapak-fasilkom. (kayak dora gak sih?) Dan ia berjalan sambil merenung, menikmati kesendirian, menyadarkan hatinya bahwa semuanya adalah indah… Lapangan di dekat rotunda yang sangat luas, mengingatkannya akan upacara 17 Agustus waktu ia masih jadi mahasiswa baru di UI. Lapangan itu cukup untuk menampung ribuan mahasiswa yang datang, beserta rektor dan staf-stafnya. Ribuan mahasiswa itu pastinya sangat bergembira.. karena mimpinya baru saja menjadi kenyataan. Dan semuanya adalah indah…
Hujan mulai turun satu-satu. Ia melewati jalan kecil di samping rektorat yang tertutup atap sehingga ia bisa mendengarkan langkah kakinya sendiri. Sampai di depan rektorat dan ia teringat lagi, masa-masa OKK dulu. Mengingatkannya bahwa ia sekarang mahasiswa. Nanti setelah lulus, ia mungkin tidak akan merasakan lagi rusuhnya ngerjain tugas dan dikejar-kejar deadline sambil tetap ngurusin organisasi kemahasiswaan. Jadi, nikmati saja jatuh bangun ini. Nikmati saja lelahnya. Dan semuanya adalah indah….
Hujan tambah deras. Lalu ia menyusuri DRPM yang bersebelahan dengan danau UI. Very beautiful view. Danau dan langit yang senada warnanya : abu-abu, dan terus beranjak gelap. Sekali lagi, pemandangan yang indah banget! Can’t take her eyes off of it! Sebenernya ia pengen duduk sebentar dan menikmati pemandangan itu, tapi malu juga diliatin sama orang-orang di sebrang danau, atau orang-orang di DRPM=9 Tapi, semuanya adalah indah…
Langit terus bertambah gelap, dan hujan semakin deras. Ia menyusuri jalan setapak di antara pepohonan, masih di pinggir danau lalu berbelok menuju fasilkom. Yes! Hujannya nambah gede. Ia nggak bawa payung, tapi sangat menikmati hujan itu. Setiap tetes air yang jatuh di wajahnya seakan menyapa dan menyampaikan salam dari Yang menurunkannya.. Dan hujan adalah karuniaNya.. Maka semuanya adalah indah…
Akhirnya ia sampai di fasilkom.. ya, gedung bundar itu lagi. Sejenak lupa dengan segala kepenatan di dalamnya, dan bersyukur bahwa ia masih punya tempat untuk pulang.. Secara rumahnya jauh di bogor dan gak mungkin pulang saat itu.. Maka beruntunglah karena masih ada tempat yang bisa menaunginya… Hujan bertambah deras. Dan semuanya adalah indah…

Sambil menunggu maghrib ia nangkring di lab.. Karena mushalla gelap, di ruang BEM cuma ada satu orang, di sekre gak ada temen. Terus di lab malah chattingan. Ah, ini payah banget! jangan ditiru! gak indah!

hehehehe=)

Thank You, Allah… dan maafkanlah karena aku masih..masih..masih.. bandel dan belum bisa menjadi hamba yang baik..

Advertisements

4 thoughts on “perjalanan aneh orang aneh

  1. wah..ning..
    sama kmaren lia ma mai juga sempet keliling ui dgn motorku..
    hehehehe…
    asyiknya punya motor.. kala bt, tinggal keliling ui.. setelah hujan,, damai.. =)
    emang kmaren siang-sore di fasilkom khususnya lab tu rusuh bgt..
    semua orang login,, penuh,, dan rame..
    situasi yang cukup menyebalkan,,

    ~ bosan dg gedung bundar..

  2. assalamu’alaikum..
    hmm.. meskipun menggunakan kata ganti orang ketiga tunggal (orang aneh, dia, orang ini, ia), tapi sudah sangat jelas terlihat kalo orang tersebut adalah hening itu sendiri..

    iya kan?

  3. OOo Anak adkesma kalo lagi BT, maunya jalan-jalan ya? I see…. 🙂

    Kalau saya ngapain ya?
    waduh lupa….nggak pernah BT tuh…

    TETAP SEMANGAT!!!!

  4. wah… sama dong, li…

    ya iyalah man.. ngapain gw nyeritain org lain…hehe..

    SML… waw.. hebat sekali, nggak pernah bete

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s