beware, i’m a perfectionist!

huhu.. aneh ya.. menurut bukunya leni yang berjudul “Eneagram”, gw termasuk si tipe 1-Perfeksionis. Padahal gw tega2 aja ngebiarin kamar gw berantakan, deadliner, dan punya kebiasaan tidak-mendekati-sempurna lainnya.
Tapi dari ciri2 yang dijabarkan di buku itu, yah banyak yang sesuai sih..
Here they are..

Bagaimana bergaul dengan saya

  1. Lakukan yang menjadi tanggung jawabmu sehingga saya tidak harus melakukan seluruh pekerjaan. –> haha, bener banget..
  2. Akui prestasi saya. –> hm.. mungkin begitu ya. Tapi gw sih berusaha menekan itu dengan tidak mengharapkan penilaian dari makhluk
  3. Saya bersikap keras terhadap diri sendiri. Yakinkan kembali bahwa saya baik-baik saja. –> Tul..
  4. Ucapkan bahwa kamu menghargai saran saya. –> Yah, seenggaknya tanggepin apa yang gw omongin =9
  5. Adil dan penuh perhatianlah, seperti saya. –> Doo.. males banget, tapi kalo dipikir2 iya juga ya, gw suka kaya mengharapkan orang lain kaya gitu
  6. Mintalah maaf jika kamu ceroboh. Itu akan membantu saya untuk memaafkan. –> ya iyalah kayanya tiap orang gini deh
  7. Dengan lembut, bujuklah saya untuk rileks dan menertawakan diri sendiri jika saya tegang, tapi dengarlah dulu kecemasan saya. –> okay..

Pergaulan
Dalam bergaul dengan orang lain, yang terbaik dari tipe satu adalah setia, berdedikasi, penuh pertimbangan, dan suka membantu. Mereka tidak berat sebelah dan memiliki selera humor yang bagus. (iya tah??)
Sedangkan yang terburuk dari tipe satu dalam pergaulan adalah suka mengkritik, suka mendebat, mempersoalkan hal-hal remeh, dan tidak berkompromi. Mereka memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap orang lain (hm.. kurang lebih begitulah)

Sulitnya menjadi si tipe satu

  1. Dikecewakan diri sendiri atau orang lain ketika yang diharapkan tidak terlaksana
  2. Merasa dibebani tanggung jawab yang terlalu berat
  3. Merasa yang saya lakukan tak pernah cukup memuaskan
  4. Tidak mendapat penghargaan atas apa yang telah saya lakukan untuk orang lain
  5. Kecewa karena orang lain tidak berusaha sekeras saya
  6. Terobsesi atas apa yang telah saya lakukan dan yang seharusnya saya lakukan
  7. Merasa tegang, gelisah, dan memandang segala hal terlalu serius

Bagaimana saya membuat diri sendiri menjadi gila
“Seharusnya saya memeriksa jumlahnya sekali lagi”
“Apakah dandanan saya pantas?”
“Saya butuh pertolongan, tapi tak ada yang dapat melakukannya sebaik saya”
“Seharusnya saya memimpin rapat dengan lebih baik”
“Saya istri yang sempurna. Saya staf yang sempurna. Saya anak yang sempurna. Saya ibu yang sempurna. Dan stress saya benar-benar sempurna”
haha…

Dududu.. parah betul saya..hehe. Tapi ya gw nggak terpaku dengan semua itu kok. Tentu ada sisi positif dan negatif lainnya. Tapi buku itu lumayan ngebantu untuk lebih memahami diri sendiri, lalu memperbaiki dan mengembangkan diri. Makasih leni udah meminjamkan bukunya kepada sayah..hehe=)

Oia, leni juga meminjamkan satu bukunya lagi kepada saya.. bukunya Bayu Gawtama yang berjudul “Berhenti Sejenak : …” (lupa judul lengkapnya). Yang pasti, buku itu bagus banget. Banyak hikmah yang bisa diambil. Salah satunya : jangan menyia-nyiakan kesempatan untuk berbuat kebaikan. Gw inget banget cerita dia waktu naek KRL, ada ibu2 hamil yang berdiri agak jauh dari tempat duduknya. Terus dia panggil ibu itu dan mempersilakannya duduk. Seperti itulah kesempatan berbuat baik, yang nggak datang setiap saat. Saat kesempatan itu datang, segera ambil, lebih dulu dari orang lain. Fastabiqul khairat..
Coba semua orang di kereta kayak begitu. Gak ada lagi deh nenek2, kakek2, ibu2 hamil, ibu2 yang gendong anak kecil, berdiri sementara di depannya pemuda gagah duduk dengan santainya, tidur atau nutupin wajahnya dengan koran. Kadang gw lebih macho dari cowo2 itu..hehe.
Trus pernah tuh ada ibu2 yang dikasi duduk ama bapak2, trus ibu2 itu bilang “Makasih ya pak. Aduh, alhamdulillah masih ada orang yang punya hati nurani”. Kata temen gw yang juga dapet duduk (cowo) : “aduh.. headshot” haha..

Banyak pelajaran di kereta ya, Bapak Bayu Gawtama.. (Kayanya dia orang bogor deh, tiap hari nglaju kayak gw).
Banyak banget orang yg naek kereta. Naek kereta yang sama. Gerbong yang sama. Tapi apa yang didapat dari naek kereta itu nggak sama pada setiap orangnya. Ada yang dapet capek, panas, pengap, n sengsaranya doang. Ada juga yang dapet ilmu, hikmah, dan pelajaran hidup yang berharga. Semoga aku termasuk yang disebut terakhir itu.

Tadi juga gw jenguk Risdie yang lagi sakit di PMI Bogor. Dia sakit infeksi tenggorokan (bisa nelen itu nikmat banget loh) dan gejala demam berdarah. Terus disana ketemu cune, nyu2n, n medri, serta bapak n ibunya risdie beserta teman2nya=) Trus abis itu ke UI ama cune. Eh, di depan FISIP ketemu maba.. Patrya dan Mario..hehe..
enaknya “ngabur” dari kampus..hehehe… =D

Advertisements

2 thoughts on “beware, i’m a perfectionist!

  1. Hehehe, tampaknya ‘virus’ eneagram makin menyebar ya? Leni – iLm@N – Hening – Sidik semuanya udah baca dan ditulis di blog kita..

    Alhamdulillah bagus deh, mengenal diri sendiri adalah salah satu jalan mengenal sang Pencipta kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s