[Ilmfest 2014] Saad Tasleem: Advice for Youth

  • Pemuda adalah segmen umat yang sangat diperhatikan oleh Rasulullah karena pemudalah yang akan mengisi masa depan
  • Kapan terakhir kali kamu bangun tidur dan menyadari: “umat ini tanggung jawabku”
  • Pemuda saat ini banyak yang gak peduli umat, malah sibuk dengan hal-hal nggak penting. Sedangkan sahabat yang termuda sekalipun dulu sadar ada beban di pundaknya untuk mengurus umat
  • Tanyakan pada diri, “seberapa banyak waktu saya gunakan untuk umat?”
  • Contoh pemuda di kalangan para sahabat dulu:
    • Ibnu Abbas, seorang yang dikaruniai kecerdasan sehingga beliau pun menjadi ulama besar. Umar bin Khattab ketika mejadi khalifah dan hendak memutuskan sesuatu, beliau memanggil para sahabat senior (para pejuang Badar) dan Ibnu Abbas yang masih sangat muda.
    • Mush’ab bin Umair, menjadi duta pertama Islam ke Madinah, yang mengajak banyak sekali orang Madinah masuk Islam, sebelum Rasul hijrah ke Madinah. 
    • Usamah bin Zaid, saat berusia 18 tahun di menjadi panglima/pemimpin pasukan, memimpin para sahabat senior termasuk Abu Bakar dan Umar.
    • Mu’adz bin Jabal, sahabat yang cerdas, hafal Quran. Jika orang-orang punya pertanyaan halal haram, mereka bertanya pada Mu’adz. Beliau kemudian dikirim oleh Rasul untuk berdakwah ke Yaman. Pesan Rasul pada Mu’adz saat berangkat:
      1. Taqwa pada Allah dimanapun berada
      2. Tutuplah dosa dengan kebaikan
      3. Perlakukan orang dengan karakter yang baik

Umat ini tidak akan bangkit sendiri, melainkan harus ada penggeraknya. Nah, para pemuda itulah penggeraknya. Jangan biarkan orang bilang kamu gak penting. Setiap kita penting dan bisa berperan untuk kebangkitan umat!

 

[Ilmfes2014] Mohammed Faqih: The Rights of The Prophet

Bayangkan jika jika bertemu dengan orang yang kita kagumi. Kita adalah fans mereka. Bayangkan kalau kita bertemu dengan Rasulullah SAW. Kalau kita tidak kenal beliau, pasti awkward waktu ketemu.

Beberapa hak Rasulullah SAW atas kita:

  1. Iman. Kita mempercayai beliau SAW. Dan sebelum beriman kita harus punya pengetahuan tentang beliau SAW. Pelajari sirahnya, pelajari segala aspek tentang hidupnya. Gak ada orang yang berhak dicari tau dengan sedetail-detailnya kecuali Rasulullah SAW.
  2. Love. Mencintai beliau SAW. Sampai kita mencintai beliau lebih dari mencintai keluarga kita sendiri.
  3. Obedience. Ketaatan. Tanyakan pada diri kita, berapa banyak ajaran Rasulullah SAW yang sudah kita terapkan dalam hidup.
  4. To be followed. Hak beliau SAW adalah untuk diikuti. Kita mengikuti kebiasaannya, sunnahnya. “If live the prophetic life, we will live a happier, healthier, and more productive life“.
  5. Honour. Menghormati beliau SAW dan ahlul baitnya (istri & keturunan).
  6. Shalawat. Membaca shalawat untuknya. Jika kita mendengar namanya kemudian tidak bershalawat, maka kita disebut bakhil/pelit. Allah dan malaikat pun bershalawat untuk Rasulullah SAW (ada di QS Al Ahzab: 56).

“Orang yang bakhil adalah orang yang ketika namaku disebut, dia tidak bershalawat untukku.” (HR. Ahmad)

Mohammed Faqih

photo source: Qabeelaat Ihsan

Seorang Abang Abadi Bernama Mas Gagah

heningsept:

terharu ih :'(

banyak banget pelajaran di tulisan ini.. tentang pentingnya para guru mengenali dan mengapresiasi bakat murid2nya.. tentang merintis jalan dan terus berkarya sesuai kemampuan/bakat yang Allah kasih.. tentang terus melebarkan lingkaran kebaikan.. huhuu.. barakallahu fiik mbak helvy, smg makin giat menebar manfaat dan pembuatan film KGMPnya lancar jaya.

Originally posted on TAMAN KATA HELVY TIANA ROSA:

10947212_954146751263091_3015251713133035081_n

1992

“Gila! Saya belum pernah baca karya remaja seperti ini! Bukan saja membuat saya menangis, tapi Anda telah menggugah saya dengan nilai-nilai keislaman di dalamnya! Ini cerita yang luar biasa! Ditulis oleh anak muda pula!” wajah Pak Ismail Marahimin, Dosen Penulisan Populer itu, berseri.

Saya bengong.

Sejak tadi saya sudah berdebar-debar kenapa dosen yang selalu tampak serius dan dijuluki kawan-kawan “killer” itu memanggil saya ke ruangannya.  “Saya ingin bicara dengan Anda!” katanya. Padahal biasanya semua tulisan mahasiswa ia “bantai” di kelas dan dibagikan setelah diberi nilai berupa titik. Satu titik, dua titik, atau yang bagus serupa nilai A: tiga titik.

“Mas Gagah. Darimana ide cerita ini?” Dosen Jurusan Sastra Inggris itu memandang saya sambil menurunkan sedikit kacamata yang dipakainya. Di tangannya naskah sepanjang 12 halaman yang saya ketik dan saya kumpulkan pekan lalu untuk memenuhi tugas kuliah mingguan dari beliau.

“Itu kan tugas dari Bapak. Kami semua diminta menulis sebuah…

View original 2,183 more words

Tukang Kerupuk

Kaleng kerupuk di kantor saya sudah beberapa hari ini kosong. Biasanya nggak pernah begitu, selalu ada isinya. Tukang kerupuk biasanya datang seminggu sekali untuk mengambil uang hasil penjualan kerupuknya, lalu mengisi kaleng dengan kerupuk baru. Tapi kali ini tidak.. sebab katanya dia lagi pulang kampung.

Dosen maupun karyawan di ruangan mencari kerupuk saat makan siang, tapi kalengnya kosong. Bertanya-tanya kenapa kok kosong, ke mana tukang kerupuknya? Bahkan bos saya, direktur di tempat kerja saya, saat makan siang juga mencari kerupuk dan saat menyadari kalengnya kosong, bertanya ke mana si abang tukang kerupuk? Subhanallah, tukang kerupuk dicari pak direktur! ^^

Mungkin kelihatannya remeh, tapi bahkan tukang kerupuk punya peran dalam kehidupan banyak orang, hihi.. . Buktinya ketiadaannya disadari dan dicari-cari. Tukang kerupuk telah memberi manfaat untuk orang lain, kehadirannya punya arti, meskipun “sekedar” melengkapi hidangan makan siang orang-orang. Kenapa pakai tanda kutip di “sekedar”, karena bisa jadi pekerjaan yang terlihat remeh itu jadi besar di mata Allah karena niatnya yang ikhlas. Jadi… apapun pekerjaan kita, semoga bisa terus memberi manfaat untuk orang lain, dengan jalan apapun, sekecil apapun^^

[Ilmfest2014] Omar Suleiman: The Friend

  • Rasulullah membuat orang-orang di sekitarnya merasa spesial
  • Ada hadits begini: Kalian akan mendapati manusia bagaikan seratus unta yg tak ada seekor pun dapat ditungganginya (rohilah).’ [HR. Muslim].
  • Rohilah ini ada 2 interpretasi:
    • Hanya sedikit orang yang bisa mengemban beban dakwah, yang bisa diandalkan, yang benar-benar menopang dakwah. Seperti kawat baja dalam beton, tidak nampak tapi kuat.
    • Berarti teman
  • Rasulullah menanggung beban dakwah seluruh dunia dan isinya. Tapi beliau tetap memperhatikan para sahabatnya.
  • Makin sibuk orang, biasanya makin gak memperhatikan hal detail, gak memperhatikan personal/individu. Tapi Rasulullah gak pernah terlalu sibuk untuk memperhatikan semua sahabatnya.
  • Rasulullah gak pernah membuat orang merasa insignificant
  • Beliau ketika bicara dengan seseorang, menghadapkan seluruh tubuhnya (bukan hanya wajah) ke orang tersebut
  • Sampai-sampai para sahabat merasa masing-masing adalah yang paling dicintai Rasul, saking diperhatikannya
  • Kadang kita memilih teman berdasarkan keuntungan apa yang bisa kita dapat dari orang ini.. tapi tidak demikian dengan Rasulullah
  • Contohnya sikap beliau terhadap Julaibib, sahabat yang gak tenar, secara tampang gak keren, tapi dimuliakan oleh Rasul
  • Kalau ada orang yang menghilang dalam waktu cukup lama, Rasulullah pasti bertanya. Bahkan beliau ngeh kalau ada wannita tua penyapu halaman masjid yang “menghilang”
  • Bahkan beliau ngeh kalau sahabatnya lapar, meskipun sahabat tersebut gak bilang
  • Rasulullah kalau marah tidak dilampiaskan dengan kasar. Contohnya saat Aisyah menyinggung soal Khadijah yang waktu itu telah wafat. Beliau tidak suka, tapi meresponnya dengan menyampaikan betapa istimewanya Khadijah tanpa menjatuhkan Aisyah.
  • Kalau ada orang yang bicara buruk tentang Allah, kita jawab dengan baik-baiknya Allah, tanpa menghina orang itu
  • Ada lagi cerita tentang perselisihan Umar bin Khattab dan Abu Bakar (sile dicari sendiri..hehe)
  • Dalam diskusi, Rasulullah ikut berkontribusi (meski diskusinya tentang dunia), beliau sampaikan hal-hal bermanfaat terkait yang sedang dibicarakan.
Omar Suleiman

photo source: Qabeelat Ihsan