Mencintai adalah Memberi

Kemarin saya menemukan video ini di salah satu akun tumblr, yang berisi penjelasan seorang rabbi tentang “fish love”.

A: Kenapa kamu makan ikan itu?
B: Karena saya suka ikan
A: Oh, kamu menyukai ikan itu. Karena itu kamu mengeluarkannya dari air, kemudian membunuhnya, dan memasaknya. Jangan katakan padaku kamu mencintai ikan itu. Kamu mencintai dirimu sendiri, dan karena ikan itu terasa enak bagimu, maka kamu mengambilnya dari air dan membunuhnya lalu memasaknya.

Seringkali cinta yang banyak terjadi sekarang adalah “fish love”, di mana orang mencintai pasangannya karena merasa pasangannya bisa memenuhi kebutuhan lahir dan batinnya. Mereka merasa saling mencintai, tapi sebenarnya dalam hubungan itu mereka hanya mencari pemenuhan kebutuhannya sendiri. Pasangannya dijadikan sarana untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam mencintai, yang seharusnya terjadi adalah memberi, bukan apa yang bisa didapatkan.

Read More »

Advertisements

[MyTrip] Singapura 2015

Setelah sekian lama ga ngeblog, sekarang saya mau ngeblog lagi ah..hehe. Udah kepikiran beberapa yang mau di-share, tapi karena belum nulis, saya share sedikit catatan perjalanan plus foto-foto pas datang ke Amazed by The Quran (ABTQ) conference di Singapura 2 tahun lalu. Acara ini diadakan di The Star Performing Arts Centre, 1 Vista Exchange Green, yang bisa dijangkau dengan jalan kaki dari stasiun MRT Buona Vista. Yang saya ingat, saya datang pagi sebelum lokasi acaranya dibuka, terus ngantri, ngobrol dan foto-foto sama sisters dari Malaysia yang pernah ikutan The Quran Intensive dari Bayyinah dan diajar langsung sama ustadz Nouman di Malaysia.

This slideshow requires JavaScript.

Di Singapura, saya cuma jalan-jalan ke Gardens by The Bay, Mustafa Center (tempat beli oleh-oleh), Orchard Road, sama Kampong Glam.

Read More »

Problems In Life

Do you have problems in life?

Pastinya.

Pernah ga berpikir, seandainya masalah ini hilang, tentu hidup saya akan baik2 aja?

Padahal, kalau masalah yang ini hilang, nanti akan muncul masalah lainnya. Problems after problems after problems. Kehidupan para Nabi aja begitu.. penuh masalah. Padahal kurang beriman apa mereka. Tapi hidupnya gak lepas dari masalah.

Kalau tau masalah akan selalu ada sepanjang hidup, dan yang kita butuhkan bukanlah segera selesainya masalah itu, lalu apa dong yang paling kita butuhkan?

مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۗ وَمَن يُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُۥ ۚ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌۭ

“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS At Taghobun: 11)

Yahdi qolbah“, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.

His Guidance. PetunjukNya. Itulah yang akan membuat masalah seberat apapun jadi terasa ringan, hati pun tenang.

Kita minta mobil, Allah mungkin ga kasih. Kita minta sembuh, mungkin Allah belum menyembuhkan. Karena itulah yang terbaik bagi kita saat itu. Tapi kalau kita menghadap Allah dengan hati yang tulus, mengharap petunjukNya, ga mungkin Allah ga kasih. Dan itulah hadiah terindah dari masalah2 yang menimpa kita. Bukan selesainya masalah, tapi petunjukNya.

People are stuck, you’re stuck, i’m stuck. In some situation we don’t see a way out. Those difficult situations are actually Allah’s way of giving us the most valuable gift we can ever earn, His way of guiding our hearts.

…Di tengah jalan, kita akan dihadapkan pada hal-hal yang semenggelisahkan itu. Karena rumusnya adalah, perasaan tidak selalu sama dengan kenyataan. Dan Tuhan itu menghadirkan kenyataan-kenyataan untuk membuat kita mengerti bahwa menjalani hidup itu tidak sama dengan angan-angan. Kita belajar berkali-kali tentang yang terbaik itu selalu Allah yang Maha Mengetahui. Hanya saja, ilmu kita tentang itu […]

Tanggal Ini, Setahun yang Lalu

10 November 2015.

Siang itu setelah Dzuhur saya berkunjung ke ruangan salah satu dosen saya. Kemarin sorenya, bu dosen ini mengirim pesan pada saya, bilang beliau mau minta tolong dan minta saya datang ke ruangannya. Saya pikir ini tentang kerjaan kantor, atau urusan kemahasiswaan (karena saat masih mahasiswa saya banyak berinteraksi dengan beliau di bidang ini), atau tentang hal lain yang berhubungan dengan pekerjaan. Ternyata, sama sekali bukan.

Siang itu sambil makan siang kami mengobrol ringan.. awalnya beliau menanyakan kabar keluarga almarhumah temannya, yang kebetulan anaknya adalah teman saya. Jadi saya pikir beliau mau minta tolong menunjukkan alamat rumah temannya itu jika sekali-kali nanti mau berkunjung ke Bogor. Dan sudah.. saya kira hanya itu yang ingin disampaikannya, sampai kemudian.. beliau menyinggung hal lain.

🙂

Tidak pernah terpikirkan sebelumnya.. di tanggal ini, setahun yang lalu.. Allah menjawab sebuah doa saya dengan jawaban “YA”. Setelah bertahun-tahun sebelumnya Allah menjawab dengan “nanti” atau “tidak sekarang”, namun tetap memberikan ganti yang lebih baik untuk saya saat itu. Setelah sekian ikhtiar dan harap-harap cemas yang mendebarkan..wkwk.. Setelah sekian kegagalan dan patah hati yang pahit awalnya tapi ternyata bikin saya tambah kuat *what doesn’t kill you only make you stronger.

Tanggal ini, setahun yang lalu, Allah membukakan jalan yang tak terduga untuk saya bertemu dengan jodoh terbaik yang telah disiapkanNya.

Kita sungguh selalu kurang canggih untuk menerka skenario yang telah Allah siapkan. Pun pikiran-pikiran seperti “ah, rasanya gak mungkin”, “ga ada harapan”, “susah deh kayaknya” rasanya tidak pantas kalau mengingat kita punya Tuhan Yang Maha Kuasa melakukan segalanya. Maka hari ini, jika hidup terasa begitu sulit, begitu berat, begitu sesak; ingatlah akan keajaiban-keajaiban pertolonganNya, yang sudah terlulur untuk berjuta-juta hambaNya. Terus berusaha untuk percaya sepenuhnya kepadaNya:

Allah, The One who will never fail you.

 

~harusnya dipost kemarin XD