[Ilmfes2014] Mohammed Faqih: The Rights of The Prophet

Bayangkan jika jika bertemu dengan orang yang kita kagumi. Kita adalah fans mereka. Bayangkan kalau kita bertemu dengan Rasulullah SAW. Kalau kita tidak kenal beliau, pasti awkward waktu ketemu.

Beberapa hak Rasulullah SAW atas kita:

  1. Iman. Kita mempercayai beliau SAW. Dan sebelum beriman kita harus punya pengetahuan tentang beliau SAW. Pelajari sirahnya, pelajari segala aspek tentang hidupnya. Gak ada orang yang berhak dicari tau dengan sedetail-detailnya kecuali Rasulullah SAW.
  2. Love. Mencintai beliau SAW. Sampai kita mencintai beliau lebih dari mencintai keluarga kita sendiri.
  3. Obedience. Ketaatan. Tanyakan pada diri kita, berapa banyak ajaran Rasulullah SAW yang sudah kita terapkan dalam hidup.
  4. To be followed. Hak beliau SAW adalah untuk diikuti. Kita mengikuti kebiasaannya, sunnahnya. “If live the prophetic life, we will live a happier, healthier, and more productive life“.
  5. Honour. Menghormati beliau SAW dan ahlul baitnya (istri & keturunan).
  6. Shalawat. Membaca shalawat untuknya. Jika kita mendengar namanya kemudian tidak bershalawat, maka kita disebut bakhil/pelit. Allah dan malaikat pun bershalawat untuk Rasulullah SAW (ada di QS Al Ahzab: 56).

“Orang yang bakhil adalah orang yang ketika namaku disebut, dia tidak bershalawat untukku.” (HR. Ahmad)

Mohammed Faqih

photo source: Qabeelaat Ihsan

Seorang Abang Abadi Bernama Mas Gagah

heningsept:

terharu ih :'(

banyak banget pelajaran di tulisan ini.. tentang pentingnya para guru mengenali dan mengapresiasi bakat murid2nya.. tentang merintis jalan dan terus berkarya sesuai kemampuan/bakat yang Allah kasih.. tentang terus melebarkan lingkaran kebaikan.. huhuu.. barakallahu fiik mbak helvy, smg makin giat menebar manfaat dan pembuatan film KGMPnya lancar jaya.

Originally posted on TAMAN KATA HELVY TIANA ROSA:

10947212_954146751263091_3015251713133035081_n

1992

“Gila! Saya belum pernah baca karya remaja seperti ini! Bukan saja membuat saya menangis, tapi Anda telah menggugah saya dengan nilai-nilai keislaman di dalamnya! Ini cerita yang luar biasa! Ditulis oleh anak muda pula!” wajah Pak Ismail Marahimin, Dosen Penulisan Populer itu, berseri.

Saya bengong.

Sejak tadi saya sudah berdebar-debar kenapa dosen yang selalu tampak serius dan dijuluki kawan-kawan “killer” itu memanggil saya ke ruangannya.  “Saya ingin bicara dengan Anda!” katanya. Padahal biasanya semua tulisan mahasiswa ia “bantai” di kelas dan dibagikan setelah diberi nilai berupa titik. Satu titik, dua titik, atau yang bagus serupa nilai A: tiga titik.

“Mas Gagah. Darimana ide cerita ini?” Dosen Jurusan Sastra Inggris itu memandang saya sambil menurunkan sedikit kacamata yang dipakainya. Di tangannya naskah sepanjang 12 halaman yang saya ketik dan saya kumpulkan pekan lalu untuk memenuhi tugas kuliah mingguan dari beliau.

“Itu kan tugas dari Bapak. Kami semua diminta menulis sebuah…

View original 2,183 more words

Tukang Kerupuk

Kaleng kerupuk di kantor saya sudah beberapa hari ini kosong. Biasanya nggak pernah begitu, selalu ada isinya. Tukang kerupuk biasanya datang seminggu sekali untuk mengambil uang hasil penjualan kerupuknya, lalu mengisi kaleng dengan kerupuk baru. Tapi kali ini tidak.. sebab katanya dia lagi pulang kampung.

Dosen maupun karyawan di ruangan mencari kerupuk saat makan siang, tapi kalengnya kosong. Bertanya-tanya kenapa kok kosong, ke mana tukang kerupuknya? Bahkan bos saya, direktur di tempat kerja saya, saat makan siang juga mencari kerupuk dan saat menyadari kalengnya kosong, bertanya ke mana si abang tukang kerupuk? Subhanallah, tukang kerupuk dicari pak direktur! ^^

Mungkin kelihatannya remeh, tapi bahkan tukang kerupuk punya peran dalam kehidupan banyak orang, hihi.. . Buktinya ketiadaannya disadari dan dicari-cari. Tukang kerupuk telah memberi manfaat untuk orang lain, kehadirannya punya arti, meskipun “sekedar” melengkapi hidangan makan siang orang-orang. Kenapa pakai tanda kutip di “sekedar”, karena bisa jadi pekerjaan yang terlihat remeh itu jadi besar di mata Allah karena niatnya yang ikhlas. Jadi… apapun pekerjaan kita, semoga bisa terus memberi manfaat untuk orang lain, dengan jalan apapun, sekecil apapun^^

[Ilmfest2014] Omar Suleiman: The Friend

  • Rasulullah membuat orang-orang di sekitarnya merasa spesial
  • Ada hadits begini: Kalian akan mendapati manusia bagaikan seratus unta yg tak ada seekor pun dapat ditungganginya (rohilah).’ [HR. Muslim].
  • Rohilah ini ada 2 interpretasi:
    • Hanya sedikit orang yang bisa mengemban beban dakwah, yang bisa diandalkan, yang benar-benar menopang dakwah. Seperti kawat baja dalam beton, tidak nampak tapi kuat.
    • Berarti teman
  • Rasulullah menanggung beban dakwah seluruh dunia dan isinya. Tapi beliau tetap memperhatikan para sahabatnya.
  • Makin sibuk orang, biasanya makin gak memperhatikan hal detail, gak memperhatikan personal/individu. Tapi Rasulullah gak pernah terlalu sibuk untuk memperhatikan semua sahabatnya.
  • Rasulullah gak pernah membuat orang merasa insignificant
  • Beliau ketika bicara dengan seseorang, menghadapkan seluruh tubuhnya (bukan hanya wajah) ke orang tersebut
  • Sampai-sampai para sahabat merasa masing-masing adalah yang paling dicintai Rasul, saking diperhatikannya
  • Kadang kita memilih teman berdasarkan keuntungan apa yang bisa kita dapat dari orang ini.. tapi tidak demikian dengan Rasulullah
  • Contohnya sikap beliau terhadap Julaibib, sahabat yang gak tenar, secara tampang gak keren, tapi dimuliakan oleh Rasul
  • Kalau ada orang yang menghilang dalam waktu cukup lama, Rasulullah pasti bertanya. Bahkan beliau ngeh kalau ada wannita tua penyapu halaman masjid yang “menghilang”
  • Bahkan beliau ngeh kalau sahabatnya lapar, meskipun sahabat tersebut gak bilang
  • Rasulullah kalau marah tidak dilampiaskan dengan kasar. Contohnya saat Aisyah menyinggung soal Khadijah yang waktu itu telah wafat. Beliau tidak suka, tapi meresponnya dengan menyampaikan betapa istimewanya Khadijah tanpa menjatuhkan Aisyah.
  • Kalau ada orang yang bicara buruk tentang Allah, kita jawab dengan baik-baiknya Allah, tanpa menghina orang itu
  • Ada lagi cerita tentang perselisihan Umar bin Khattab dan Abu Bakar (sile dicari sendiri..hehe)
  • Dalam diskusi, Rasulullah ikut berkontribusi (meski diskusinya tentang dunia), beliau sampaikan hal-hal bermanfaat terkait yang sedang dibicarakan.
Omar Suleiman

photo source: Qabeelat Ihsan

[Ilmfest2014] Navaid Aziz: The Reassurance

Navaid Aziz mengawali sesi ini dengan menceritakan asbabun nuzul QS Adh-Dhuha. Saat itu Rasulullah SAW sedang sakit sampai gak shalat tahajjud 3 hari. Padahal saat itu tahajjud diwajibkan untuk beliau. Kemudian wahyu berhenti turun selama kurang lebih 6 bulan. Orang-orang kafir kemudian bilang, Tuhanmu meninggalkanmu. Lalu turunlah QS Adh-Dhuha. Ah enaknya nonton video ini aja nih:

Surat Adh-Dhuha ini semacam menggambarkan “habis gelap terbitlah terang”. Kalau orang lagi depresi/stress, biasanya setelah bangun tidur itu malas beranjak dari tempat tidur. Padahal pagi hari itu waktu yang penuh keberkahan (doa Rasul: berkahilah umatku di pagi hari). Jadi bergeraklah, jangan tidur aja.

Beberapa poin yang saya catat:

  • Dari manakah Rasulullah mendapat kekuatan? Dari shalat, terutama qiyamul lail atau tahajjud.
  • You can’t find true strength anywhere except with Allah.
  • Kunci sukses para sahabat juga adalah qiyamul lail.
  • Kalau kita merasa jauh dari Allah, sebenarnya yang menjauh itu kita.
  • Tuhan yang sama yang menolong para Nabi dan Rasul juga lah yang akan menolong kita.
  • Kalau sedang susah, kita cenderung ingat susahnya/masalahnya. Padahal Allah bilang akhirat itu lebih baik (wa lal akhirotu khoirulaka minal ula).
  • Apapun pengorbanan/kehilangan kita di dunia, akan Allah ganti dengan yang lebih baik di akhirat (termasuk kalau kita memilih menundukkan pandangan di saat bisa menikmatinya).
  • Cek orang-orang di sekitar kita (pilih teman-teman yang baik dan supportive).
  • Connect yourself to guidance & knowledge. Belajar!
  • Happiness it limitless, and it can be found here, internally, in your relationship with Allah. I begins from within. From feeling content with what Allah has given, in patience, in taubah & remorse when we commit sin. Happiness is when we connected to Allah.
  • Have mercy to the people on earth, and the dwellers of heaven will have mercy on you.
  • Some practical tips:
    • Reflection every night before sleep: try to count your sins vs Allah’s mercy
    • Eliminate negative people
    • Get to know Allah: know names of Allah, etc.
AE - OS - BM - MA - NA

photo source: Qabeelat Ihsan

from left to right: AE – OS – BM – MA – NA (Navaid Aziz yang paling kanan)