connection-oriented

dulu… waktu masih kuliah Jarkom (jaringan komputer) suka ngehubungin teori2 jarkom dengan hal2 dalam hidup. Tentang connection-oriented dan connectionless misalnya, bisa dipake buat menggambarkan hubungan kita dengan Allah. Ya, sebenernya ga bs dibilang connection-oriented banget sih. Toh kita berhubungan sama Allah gak seperti teleponan antar 2 orang yang bisa saling kasih feedback. Tapi tetep aja, kl hubungannya dimaintain dengan baik, misalnya dalam shalat kita mencoba mengerahkan seluruh pikiran dan perasaan pada Allah, feedbacknya akan didapat meskipun gak terlihat: ketenangan hati, kemudahan menjalani hidup, keberkahan, dll. Sedangkan kalo connectionless yah meskipun hubungan tersambung, tapi kadang putus di tengah jalan, kl kata teori jarkomnya sih “unreliable data transfer, no flow control, co congestion control“. Cepat, tapi gak berkualitas. Mungkin itulah analogi shalat “the flash“.

dan memang benar adanya hal ini:

bahwa yang namanya masalah cuma ada dua: 1. kalo kita jauh dari Allah, 2. kalo kita lupa sama Allah (Yusuf Mansur)

maka selagi ada kesempatan, mudah2an kita bisa memperbaiki hubungan dengan Allah. Jadi connection-oriented lagi. toh menghubungi Allah gak susah. Gak perlu sms, gak perlu internet, gak perlu telepon. Gak perlu khawatir pula akan adanya starvation karena banyak orang yang ngantri pengen menghubungiNya. Allah Mahahebat! :)

jadi…

berharap pada Allah saja

karena…

berharap pada manusia sungguh melelahkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s