dikasi judul apa ya…

Ini seperti ketika ayahnya Andrea Hirata mengambil rapot anaknya yang prestasinya turun jauh dari semester sebelumnya. Bedanya, ayahku tidak pergi ke Fasilkom naik sepeda berbaju safari terbaiknya yang disetrika dengan air rendaman daun pandan. Namun, rasanya sepertinya sama. Aku telah mendudukan ayahku di kursi dengan nomor besar. Untuk pertama kalinya semenjak semester pertamaku di kampus.

Ayahku bahkan belum tau nilaiku semester ini berapa :D Biarlah nanti waktu yang akan memberitahunya. Hanya hikmah yang ingin kugali dari kejatuhan ini. Ini bukan tentang gengsi untuk dapat IP bagus atau seolah hidupku hanya untuk mengejar IP. Tapi mengingat semua jerih payah orang tua, semua pengorbanan, semua lelah yang tak pernah tampak atau terucap, rasanya tidak pantas memberikan hasil belajar yang seadanya pada mereka. Mengingat setiap jamku, setiap SKSku, setiap halaman buku dalam kuliahku, dibangun oleh tetes keringat dan harap mereka.

Kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin…

Hari ini aku telah menuai benih yang dulu kutanam asal2an. Tanaman hasil perawatan minimal dan malas2an telah menampakkan wujudnya sekarang. Benar rupanya, seseorang tidak akan menuai apa2 yang tidak ditanamnya. Kutanam keburukan, maka itulah yang kudapat. Namun biarlah kulihat pelangi di balik mendung ini, Allah telah memberikan pelajaran sekali lagi. Tidak ada kesuksesan yang bisa diraih tanpa kerja keras dan tawakal padaNya.

Mimpi hari ini adalah kenyataan esok hari…

Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (At-Taubah: 105)

6 Responses so far »

  1. 1

    chandra said,

    Ada variasi huruf baru ya? Udahlah Ning. Kita lupakan hasil semester ini. Masih ada dua semester tersisa. Itu lebih penting untuk dipikirkan dan harus bener-bener diperjuangkan..

    Semangat!!!

    .:orang yang juga kurang optimal di semester ini:.

  2. 2

    leonny said,

    Assalaamu’alaykum, ning
    Nilai hanya mencerminkan usaha qt selama 1 semester kemarin kan.. yang lebih penting lagi selanjutnya qt berusaha menjadikan apa yg qt dapat semester kmrn bs bermanfaat untuk selanjutnya..perjuangan hrs terus berlanjut. keep trying to do ur best!

  3. 3

    mahen said,

    Assalammualaykum,

    “Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu”
    (Al Baqarah: 216)

    Jatuh itu sakit, tapi lebih menyakitkan lagi kalo ga bisa bangkit dari jatuh itu.
    Ning, jangan pernah disesali apa yang telah terjadi. Kalo pun ada ketidakpuasan atas semua yang telah terjadi, jadikan sebatas rasa penasaran untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama di waktu mendatang. Semua pasti ada hikmahnya. Dan juga Hening harus yakin dengan firman Allah surat Al Hadid ayat 22

    “Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis di dalam kitab (Lauh mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah”.

    Kalau mau share, sebenarnya perjalanan akademis Hening jauh lebih mulus dari Mahen lo. Bahkan dari teman-teman lain.

    Jadi, keep istiqamah ya, saudaraku. Selalu bersyukur.
    Memperoleh hasil di luar perkiraan bukan berarti mengecewakan orang-orang terdekat, karena bagaimana pun juga kuasa tetap ada pada-Nya.
    Lakukan yang terbaik untuk masa depan
    Jadikan masa lalu sebagai cermin, bukan sebagai bayang-bayang hitam.

    :)

    ~udah sering blog walking ke beberapa blog “langganan”
    ~tapi baru pertama kali “tergugah” memberikan comment
    ~mungkin suatu hari nanti “tergugah” bikin blog sendiri

  4. 4

    heningsept said,

    wa’alaikumsalam

    @chandra: iya chan.. masih ada 2 semester lg insya Allah, kl umur sampe. Smg masih bisa mencapai cita2 awal, lulus dengan ….

    @leonny: sip bu! makasih^^

    @mahen: ahh.. speechless saya.. makasih, one of my ‘guru’. Ayo bikin blog sendiri! insya Allah banyak manfaat yang bisa dikasih lwt blog itu.

  5. 5

    pemikirulung said,

    hehe..waktu baca tentang bapaknya ikal itu sedih banget deh, sampe nangis..

    sama Ning, IP ku turun terus, tapi kok bapakku ngga pernah nanya ya? saking berhusnudzhon pada anaknya kali ya…

    tetap semangat Ning

  6. 6

    diah said,

    mas IP bukan yang terpenting bagi aku seorang ibu. tapi yang terpenting ialah jujur pada orang tua. dan mereka gak akan kecewa dengan hasil IP berapapun.
    Yang penting kita udah tau ilmunya.


Comment RSS · TrackBack URI

Say your words