Menebak Jodoh

/*

ini adalah tulisannya A’Ruly yang dipost di Milis Forkom Smansa Bogor. Dipublish di sini dengan izin dari orangnya. Semoga berguna..

*/

 


Bismillahirrahmannirrahim

“Kalo udah jodoh mah gak akan kemana,” selintingan kalimat itu mungkin sering kita dengar, atau sering kita ucapkan kepada saudara kita yang sedang benar 2 pengen menikah dengan seseorang tapi ternyata belum siap (makanya siapkah dulu baru siapa.. (siapkah 2009?)). Tapi ternyata memang bener loh kalimat yang sering diucapkan ketus itu. Kalo jodoh mah gak akan kemana. Karena memang jodoh itu adalah salah satu dari 3 hal yang telah ditetapkan oleh ALLAH dan udah tertulis di Kitab Kehidupan manusia (Lauhul Mahfudz). Tiga hal yang ditetapin itu adalah rezeki kita, waktu kematian kita n jodoh kita. Waktu kematian kita sudah jelas tidak akan bisa diundur or dimajuin, bagaimanapun cara kita meminta dipanjangkan umurnya oleh ALLAH, gak akan ada tuh yang namanya Rabb kita memberi ekstra bonus umur buat kita. Klo nyawa udah ada dileher, n tinggal ditarik dikit ma Izrail, sang pencabut nyawa manusia, maka segala amalan, taubat kita tidak akan diterima oleh Tuhan kita. Seperti sebuah momentum sejarah yang terkenal yaitu Fir’aun, dia menyadari bahwa ALLAH adalah sang Maha segala-galanya, yaitu ketika nyawanya telah sampai ke leher, percumalah apa yang ia lakukan, dan habislah ia di Jahanam seperti apa yang tertera dikitab suci (kitab suci disini hanya bermakna kepada satu2nya kitab suci di muka bumi yakni Al Quran).

Rezeki, inilah yang sering yang menjadi rebutan manusia, bahkan Marx pernah bilang bahwa manusia akan selalu berkonflik karena langkanya 3 hal, salah satunya rezeki..tepatnya ia bilang sumber daya. Banyak kita dengar berita-berita criminal di tv banyak orang yang melakukan kejahatan dengan alasan ekonomi (menjemput rezeki). Ketika saya hilang Hp beberapa tahun lalu, sulit menyadari memang bahwa ternyata memang telah usai/habis rezeki hp yang telah ALLAH tetapkan kepada saya. Dan kini HP tersebut memang telah ditetapkan menjadi rezekinya si copet tersebut. Misalkan HP tersebut dijual dengan harga 2oo rb, maka sebesar itulah rezeki yang telah ALLAH tetapkan kepada si copet pada waktu itu. Sebenarnya klopun ia tidak mengambil HP saya, maka bagaimanapun juga ia akan tetap mendaptkan rezeki 200 ribu yang telah ditetapkan oleh ALLAH, apakah itu dikasih orang atau minjem atau ia bekerja yang halal dan dia mendapatkan upah 200 rb, who knows, (ALLAH knows) ketetapan rezeki telah ALLAH tulis semuanya di kita kehidupan kita, hanya saja kita diberi pilihan untuk menjemputnya.

Kita masuk ke masalah jodoh (kenapa harus diper-masalah-kan?), begitupun jodoh seperti halnya waktu kematian dan rezeki kita. Bahwa jodoh kita (siapanya itu) sudah ada dan pasti kita dapatkan. Kisah Fulan (bukan nama sebenarnya) menyukai seorang Fulanah yang ternyata seorang aktivis, maka dimulailah langkah demi langkah untuk mendapatkan Fulanah tersebut, dan akhirnya Fulanah tersebut terbutakan dan mau menjalani aktivitas yang tidak diridhai ALLAH, pacaran (tidak diridhai karena belum sebelum menikah, klo sudah menikah ya monggo..), pertanyaannya apakah mereka memang berjodoh? Ternyata beberapa tahun kemudian ternyata benar mereka berjodoh, dan kini telah menikah,,tapi ternyata alas an menikahnya yaitu karena si Fulanah telah hamil, Naudzubillah min dzalik. Pernah mendengar kisah pacaran yang sampai sudah beberapa tahun (7-10 tahunan) dan ternyata mereka tidak menikah, tapi tenryta ketika mereka berpisah tidak sampai dalam hitungan bulan mereka telah menemukan pasangannya masing-masing dan menikah. Ada lagi kisah nyata dosenku MPKT yang ternyata menyukai seorang akhwat berjilbab panjang di kereta ketika perjalanan pulang, langsung saja dosenku itu menghampiri dan mengajak kenalan setelah itu mengajak menikah, n sekarang dia udah punya anak yang umurnya setaun. Masih banyak kisah mengenai jodoh yang tidak disangka-sangka.

Hanya ALLAH saja yang mengetahui siapa jodoh kita, dan kita disini, didunia yang fana ini hanya berusaha mendapatkan jodoh yang telah ditetapkan. Usaha itulah yang dihitung oleh ALLAH, rabb kita. Caranya itulahlah yang kita sebagai manusia bisa memilih, apakah mau dipacarin dulu terus nikah, dihamilin dulu terus nikah, dikenalin terus nikah, kenal langsung nikah atau dengan cara taaruf terus nikah, banyak banget caranya yang bisa kita pilih. Hanya saja yang menjadi perbedaan adalah apakah kita akan menggunakan cara yang berkah atau yang tidak berkah dan berdosa. Semua itu pilihan, tapi apapun caranya, fulan/fulanah yang akan menjadi pasangan hidup kita tidak akan pernah berubah dan akan kita dapatkan sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh Rabb kita.
Kita manusia hanya bisa menebak apakah si fulanah or fulan adalah pasangan hidup saya or bukan ya? Sebagai ikhwah dan manusia menebak tentu saja bukan perkara yang mudah apalagi kita harus melewati cara yang berkah, betul? Tetapi kebanyakan ikhwah menebak dengan melakukan taaruf, tebak-tebakan itu terkadang membuat gelisah hati kita (kyaknya sih…). Menebak jodohpun tidak sembarangan dilakukan begitu saja. Rasulullah SAW memberi saran bagaimana menebak jodoh yang baik yaitu dengan adanya kriteria2 tertentu, yaitu kecantikan, harta keturunan, dan agamanya, dan pilihlah yang baik agamanya. Kenapa kecantikan, harta dan keturunan disebut terlebih dahulu sebelum agama? Karena kita memang terlebih dahulu lebih baik melihat ketiga hal tersebut apakah telah baik dimiliki oleh seseorang, jika iya maka kita harus melihat agamanya, jika agamanya baik maka kita bisa menikahinya tetapi jika agamanya tidak baik maka sebaiknya kita jangan menikahinya, inilah yang dimaksud  menikah karena agama. Jangan terbalik, kita melihat agamanya sebelum melihat fisik, harta dan keturunanya. Karena jika kita pertama kali melihat agamanya, ternyata memang baik misalnya, lalu setelah itu dilanjutkan melihat fisiknya, yang ternyata tidak sesuai dengan apa yang diinginkan, dan ia tidak jadi menikah. maka sebenarnya dia ingin menikah karena alasan fisik bukan karena agamanya. (ini perkataan imam Ahmad bin hambal dengan editan, dalam  Perihal Menikahi Wanita Cantik yang ditulis oleh Abu Umair As-Sundawy & Abu Ishaq As-Sundawy, diambil dari blog friendsternya seseorang, jaz)

Lalu bagaimana cara kita tahu bahwa tebakan kita memang benar dan itulah jodoh yang telah ditetapkan oleh Sang Pemilik Arsy diatas air? Kita tidak akan pernah tau, sampai datang hari itu, saat kita mengucapkan “Saya terima nikahnya fulanah binti fulan dengan mas kawin seperangkat laptop apple (or dsb)” terjawablah satu rahasia yang telah dituliskan oleh Tuhan kita, dan terbersit dalam hati kita “ternyata tebakan yang ini, ya ALLAH yang ternyata merupakan pasangan hidupku..”  ya dengan momen itulah kita mengetahui akhirnya setelah menebak sekian lama dan salah terus hehehe, kita menemukan jodoh kita. Jadi belum tentu juga setelah taa’ruf, dan khitbah itu merupakan jodoh kita, sebelum ada ijab qabul diantara si fulan dengan wali fulanah.

Oh ya ada satu cerita pasangan yang sudah akan menikah, dan hamper pasti, tetapi akhirnya ketika dilakukan pertemuan mengenai pesta adat apa yang akan dipakai dalam pernikahan itu, eh pasangan itu gak bisa menyepakati n akhirnya mereka tidak jadi menikah karena alas an yang kita anggap sepele itu, ya memang bukan jodoh, mo digimanain lagi…

Perlu diingat bahwa cara menebak jodoh kita itu yang akan diperhitungkan oleh ALLAH bukan jodohnya. Pacaran, taaruf, kenalan meruapakan cara-cara yang ditempuh dalam rangka menebak jodoh kita, namun berkah sebelum menikah itulah yang kita cari, hanyalah keridhaan ALLAH yang menjadi tolak ukur usaha yang kita lakukan. Sudah siap nikah?undang-undang (mengundang bkn UU) yaks. Wallahu alam bisshaab. Wassalamu’alaikum wr wb

-Ruu, kamar, 4 syawal 1428 H, 5.04 pm-

23 Responses so far »

  1. 1

    Indra said,

    hening,,,,,
    ntar minta alamatnya ya,,,
    buat undangan taun depan,,,
    halah,,,bercanda koq,,,

  2. 2

    heningsept said,

    oh… iya2..
    wah, subhanallah camat… :) amiin..
    hehehehe..

  3. 3

    kakanda said,

    “Kalo udah jodoh mah gak akan kemana,”
    setetes embun dan sehelai daun jatuh sudah ada catatannya di Lauh Mahfudz.
    Masalahnya kita belum tahu,…
    Jadi perbaiki niat dan sempurnakan ikhtiar.

    Maaf, ada taushiah ust Rahmat yang saya kutip dari blognya hening, belum izin, tapi saya tulis sumbernya. Hening dengar sendiri ?

  4. 4

    kakanda said,

    Setetes embun dan sehelai daun jatuh, sudah ada catatannya di Lauh Mahfudz.
    Masalahnya kita belum tahu takdirnya.
    Jadi, luruskan niat dan sempurnakan ikhtiar.

    Maaf, jika kurang berkenan

  5. 5

    kakanda said,

    (ada yang kurang,)

    jangan lupa lebih mendekatlah padaNYA

    [Yang sedang mengingatkan diri sendiri]

  6. 6

    hening said,

    santae wae mas. it’s not like i’m searching for ‘jodoh’ rite now. Cuma ingin saling mengingatkan (termasuk diri sendiri jg) ttg yg anda bilang juga.. bahwa smuanya udah Allah tentukan, jadi gak perlu sibuk nyari2 dengan cara yg tidak diridhai-Nya.

  7. 7

    Aulia said,

    Sebenarnya udah lama pengen comment, hanya waktu yang bisa menjawabnya dan memberi kesempatan.
    Ning udah pernah buka tulisan di bawah ini belum:
    http://pacaranislami.wordpress.com/taman-cinta/
    http://uk.geocities.com/muhshodiq/index.html
    dan masih banyak lainnya.
    Kenapa ada orang seperti itu ya….
    apakah ini adalah salah satu faktor “penghanjur” remaja/kawula muda di jaman hendon seperti ini? Bingung jadinya dengan segenap dalil si Pak Shodiq mengelumatkannya.
    Semua berpulang ke pada diri kiri (it’s your self). Yang pasti Allah lebih mengetahui dari hamba yang dhaif ini. Wallahu’alam bishawab

  8. 8

    heningsept said,

    Udah kok.. udah pernah mampir ke situsnya pak shodiq itu. Tentang itu, baca reviewnya mba atin deh (liat di http://ahli.wordpress.com/2007/11/22/pacaran-islami-emang-ada-ya/)

    Emang kalo liat hal2 kaya gitu gemes banget kayanya, tapi dianya juga pasti punya seribu satu argumentasi.. kalo diladenin bisa jadi debat berkepanjangan. Yang penting mulai dari diri sendiri and sekitar kita aja ya. Dan yg penting juga, berpegang sama Al-Qur’an, Sunnah, dan jangan sok tau meninterpretasikan suatu ayat.. kalo gak tau tanya ama ulama yg terpercaya. Kalo engga, ntar jatohnya jadi kaya dia deh..

  9. 9

    heningsept said,

    @kakanda
    kutipan dari ust rahmat itu, kalo gak salah baca dari salah satu bukunya..
    btw commentnya kok dianggap spam ya..

  10. 10

    alf said,

    Asl..slam kenal…benar yg saudari katakan itu, makanya buruan nikah…..,siap2 kapan siapnya? banyak kok temen2 lagi kuliah pd nikah..pernikahan dini (bukan judul film) tp. pernikahan dini yg di sunnahkan..sepeti Ali dan Fatimah…thanks..

  11. 11

    heningsept said,

    @alf..
    salam kenal juga..
    waduh.. nikah? itu kan bisa beberapa ribu tahun lagi.. (quoting mbaknuri) hehe..
    lulus dulu aja lah..

  12. 12

    tantan said,

    Salam kenal hening… bagus tuch artikel nya buat pelajaran anak2 muda sekarang. thanks.

  13. 13

    @ aulia & heningsept

    reviewnya mba atin mengenai pacaran islami itu sudah ana tanggapi di http://wppi.wordpress.com/2007/11/27/bila-aktivis-dakwah-yang-bukan-ahli-fiqih-berkhotbah/

  14. 14

    Adapun terhadap pandangan mba atin mengenai aktivis dakwah yang lakukan pacaran, ana menanggapinya di http://wppi.wordpress.com/2007/11/28/bila-aktivis-dakwah-lakukan-pacaran/

  15. 15

    alf said,

    Asl..sy doain cepat lulus…salam balik. sy link ya.

  16. 16

    heningsept said,

    waduh.. nyampe sini juga dia… :P
    udahlah pak, saya nggak mau berdebat. emang banyak penafsiran orang dalam hukum2 islam, ya mungkin termasuk ttg pacaran itu. Tapi saya mah ngikut yg selamet aja. Kalo bisa menghindari zina, ngapain nyerempet2?

    @alf: huhu.. makasih.. amiin..

  17. 17

    Ruu said,

    Assalamualaykum
    wah JazakiLLAAH sudah mengingatkan saya, bahwa saya pernah nulis ini….
    jadi semangat lagi, ok smangat!!!
    Smoga ALLAAH slalu mberikan yang tbaik
    wassalamu’alaykum

  18. 18

    Mungkin kata yg bijak adalah bukan menebak jodoh, akan tetapi memilih jodoh, karena kita memang bisa memilih. Seorang ikhwan bisa memilih akhwat mana yg mau dinikahi, dan si akhwat jg bisa memilih, apakah menerima atau menolak lamaran si ikhwan.

    Sebetulnya untuk memantapkan hati si ikhwan/akhwat dianjurkan untuk shalat istikharah terlebih dahulu. Kemudian insyaAllah, Allah akan memantapkan pilihannya “ya” atau “tidak”.

    Dan tentunya pilihan kita tersebut sudah tertulis jauh sebelumnya di kitab Lauh Mahfudz.

    Btw, ketua forkom alim siapa skrg?

    Wallahu’alam

    referensi:
    http://www.perpustakaan-islam.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=184

  19. 19

    s@rie said,

    Jodoh….mang gk ada yg tahu, qt tw jodoh qt kl sudah ada proses ijab n qabul,, gitu yahhh…kayakny sih iya, soale sy jg lom tw jodoh sari siape, pdhl umure dah 28 taon nehh…jd agak2 sedih dehh, tp kl bc artikel diatas jd semangat..

  20. 20

    heningsept said,

    @Bondhan: skr ketuanya ruly, yg nulis artikel di atas itu

    @s@rie: yo.. semangat mbak.. sing sabar n ttp yakin sama janji Allah

  21. 21

    ochin said,

    aslmkm..
    sashimieh,..
    tanya donk..
    kalo udah menikah tapi salah satunya meninggal, trus dapat pengganti lagi, apa itu berarti dia punya 2 jodoh, atau jodoh yg bener2 jodoh adalah pasangan yg terakhir dinikahi atau bangaimana?
    mohon kejelasannya,..

    trimakasih sashimieh…

  22. 22

    heningsept said,

    wa’alaikumsalam

    waduh.. nggak tau mbak :)
    saya bukan ahlinya..

  23. 23

    yudha mutant said,

    hehehehehhee….
    pencerahan hati….thanx yap….


Comment RSS · TrackBack URI

Say your words