capo lam nyet pho

Yang udah baca “Sang Pemimpi”-nya Andrea Hirata pasti tau ada tokoh yang bernama Capo Lam Nyet Pho. Sebutlah dia “juragan ikan” di Belitong sana. Wirausahawati yang setiap harinya memasok ikan ke pasar. Andrea menceritakan Capo sebagai pengusaha sejati, orang yang jeli melihat possibility dan memiliki kemampuan istimewa yang bahkan seorang sarjana belum tentu punya: kemampuan merealisasikan mimpi menjadi kenyataan.

Akhir2 ini gw banyak bermimpi. Memenuhi kepala dengan rencana2. Terutama rencana setelah lulus. “Abis lulus mau ini, terus mau itu juga, dan mau begini juga, lalu mau begitu juga..”. Ada beberapa poin di sini.. Satu, merencanakan itu memang asik. Dan gw bersyukur bisa membuat rencana dan bermimpi. Itu penting. Karena gw pernah ngerasain takut bermimpi dan rasanya nggak enak banget. Tapi, yang kedua, perencanaan itu seharusnya janganlah menjadi fokus utama. Maksudnya, bolehlah berencana tapi toh sekarang ini gw kan hidup di masa ini. Sekarang, bukan di masa depan di mana rencana2 itu gw bayangkan akan menjadi kenyataan. Memang terkadang sulit untuk fokus ke masa ini karena godaan kenangan masa lalu dan harapan masa depan (saahh..) Tapi seperti kata orang bijak, hidup yang kita miliki ya emang cuma hari ini, saat ini. Masa depan belum tentu ada. Dan yang ketiga, tentang kemampuan si Capo itu. Gw tau banyak kok impian gw yang bisa gw wujudkan mulai saat ini. Cuma yang kurang itu. Apa ya.. keinginan/keberanian yang kuat untuk merealisasikannya.. Gimana dong biar bisa memiliki kemampuan untuk merealisasikan ide dan mimpi jadi kenyataan? hehehe..

Btw, tulisannya kamal yang ini nyambung deh. Sok atuh dibaca. Bagus banget.

Comments

Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku

Tuhanku,
aku masih ingat saat pertama dulu aku belajar mencintai-Mu
lembar demi lembar kitab ku pelajari
untai demi untai kata para ustadz kuresapi
tentang cinta para nabi
kasih para sahabat
tentang mahabbah para sufi
tentang kerinduan para syuhada
lalu kutanam dalam jiwa dalam-dalam
kutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan idealisme yang mengawang di awan.

Tapi Rabbi,
Berbilang detik, menit, jam, hari, pecan, bulan, dan kemudian tahun berlalu
Aku berusaha mencintai-Mu dengan cinta yang paling utama, namun
Aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untuk-Mu
Aku masih merasakan gelisahku membadai dalam cita yang mengawang
Sedang kakiku mengambang, tiada menjejak bumi
Hingga aku terhempas dalam jurang dan kegelapan.

Wahai Illahi,
Berbilang detik, menit, jam, hari, pecan, bulan, dan kemudian tahun berlalu
Aku mencoba merangkak, menggapai permukaan bumi
Dan menegakkan jiwaku kembali
Menatap, memohon, dan menghiba-Mu, semampuku
Allahu Rahman, Illahi Rabbi
Perkenankanlah aku mencintai-Mu semampuku.

Illahi,
Aku tak sanggup mencintai-Mu
Dengan kesabaran menanggung derita
Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa, hingga Al-Musthafa
Karena itu ijinkanlah aku mencintai-Mu
Melalui keluh kesah pengaduanku pada-Mu
Atas derita batin dan jasadku
Atas sakit dan ketakutanku.

Rabbi,
Aku tak sanggup mencintai-Mu seperti Abu Bakar
Yang menyedekahkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan diri-Mu
Dan Rasul-Mu bagi pribadi dan keluarga
Atau layaknya Umar yang menyerahkan separoh hartanya demi jihad,
Atau Utsman yang menyerahkan seribu ekor kuda untuk syiar din-Mu
Maka perkenankanlah aku mencintai-Mu semampuku
Melalui seratus dua ratus perak
Yang terulur pada tangan-tangan kecil di perempatan jalan
Pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di pojok-pojok jembatan
Pada makanan-makanan sederhana yang terkirim ke handai tolan.

Illahi,
Aku tak sanggup mencintai-Mu dengan khusyuknya shalat
Salah seorang sahabat Rasul-Mu, hingga tak hiraukan dia
Pada anak panah musuh yang terhunjam di kakinya
Karena itu ya Allah, perkenankanlah aku tertatih menggapai cinta-Mu
Dalam shalat yang coba ku dirikan terbata-bata
Meski ingatan kadang melayang ke berbagai masalah dunia.

Rabbi,
Aku tak dapat beribadah ala para sufi dan rahib
Yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta dengan-Mu
Maka ijinkanlah aku untuk mencintai-Mu dalam satu dua rakaat Lailku
Dalam satu dua sunnah nafilah-Mu
Dalam desah nafas kepasrahan tidurku.

Yaa Maha Rahman,
Aku tak sanggup mencintai-Mu bagai para al hafidz dan hafidzah,
Yang menuntaskan kalam-Mu dalam satu putaran malam
Maka perkenankanlah aku mencintai-Mu semampuku
Melalui selembar dua lembar tilawah harianku
Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku.

Yaa Rahim,
Aku tak mampu mencintai-Mu semisal Sumayyah
Yang mempersembahkan jiwanya demi tegaknya din-Mu
Seandai para syuhada, yang menjual dirinya demi jihad bagi-Mu
Maka perkenankanlah aku mencintai-Mu semampuku
Dengan sedikit pengajaran demi tumbuhnya generasi baru.

Allahu Karim,
Aku tak sanggup mencintai-Mu diatas segalanya,
Bagai Ibrahim yang tinggalkan putra dan zaujahnya
Dan patuh mengorbankan pemuda biji matanya
Maka perkenankanlah aku mencintai-Mu di dalam segala
Perkenankanlah aku mencintai-Mu dengan mencintai keluargaku
Dengan mencintai sahabat-sahabatku
Dengan mencintai manusia dan alam semesta

Allahu Rahmanurrahiim, Illahi Rabbi,
Perkenankanlah aku mencintai-Mu semampuku
Agar cinta itu mengakun dalam jiwaku
Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku…

(Azimah Rahayu)

———-

Pertama kali dapet ini dari Ziza :) waktu gw kelas 2 SMA dan dia kelas 1. Dulu gw dan Ziza suka surat2an gitu deh.. hehe.. curhat2an.. Gw masih inget di sebuah surat dia nulis, “gak enak ya Teh, gak punya Allah teh. Pikiran gak tenang, shalat gak khusyu..”

Gak punya Allah, maksudnya tidak ada Allah dalam hati dan digantikan oleh kau-tau-apa. Karena pada Allah dan cinta pada kau-tau-apa tidak bisa bersatu dalam satu hati..

Jadi, jatuh cintalah pada Allah saja, karena kau tak akan kecewa ;)

Comments (5)

ukhuwah itu ada :)

Trnyata dunia ni indah krn ukhuwah
Ada sapa dlm duka
Ada doa dlm ktakutan
Ada maaf dlm tiap khilaf
dan
Ada taujih dlm stiap pbaikan diri…

From: Mba Chandra
Date: 23/06/2008
Time: 21:20

Kalau kita mau menekan ego sedikit saja, berpikir lebih jernih dan berhati lebih lapang, kita akan sadar bahwa ukhuwah itu ada.. Sepi-sepi yang kita rasa, kesendirian yang kerap menyapa, mungkin hanya karena kita terlalu menarik segala sesuatunya ke dalam diri kita sendiri. Padahal manisnya ukhuwah bisa kita rasakan kalau kita mau memulai.

Memulai husnudzon pada saudara kita
Memulai tersenyum pada saudara kita
Memulai menyapa dan mengucap salam pada saudara kita
Memulai mendengarkan saudara kita
Memulai meringankan beban2nya
Memulai dan memulai merajut ukhuwah

Karena itu berarti diri kita sudah bertambah dewasa. Kalo kata Bu Kasiyah, deal with yourself first, then deal with others. Jika diri sendiri sudah “beres”, tentu tidak sulit untuk mulai “memperhatikan” orang lain. Kata Aa’ Gym, orang yang tinggi harga dirinya tidak akan minta orang lain menghargainya, justru ia akan menghargai orang lain. Bukankah teko yang penuh air akan bisa memberikan airnya sedangkan yang kosong selalu minta diisi?

“Mereka “melampaui” diri sendiri dan mulai bekerja pada “domain orang lain”. Mereka tidak mempertanyakan perlakuan orang lain kepada diri mereka. Mereka justru mempertanyakan perlakuan mereka sendiri kepada orang lain. Karena mereka “sudah selesai” dengan diri mereka sendiri”
(Anis Matta, “Riak Jiwa Sang Manusia”, dalam Tarbawi Edisi Spesial 2006)

Comments (3)

Naungan Kampus dan Jeratan Dunia Kerja

So how’s life after graduation?
Sucks.
Which part?
Every single part of it. Life’s sucks after graduation.

(dikutip dari sini)

Sungguh gw gak tau rasanya dunia pascakampus karena gw belum mengalaminya. Tapi gw udah icip2 dunia kerja lewat KP yang sedang gw jalani. Gimana ya.. mau dibilang sucks, kok rasanya nggak bersyukur banget. Tapi emang nggak seenak kampus.

Bolak-balik rumah-kantor lebih membosankan daripada rumah-kampus. Terlebih karena di kantor, gw cuma duduk depan komputer dari pagi sampe sore, diselingi istirahat siang untuk shalat+makan. Di kampus, gw bebas keluyuran ke mana aja. Di luar jam kuliah tentunya, bisa mengunjungi fakultas lain, MUI, sampe Kober dan Pocin.

Kampus adalah tempatnya orang2 bersemangat yang hobinya gerak2. Dinamis. Bebas terbang sana sini karena beban belum seberat beban kehidupan di luar sana. Kantor adalah ruang sunyi tempat orang konsentrasi mengerjakan tugas masing2. Kecuali punya temen dekat atau dapet rekan kerja yang kocak dan hobi ngelawak, maka kantor adalah kegaringan dengan internet satu2nya penghiburan.

Kampus selalu menyediakan naungan bagi jiwa2 yang lelah dalam pencarian. beuh.. Selalu ada oase dalam kegersangan. Di mimbar2, kajian2, ruang2 organisasi, sampai publikasi2 di dindingnya. Kantor adalah kerja, kerja, dan kerja, kecuali jika kantornya banyak ngadain program2 PSDM, dan lain2 yang membangun jiwa.

Intinya, masuk ke dunia kerja emang nggak enak. Tapi ketika seorang mahasiswa lulus, itu mungkin artinya dia telah siap, telah cukup kuat dan dewasa untuk pindah dari dunia kampus ke dunia kerja (bahkan sebelum lulus pun ada yang udah kerja). Buat gw, kampus masih sangat jauh lebih menyenangkan dari dunia kerja. Meskipun suatu saat gw pasti harus tercerabut paksa dari kesenangan dan kenyamanan ini, dan masuk ke dalam jeratan dunia kerja (yang mudah2an tidak akan lama, maksimal 10 tahun saja).

Comments (9)

dikasi judul apa ya…

Ini seperti ketika ayahnya Andrea Hirata mengambil rapot anaknya yang prestasinya turun jauh dari semester sebelumnya. Bedanya, ayahku tidak pergi ke Fasilkom naik sepeda berbaju safari terbaiknya yang disetrika dengan air rendaman daun pandan. Namun, rasanya sepertinya sama. Aku telah mendudukan ayahku di kursi dengan nomor besar. Untuk pertama kalinya semenjak semester pertamaku di kampus.

Ayahku bahkan belum tau nilaiku semester ini berapa :D Biarlah nanti waktu yang akan memberitahunya. Hanya hikmah yang ingin kugali dari kejatuhan ini. Ini bukan tentang gengsi untuk dapat IP bagus atau seolah hidupku hanya untuk mengejar IP. Tapi mengingat semua jerih payah orang tua, semua pengorbanan, semua lelah yang tak pernah tampak atau terucap, rasanya tidak pantas memberikan hasil belajar yang seadanya pada mereka. Mengingat setiap jamku, setiap SKSku, setiap halaman buku dalam kuliahku, dibangun oleh tetes keringat dan harap mereka.

Kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin…

Hari ini aku telah menuai benih yang dulu kutanam asal2an. Tanaman hasil perawatan minimal dan malas2an telah menampakkan wujudnya sekarang. Benar rupanya, seseorang tidak akan menuai apa2 yang tidak ditanamnya. Kutanam keburukan, maka itulah yang kudapat. Namun biarlah kulihat pelangi di balik mendung ini, Allah telah memberikan pelajaran sekali lagi. Tidak ada kesuksesan yang bisa diraih tanpa kerja keras dan tawakal padaNya.

Mimpi hari ini adalah kenyataan esok hari…

Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (At-Taubah: 105)

Comments (4)

Kenalan sama Spring

Spring adalah salah satu application framework untuk aplikasi berbasis Java, tepatnya J2EE. Apakah application framework itu? Setelah disarikan dari berbagai macam sumber bacaan, gw simpulkan application framework itu adalah sekumpulan aturan atau standar yang disertai dengan library, yang digunakan untuk mempermudah, mempercepat atau membuat pengembangan aplikasi secara rapi sehingga bisa dikembangkan lagi dengan mudah di kemudian hari. Sedangkan J2EE –sekarang disebut Java EE– oleh situs Sun Microsystem dijelaskan sebagai

Java Platform, Enterprise Edition (Java EE) builds on the solid foundation of Java Platform, Standard Edition (Java SE) and is the industry standard for implementing enterprise-class service-oriented architecture (SOA) and next-generation web applications“.

Sederhananya, ini adalah edisi Java yang dipakai untuk mengembangkan aplikasi berskala besar atau enterprise. Edisi lainnya, Java SE (Standard Edition) adalah Java yang selama ini gw pakai untuk mengembangkan aplikasi desktop kecil2an). Dan satunya lagi, Java ME (Micro Edition) sesuai namanya, untuk mengembangkan aplikasi untuk perangkat kecil seperti PDA, handphone, dll. Jadi alih2 menggunakan Java SE yang selama ini gw pakai, sekarang gw akan mulai belajar dan menggunakan Java EE. Pak Endy Muhardin berbaik hati memberikan tips bagaimana mulai belajar Java EE di sini.

Sekarang balik lagi ke Spring. Ketika bicara tentang Spring, maka akan sering sekali terdengar istilah Inversion of Control (IoC) dan Dependency Injection. Gw sebagai pendatang baru dalam dunia Spring ini tentu saja bingung dengan kedua istilah itu. Untunglah ada forum berbahasa Indonesia yang membahas mengenai hal2 tersebut. Ada juga contoh yang bagus dari http://www.devx.com/Java/Article/21665. Jadi mari lihat contoh berikut ini.

Misalnya gw mo buat suatu class yang bertugas memproses data, dalam arti membaca data dari suatu file dan memberikan data dari file tersebut pada class yang memanggilnya. Namanya class DataProcessor.

class DataProcessor
{
public Result processData()
{
FileDataReader dataReader = new FileDataReader(”/data/file1.data”);
Data data = dataReader.readData(); //membaca data
return data.calculateResult(); //mengembalikan data pada class yang memanggilnya
}
}

Ini dia potongan class yang memanggil si DataProcessor (disebut client code).

//client code:
DataProcessor fileDataProcessor = new DataProcessor(); //membuat objek DataProcessor
Result result = fileDataProcessor.processData(); //meminta data dari hasil pembacaan file

Di sini terlihat DataProcessor bergantung atau dependent pada FileDataReader. Kalau mau membaca data dari sumber lain, misalnya database, class DataProcessor harus direfactor, biar bisa menerapkan pembacaan data yang lebih general. Salah satu caranya dengan menggunakan interface.

interface DataReader {
public Data readData(); }

class DataProcessor
{
private DataReader dataReader;

public DataProcessor(DataReader reader) {
this.dataReader = reader; }

public Result processData() {
Data data = dataReader.readData();
return data.calculateResult(); }
}

//client code:
FileDataReader dataReader = new FileDataReader(”/data/file1.data”);
DataProcessor fileDataProcessor = new DataProcessor(dataReader);
Result result = fileDataProcessor.processData();

DataProcessor tidak lagi beroperasi pada objek FileDataReader, melainkan pada interface DataReader yang diimplementasikan oleh FileDataReader sehingga lebih generic dan reusable. Masalahnya, setiap client code yang mau memproses data harus membuat objek data reader sendiri dan me-link objeknya dengan DataProcessor. Daripada begitu, kita bisa menginjeksikan kebergantungan (inject the dependency) antara DataReader dengan DataProcessor dengan factory class. Factory ini istilah yang baru gw kenal juga. Jadi ditambahankanlah class DataProcessorFactory ini dan client code-nya menggunakan jasa si factory untuk membuatkan reference ke DataProcessor.

class DataProcessorFactory
{
public static DataProcessor getFileDataProcessor()
{
DataReader reader = new FileDataReader(”/data/file1.data”);;
DataProcessor dataProcessor = new DataProcessor(reader);
return dataProcessor;
}
}

//client code:
DataProcessor fileDataProcessor = DataProcessorFactory.getFileDataProcessor();
Result result = fileDataProcessor.processData();

Si factory-lah yang membuatkan objek dari DataProcessor untuk client. Client tinggal meminta objek dan data hasil baca file melalui factory. Dengan ini telah terjadi apa yang namanya Inversion of Control dengan cara Dependency Injection (DI). Bentuk IoC yang lain adalah Dependency Pull, tapi gw belum ngerti itu.

Semakin besar aplikasi yang dibuat, semakin banyak factory class yang diperlukan. Ini gak menguntungkan karena kebanyakan factory itu merupakan singleton sederhana, yang tugasnya membuat dan menghubungkan objek2, nggak bisa di-inherit sehingga banyak duplikasi. Kelebihan DI dengan Spring, menurut DevX.com adalah
… its ability to act as a factory to create objects. Spring reads a schematic defined in an external configuration file, creates and wires the objects together using reflection, and then passes the objects back to you. Think of Spring as a factory that you don’t have to write any code for.

Intinya, Spring membuatkan dan menghubungkan objek2 melalui skema yang didefiniskan di configuration file eksternal, dalam hal ini file XML (gw gak tau hanya bisa XML file apa bisa yang lain). Langsung aja ke contoh kodenya. Client code akan menjadi seperti ini.

//client code:
InputStream is = new FileInputStream(”src/examples/spring/beans.xml”);
BeanFactory factory = new XmlBeanFactory(is);

DataProcessor dataProcessor = (DataProcessor) factory.getBean(”fileDataProcessor”);
Result result = dataProcessor.processData();

dan file XMLnya seperti ini.

<?xml version=”1.0″ encoding=”UTF-8″?>
<!DOCTYPE beans PUBLIC “-//SPRING//DTD BEAN//EN” “http://www.springframework.org/dtd/spring-beans.dtd”>

<beans>
<bean name=”fileDataProcessor”
class=”examples.spring.DataProcessor”
singleton=”true”>
<constructor-arg>
<ref bean=”fileDataReader”/>
</constructor-arg>
</bean>
<bean name=”fileDataReader”
class=”examples.spring.FileDataReader”
singleton=”true”>
<constructor-arg>
<value>/data/file1.data</value>
</constructor-arg>
</bean>
</beans>

Selalu dibungkus dengan tag <beans></beans>, di dalamnya bisa ada banyak tag <bean>, yang merepresentasikan objek di code Java yang kita buat. Contohnya pada code XML di atas, bean name yang pertama adalah “fileDataProcessor”, ini adalah identifier untuk objek bertipe DataProcessor (class=”examples.spring.DataProcessor”). Singleton = true artinya gw rasa mirip2 static di Java, jadi setiap kali ada request dari client, Spring akan selalu memberikan instance yang sama. Kalau singleton diset false, Spring akan membuat bean (instance kali ya maksudnya) yang berbeda untuk setiap request. Dalam tag <constructor-arg>, <ref bean=”fileDataReader”/> berarti passing objek dengan id “fileDataReader” untuk constructornya. Dari tag bean yang kedua bisa kita lihat bahwa “fileDatReader” ini nama instance dari class FileDataReader. Bean yang kedua ini mempassing nilai ke constructornya (lihat <value>/data/file1.data</value>).

Sampai saat ini itulah yang gw pahami. Masih belum mengerti hal2 lain seperti AOP, DAO, dan ORM. Kesimpulan tentang Spring, katanya sih framework yang satu ini sangat mantep sekali. Ini garis besarnya

  • Spring bertujuan untuk meminimalkan dependency antar komponen aplikasi dan menyediakan plug-in architecture. Mungkin inilah yang mendukung terjadinya dynamic workflow seperti yang dijelaskan supervisor KP gw kemaren. Jadi kita bisa pasang komponen aplikasi saat runtime tanpa perlu bongkar kode Java-nya.
  • Object linking di Spring didefinisikan di file XML, jadi kita bisa memasang komponen atau konfigurasi yang berbeda saat runtime.
  • Berbeda dengan factory yang invasive, di mana client sangat tergantung pada factory karena meminta objek ke sana, Spring menyediakan reference objek ke client yang membutuhkan. Spring secara aktif merangkai dependency dari objek yang gak kenal satu sama lain menjadi aplikasi yang utuh.
  • Kemampuannya ini berguna banget buat Test-Driven-Development di Xtreme Programming (gw gak terlalu ngerti ini). Tapi mungkin artinya adalah bisa memudahkan untuk testing sana sini. Karena kode2 gak saling kenal, tp kalo mau disatuin juga gampang. Client gak perlu membuat objek baru (gak pernah membuat reference dengan keyword new), gak perlu lookup ke factory, Spring yang menyediakan dependency-nya secara runtime–dengan real maupun mock object.
  • Unit testing jadi mudah dilakukan karena gak ada dependecy yang hard-code, class2 yang ada saling gak kenal satu sama lain.

sumber2 bacaan:
http://dotnet.netindonesia.net/?0::21357
http://www.devx.com/Java/Article/21665
http://arfan86.blogspot.com/2007/02/chating-tentang-spring-framework.html

Comments

Spring time at Bening

Senin kemarin gw dipanggil untuk interview Kerja Praktik (KP) di Bening Guru Semesta, sebuah solution provider dan juga business partner, begitu mereka menyebut perusahaannya. Jadwal interview jam 10, maka gw naik KRL ekonomi jam 8 dari Bogor. Kali ini turunnya tidak di stasiun UI, tentu. Tapi empat stasiun dari UI, Pasar Minggu.

Sampai stasiun Pasar Minggu jam 9, satu hal yang pertama kali gw lakukan: nelpon GPMT untuk nanyain jadwal student exchange. Ini yang gw khawatirkan sejak kemarin2. Student exchange yang diundur dari tanggal 24 Mei ini gak jelas sampai kapan diundurnya. Menurut website DIKTI sih diundur sampai bulan Juli 2008, tapi belum jelas juga tanggalnya. Gw khawatir karena bentrok sama jadwal KP. Masalahnya, gimana kalo gw di tengah2 KP cabut selama 3 minggu? Saran dari beberapa orang sih mundurin aja jadwal KPnya, mulai bulan Agustus, atau KP pas semester 7 berjalan. Tapi gw pengennya mulai sekarang, biar liburan nggak nganggur.

Ternyata orang GPMT malah nggak tau sama sekali kapan jadwal berangkatnya. Terus terang gw agak kecewa sama pelayanannya, bukan hanya kali ini. Gedung Pelayanan Mahasiswa Terpadu ini ternyata tidak se-terpadu namanya. Ya sudah, let’s continue the journey!

Mbak Prita (Fasilkom 2002) bilang dari stasiun Pasar Minggu gw harus jalan sedikit terus naik Metromini nomer 75. Di depan stasiun gak ada 75 yang lewat, lalu gw tanya seorang Bapak. Ternyata harus nyebrang dulu, jalan ke arah kiri stasiun (dilihat dari posisi keluar stasiun). Yap, itu dia si 75 jurusan Pasar Minggu-Blok M. Tanya kernetnya tau Pizza Hut gak –Mbak Prita bilang turun di sebrang Pizza Hut– alhamdulillah dia tau. Kernetnya satu cowok satu cewek: kernet cewek ketiga yang gw lihat setelah satu di Malaysia dan satu di sinetron Indonesia.

Gw duduk manis sambil mengamati jalan dan si kernet cewek menagih ongkos. Jauh dekat Rp 2500, kata tempelan di dinding metromini. Dan metromini meninggalkan Pasar Minggu –yang benar2 pasar– menyusuri jalan raya Ragunan, gw rasa. Gw pernah lewat sini setelah dari Bumi Perkemahan Ragunan. Jalannya kecil dan tidak tampak seperti kawasan perkantoran di pusat Jakarta. Ya, emang ini Jakarta Selatan sih. Tapi bayangan gw lokasi kantornya di jalan besar dengan jajaran gedung2 tinggi dengan Busway berseliweran di depannya. Namun ternyata bayangan gw tidak salah. Metromini belok kanan dan barulah lokasi yang gw bayangkan itu tergambar sepanjang jalan. Beberapa saat kemudian kernet cewek yang baik nan tomboi itu bilang udah sampai Pizza Hut dan gw turun di situ. Pizza Hut di sebrang sedangkan Aldevco Building, ini dia tujuan gw. Gw masuk ke gedung di tengah, yang paling besar. Lewat pintu samping karena pintu depannya adalah pintu cafe. Aneh. Liat2 papan informasi, Bening berada di lantai 3 Aldevco Extension Building. Gw tanya Satpam di manakah etension building itu, ternyata di sebelah kanan main building ini. Ya.. gw menuju ke sana..

Masuk extension building, langsung naik lift sampai lantai 3. Hmph.. tempat asing yang garing kelihatannya. Setelah mengunjungi toilet (yang bisa menjadi salah satu alasan gw untuk bersyukur kalo ga diterima di Bening–gw gak pernah suka toilet tanpa gayung), gw mencari kantor Bening. Belok kanan dari lift, menyusuri koridor dengan pintu2 kayu di samping kiri kanannya bertuliskan “PT Sierver Indonesia, PT Sunnyvalindo, dll”. Oh begini rupanya kantor2 di sini. Dan di ujung koridor ada pintu kaca yang alhamdulillah bertuliskan PT Bening Guru Semesta. Hh.. gw gak nyasar.. Jam 09.40, gw slonong boy masuk ke kantornya, yang untungnya lagi nggak terkunci. Disambut seorang pegawai yang kemudian mempersilakan gw menunggu di ruangan duduk. Kak Amin (Fasilkom 2002) adalah orang kedua yang gw liat. Dan saat menuju ruang duduk itu, gw melewati ruangan kerja dengan wajah2 yang gak asing di depan komputer masing2. Mbak Dini, Mbak Nova, dua2nya Fasilkom 2003, bahkan Agung temen seangkatan gw yang ternyata udah mulai KP di sana. Masuk ruang duduk, eh ternyata ada si Meirna yang lagi menekuni proyeknya bareng Mbak Tia (Fasilkom 2002). Haris juga udah mulai KP di sana.

Sambil nunggu gw ngisi kuisioner dengan pertanyaan seperti bahasa pemrograman apa yang anda kuasai beserta tingkat kemahirannya, posisi apa yang paling anda sukai dalam sebuah proyek, posisi apa yang paling anda hindari, jam kerja yang anda inginkan, dll. Gw hanya mengisi ASP.NET dengan tingkat kemahiran basic, PHP5 intemediate, dan J2SE intermediate. Posisi yang paling gw suka programmer (meskipun dibilang kuli), yang gw hindari tester, dan jam kerja Senin-Kamis jam 9-16. Sambil nunggu, ketemu Mbak Enno dan Mbak Prita (Fasilkom 2002).
Kenyamanan dan keharusan beradaptasi yang sangat sedikit adalah alasan kenapa gw pengen KP di Bening. Tentunya gw perlu alasan untuk sanggup datang setiap hari menjalani aktivitas yang sama. Dan orang2 di sini membuat gw cukup nyaman untuk itu. Selain itu, suasana di sini amat santai. Bahkan selama di kantor boleh bersendal jepit. Jadi gw pun gak perlu rapi2 banget. Maksudnya, cukuplah pake kemeja dan bersepatu serta masih bisa bertas ransel, seperti banyak Mbak2 di sini.

Jam 10 lewat interviewernya datang. Interviewnya amat singkat, karena dia cuma nanya2 tentang pengalaman proyek, capability, dan availability. Bapak ini, Pak Hasan adalah alumni Fasilkom juga, angkatan 97. Dia bilang gw dipanggil di belakang2 ini (padahal gw apply sebelum Meirna tp dia malah udah diterima bahkan sebelum gw diinterview) karena udah ada pengalaman proyeknya. Oh, gw kira perusahaan ini menganut Last Come First Serve (bisa dibilang iya juga sih). Gak apa2 lah, yang penting gw sampaikan jadwal KP gw yang mungkin terpotong 3 minggu di bulan Juli. Apakah gw mulai Agustus aja atau mulai sekarang tapi izin di tengah2. Dan dia bilang gak apa2 kalau ditinggal di tengah2, atau bisa sekalian sambil ngerjain meskipun gak masuk kantor. Oye.. alhamdulillah. Dan hari itu –karena gw bilang masih bisa di sana– langsung mulai deh KPnya, meskipun kata Ara gak diitung KP kalo KAKP (Kerangka Acuan KP) belum disetujui. Gw bahkan belum bikin KAKP. Ya gak apa2 lah.. gw sih seneng2 aja. Deadline KAKP batch 1 diundur minggu depan, jadi gw masih bisa masuk. Dan sekarang belajar2 dulu aja.

Dan benarlah, gw disuruh belajar dulu. Setelah menentukan gw masuk proyek mana, Pak Hasan menerangkan tentang framework yang dipakai. Oh, sungguh canggih sekali dunia ini.. Inilah enaknya KP di perusahaan IT, banyak istilah2 high tech baru yang gak gw tau. Membuka pikiran bahwa masih banyak framework di dunia ini selain Smarty. Haha, ya iya lah. Jadi intinya gw harus mempelajari Spring, sebuah framework untuk Java. Nanti kalo sempet gw tulis di postingan terpisah.

Gw duduk di sebelah Mbak Dini. Dengan laptop gw dan untungnya ada wi-fi, mulai cari2 bacaan tentang Spring dan konco2nya. Pegawai di sini nggak dapet ruangan atau kubikel sendiri, tapi kayak satu lab yang digunakan bersama. Dan taukah kawan.. baru satu hari KP udah bosen rasanya. Bukan bosen KPnya, tapi bosen cuma duduk doang seharian. Agung bilang, sehari aja udah bosen apalagi setahun, kalo abis lulus kerja kayak gini. Makanya harus play hard juga selain work hard :)

Saat istirahat siang, makan bareng2 di meja bundar ruang duduk. Seperti peraturan tak tertulis, ibu2 biasanya makan duluan. Makanannya disediain jadi gak perlu beli ke luar. Setelah itu shalat, ada mushala kecil di dalam kantor Bening. Dan setelah itu kembali berkutat dengan Spring dan konco2nya. Kali ini mendapat pencerahan setelah menelusuri halaman berbahasa Indonesia. Ternyata di forum2 lokal juga banyak diskusi tentang Spring. Gw pulang lebih cepat dari yang lain, jam setengah lima, dan alhamdulillah bisa Maghrib di rumah. Semoga bisa betah dan senang2 aja selama KP, mendapat ilmu yang bermanfaat dan juga memberi manfaat ;)

Comments

nih fath.. pr darimu..

Biasanya gw males ngisi beginian.. tapi kali ini bolehlah…

pr dari fathia

1. At what age do you wish to marry?
23

2.If you can turn into anything, what do you wish you can turn into?
jadi tokoh kartun dalam dongeng macem cinderella, si kancil,, wehehehe

3.If you were stranded on an desert island, who are the 3 blog buddies you would take with you? Why?
- Fathia, hehe.. soalnya dia mengajakku. Lagian dia punya utang cerita. Sambil jalan di gurun mungkin bisa selesai tuh cerita :D
- Leonny
- Anita
untuk 2 nama yg terakhir, supaya ketularan solehahnya :D

4.Where is the place that you want to go most?
Jepang

5.If you have one dream to come true, what would it be?
Melihat nggak ada lagi pengemis di jalan dan terutama di stasiun/kereta karena mereka udah jadi orang yang shalih dan berdaya guna ;)

6.Who is in your mind right now?
Bu Ika, akankah ia menerima paperku? hiks.. T_T

7.What are you afraid to lose the most right now?
hidayah

8.Do you want your first born child to be a girl or boy? Why?
apa aja gw sih seneng2 aja

9.If you meet someone you love, would you confess to him/her?
dalam konteks love pada lawan jenis:
ya iya lah, kalo udah nikah

10.List out three good things of the person who tagged you.
- determined
- unik
- mau menjadikan gw sahabatnya :)

11. What colour do you like? Why?
biru dan hijau yang tenang

12.What type of person do you hate the most?
Orang yang bebal ga mo nerima kalo dibilangin

13.What would you do if you won a million dollars?
Beli rumah dan kendaraan buat sendiri sama bangun pusat pemberdayaan orang2 dan buat modal usaha mereka

14.What is your ambition?
surga ;)

15.What would you wanna be after you’re dead?
bidadari di surga. beuh..

16. If you have a chance, which part of your character would you like to change?
kekakuan gw.. halah

17.What would you most want to achieve right now?
- Lulus semua mata kuliah semester ini dgn IP > 3
- Membenahi diri

18.What do you think is the most important thing in your life?
ruhiyah yg sehat

19. If there’s one thing in your life you want to do but yet unable to, what would it be?
halah, banyaaaak

20. Among all the questions asked, which one do u like most? Why?
nomer 5
karena suka mimpi itu

Comments

Ilmu itu ya, dibagi!

Artikel ini disertakan dalam lomba blog IGOS Summit 2, kategori mahasiswa dengan tema “Aku Ingin Sekolahku / Kampusku Aktif Mengajarkan Free/Open Source Software (FOSS)“

Judul di atas bisa dengan mudah kita temukan di blog POSS UI (Pendayagunaan Open Source Software Universitas Indonesia). Jargon POSS UI itu menggambarkan semangat berbagi ilmu melaluipengembangan dan penggunaan Open Source Software (OSS). Hmm.. apaan sih OSS itu? Menurut The Open Source Initiative dalam The Open Source Definition, setidaknya ada sepuluh kriteria OSS.Namun, untuk menyederhanakan, kita artikan saja OSS sebagai software komputer yang menyertakan source code (kode program) dan mengizinkan kita untuk melakukan apa saja dengannya. Bebas digunakan, bebas dimodifikasi, dan bebas disebarluaskan. Berbeda dengan proprietary software yang penggunaan, modifikasi, dan penyebarannya diatur oleh si pembuatnya.

OSS telah menjadi kekuatan dan potensi tersendiri dalam dunia teknologi informasi (TI), terutama pengembangan software. Gimana nggak, kita bisa menggunakan software gratis! Kualitasnya pun nggak kalah sama yang proprietary. Dengan demikian, makin banyak orang yang bisa menggunakan OSS dan mendapatkan ilmu dengannya. Sehingga pada akhirnya nggak ada lagi kesenjangan TI, karena semua orang bisa menikmati kemudahan penggunaan software dan ilmu bisa terus mengalir dan menyebar. Untuk pengembang software sendiri, OSS memberikan kemudahan untuk terus berinovasi dan berkreasi tanpa perlu khawatir biaya pengembangan yang tinggi. Bayangkan kalau orang Indonesia bisa mengembangkan OSS. Kita nggak perlu mengimpor software dari luar negeri. Cukup pakai software buatan dalam negeri, dan dampak positifnya, wah.. banyak! Menghemat devisa negara, memajukan industri software lokal, meningkatkan daya saing bangsa dalam bidang TI, dan lain sebagainya.

Sangat disayangkan, di Indonesia masih sedikit yang menggunakan OSS. Dari voting di Blog Telematika Indonesia, didapatkan hasil bahwa yang menggunakan sistem operasi Linux dan aplikasi open source hanya sebanyak 11% dari total 1028 orang yang ikut voting. Sedangkan yang menggunakan sistem operasi dan aplikasi bajakan masih mendominasi, yaitu sebesar 82%. Padahal pemerintah Indonesia sudah mencanangkan program Indonesia, Go Open Source (IGOS) sejak empat tahun lalu. Namun mungkin sosialisasinya masih kurang. Saya pernah mengadakan survey di kampus saya, Fakultas Ilmu Komputer UI. Ternyata dari 10 orang mahasiswa yang disurvey, 55% tidak tahu apa itu IGOS. Bagaimana dengan masyarakat Indonesia yang lainnya? Mungkin lebih banyak lagi yang tidak tahu IGOS dan OSS.

Karena itu, upaya sosialisasi dan pengajarkan OSS perlu terus dilakukan. Dunia pendidikan merupakan tempat yang tepat untuk memulai, karena di sinilah tempat ilmu mengalir. Saya pernah membaca bahwa OSS sudah masuk ke dalam kurikulum pengajaran TIK di sekolah-sekolah. Hal tersebut merupakan langkah yang sangat baik untuk mengenalkan OSS sedini mungkin. Lalu bagaimana dengan perguruan tinggi? Saat ini di beberapa perguruan tinggi sudah berdiri POSS yang memiliki fungsi untuk mendayagunakan OSS, misalnya dengan mengembangkan produk, menjadi pusat konsultasi, memberikan pelatihan, dan memasyarakatkan OSS. POSS UI sendiri sudah ada sejak tahun lalu, namun saya sendiri menilai kegiatannya masih kurang “terdengar”. Sosialisasi di UI pun masih kurang.

Banyak hal yang bisa dilakukan dalam upaya sosialisasi dan pengajaran OSS di kampus UI. Upaya ini bisa dibagi dalam dua hal, ke dalam UI dan ke luar UI. Untuk ke dalam UI, banyak pihak yang bisa diberdayagunakan selain POSS UI. UI memiliki komunitas studi LINUX (KSL) yang aktif berbagi ilmu lewat mailing list ataupun pertemuan-pertemuan. Kedua komunitas ini, POSS dan KSL, bisa bersinergi untuk mensosialisasikan OSS pada civitas UI. Selama ini yang saya rasakan, heboh-hebohnya produk baru atau kecanggihan OSS baru tersebar di kalangan pecinta OSS saja. Hal ini wajar, karena mereka memang sudah memiliki ketertarikan pada OSS. Namun pada orang lain yang belum akrab dengan OSS, bahkan belum tahu apa itu OSS, perlu pendekatan dan upaya sosialisasi yang lebih friendly. Banyak bentuk publikasi yang bisa digunakan, di antaranya blog atau website, buletin, poster, dan lain sebagainya. Satu hal yang perlu diperhatikan dalam sosialisasi tersebut, adalah tidak langsung menggunakan bahasa teknis yang masih asing bagi orang yang belum tahu OSS. Untuk strategi sosialisasi, mungkin bisa minta bantuan pada mahasiswa Ilmu Komunikasi yang lebih ahli :) Upaya sosialisasi ini juga bisa dilakukan dengan menggandeng organisasi mahasiswa seperti BEM. Bayangkan jika di setiap edisi BEM Media, buletinnya BEM UI, ada space kecil saja yang memuat tulisan atau logo “BEM UI mendukung IGOS! Ayo pakai Open Source!” :) Tentu dampaknya bisa lebih luas menyentuh mahasiswa.

Selain upaya sosialisasi, pengajaran OSS juga bisa dilakukan di kampus. Misalnya dengan mengadakan training atau pelatihan open source untuk mahasiswa atau untuk pengurus organisasi dan staf/dosen UI. Sebuah langkah yang baik telah dilakukan Fasilkom, yaitu dengan mengajarkan LINUX pada mahasiswa baru saat acara masa bimbingan mahasiswa baru. Selain ke dalam UI, pengajaran OSS juga bisa diberikan pada masyarakat di luar UI, khususnya siswa sekolah. Hal ini juga bisa menjadi bentuk pengabdian civitas UI kepada masyarakat sekitar.

Pasti asik sekali kalau di UI banyak yang belajar dan mengajarkan OSS. Selain menjadi upaya mendukung IGOS, hal itu juga bisa menjadi upaya untuk mengurangi pembajakan software, karena mudah-mudahan banyak orang yang bisa berpindah dari menggunakan software bajakan ke OSS. Dampak jangka panjangnya, seperti yang sudah saya sebutkan di atas juga, ini adalah upaya membangun kekuatan TI Indonesia. Ayo bangkitkan TI Indonesia dengan berbagi ilmu lewat open source software!

Comments (1)

upcoming events

yeyeyeyeye…

alhamdulillah.. the beasiswa aktivis’ student exchange batch 2 to Thailand is postponed. Before the postponement, we supposed to leave at  may 26th and back to Indonesia at june 15th. I’m glad it is postponed because at the same time i will have my final examination!

So, the next upcoming events for me will be the exams, final assignments, and interview for the KP (I’ve sent application to Bening).

Final exam schedule:

  • May 27th: TK PMPL
  • May 29th: Metode Formal
  • May 31st: Analisis Numerik
  • June 4th: Teknologi Mobile

And the final assignments

  • Tugas Akhir Grafika Komputer (hidup Monas! dukung visit Indonesia 2008!:P) May 23rd
  • Tugas Individu PMPL ttg SQA pada Windows Vista May 30th
  • Laporan Akhir PPL

I also want to attend the ICT Expo, IGOS Summit 2, but i don’t know whether i could or not.

I also want to take part in IGOS Summit 2’s blog writing competition.. the deadline is TODAY! noooo.. hope i could finished it..

Comments

« Previous entries