[Ilmfest2014] Muhammad Alshareef: The Call

Suatu hari Rasulullah SAW meminta pada Ibnu Mas’ud untuk membacakan Qur’an untuknya. Sampai di QS An-Nisa ayat 41, Rasulullah berkata, cukup. Dan saat Ibnu Mas’ud melihat beliau, ternyata pipi beliau berlinang air mata. Ayat tersebut mengatakan bahwa setiap umat ada saksinya, yakni Rasul yang diutus pada umat itu. Beliau pun memikirkan bagaimana nantinya di hari pengadilan akan menjadi bagi umatnya, sedangkan umatnya ada yang sudah diseru namun tidak mau taat. Ya, beliau selalu memikirkan kita, umatnya.

Salah satu warisan beliau yang harus kita ikuti adalah jalan dakwah. Qum fa andzir. Bangunlah, dan berilah peringatan! Bangun, dalam energi yang penuh untuk berdakwah, mengajak orang. Dakwah seharusnya menjadi warisan terbesar kita. Dakwah should be your greatest legacy.

Jalan dakwah memang tidak mudah dan penuh ujian. Ujian pertama dalam dakwah: cemoohan orang2. Tapi dakwah adalah perkataan terbaik,

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shalih, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS Fushshilat: 33)

Dan pahalanya memang sangat besar. Kalau kita bisa mengajak orang pada Islam, itu lebih baik dari dunia dan seisinya,

“Wahai Ali, sesungguhnya Allah swt menunjuki seseorang dengan usaha kedua tanganmu, maka itu lebih bagimu dari tempat manapun yang matahari terbit di atasnya (lebih baik dari dunia dan isinya)”. (HR. Al-Hakim).

Teladan dakwah dari Nabi Ibrahim yang menghadapi Namrud. Ibrahim bilang bahwa Allah bisa menghidupkan dan mematikan, lalu Namrud berkata, dia pun bisa demikian. Padahal yang Namrud maksud dengan menghidupkan adalah membiarkan orang hidup dan mematikan berarti membunuhnya. Lalu Ibrahim bilang bahwa Allah menerbitkan matahari dari timur dan menenggelamkannya di barat. Lalu bungkamlah Namrud. Jadi di sini Nabi Ibrahim memberikan bukti yang nyata. Kalau ucapannya Namrud yang awal tadi ditanggapi, diterusin, bisa jadi debat kosong aja. Tapi kemudian Ibrahim menyampaikan fakta yang tidak bisa dibantah. Perlu bahasa yang jelas dan lugas.

Untuk berdakwah, tidak harus jadi syaikh, atau lulusan sekolah agama. Karena Rasul berkata, sampaikanlah walaupun satu ayat. Caranya pun tidak harus dengan lisan/pidato/ceramah, tapi juga bisa lewat tulisan di blog, sms, dll.

Perlu diingat, bahwa dalam berdakwah, tugas kita bukanlah membuat orang menerima, tetapi hanya menyampaikan. Dan kita melakukannya dengan ihsan, sebaik2nya.

Kalau kita tidak berdakwah, pesan itu berhenti di kita. Kehidupan yang baik itu terjadi ketika kita mengikuti jalan Allah dan Rasul, termasuk berdakwah.

Langkah-langkah dakwah
Peduli terhadap orang dengan tulus dan genuine
Kita bisa meneladani Rasulullah SAW yang peduli pada semua orang, termasuk uang belum pernah beliau temui.
Rasulullah juga memikirkan generasi berikutnya. Sedihnya beliau adalah ketika orang tidak menerima Islam. Beliau juga menggunakan setiap kesempatan untuk berdakwah. Seperti waktu beliau dan Abu Bakar hijrah, orang yang mengejar mereka, Suroqoh, juga beliau dakwahi.

Tips praktis dalam berdakwah

  1.  #shareknowledge: Share konten! Gak perlu bikin, cukup share aja di social media
  2. Mulai dari keluarga, nanti melebar ke masyarakat
  3. Berakhlak baik di kantor, kampus, dll
  4. Menjaga shalat, dan ajak orang2 untuk shalat

Penutup
Ada sebuah peristiwa saat Haji Wada, Rasulullah berkata pada para sahabat, ketika nanti kalian ditanya tentang aku, apa yang akan kalian katakan? Sahabat menjawab, kami akan bilang bahwa kami bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan, dan kami telah menyaksikan/menjadi saksi.

Tanyakan pada diri kita sendiri, kalau kita bertanya hal yang sama pada keluarga, tetangga, teman, kira2 apa yang akan mereka katakan?

M. Alshareef

source: Qabeelat Ihsan

Tambahan
Muhammad Alshareef memulai Al Maghrib karena keprihatinan akan minimnya acara Islam yang dikemas dengan baik. Masa poster acara Islam seadanya banget, kalah sama poster restoran siap saji. Mereka bisa sebagus itu padahal hanya jual hamburger. Kita jualan surga, kenapa gak bisa sebagus itu? Lalu beliau menginisiasi Al Maghrib yang terbukti memang sampai sekarang, kualitas acara, branding, dan desainnya top banget!

PS: maaf saya banyak paraphrasing untuk menyampaikan inti hadits. Hadits lengkapnya bisa dicari sendiri kali ya :’D

Putrajaya, Malaysia

Ilmfest kemarin adalah saat pertama kalinya saya mengunjungi Putrajaya, Malaysia. Kota pusat pemerintahannya Malaysia ini ternyata sepiii banget. Tenang, damai, jalanannya sepi dan lancar.

Dari KLIA, kalau mau ke Putrajaya bisa naik KLIA Transit, dan biayanya hanya RM 6.20 saja dengan waktu tempuh sekitar 20 menit. Oh ya, sekarang kan Malaysia punya bandara baru, KLIA2. Kalau naik Lion Air, dia pakainya KLIA2, sedikit lebih jauh dari KLIA. Tapi kalau nyasar di KLIA dan harus ke KLIA2, tinggal naik KLIA Transit cuma bayar RM 2.

This slideshow requires JavaScript.

Hari Jum’at 16 Mei, saya dan Mirna naik KLIA Transit sekitar jam 13an ke Putrajaya Sentral. Kirain Putrajaya Sentral itu sebesar dan seramai KL Sentral. Ternyata nggak..hehe. Sepi2 aja dan biasa banget kalau dibandingin sama KL Sentral. Karena masih siang, jadi waktunya bisa dipakai untuk jalan2 dulu. Awalnya bingung tuh, kan rempong kalau jalan2 bawa2 koper, sementara hotel yang kami booking letaknya di luar kota dikit, namanya daerah Dengkil. Tapi pas nanya bagian informasi, ternyata di Putrajaya Sentral ada loker sewaan! Amazed banget, ada aja ya yang punya ide bikin loker yang bisa disewa di stasiun! Akhirnya, kami menyewa loker seharga RM 20 (iye mahal, tapi daripada bolak balik hotel..haha). Lokernya otomatis, jadi tinggal beli koin di mesin, kemudian koinnya dimasukkan ke loker terus dikunci.

Putrajaya Sentral

Peron kereta Putrajaya Sentral

Setelah menaruh tas, kami pun jalan2 naik bus Nadi Putra ke arah Masjid Putra. Bus semuanya ada di lantai bawah. Bus utamanya sih Nadi Putra itu, dia udah berjejer dengan keterangan jurusan masing2 di tiap barisan busnya. Tapi ada juga bus lain dan taksi. Dalam perjalanan ke Masjid Putra, kami melewati banyak gedung pemerintahan.

Nah, ini dia Masjid Putra. Letaknya di pinggir danau yang suka ada kapalnya juga, bisa ikutan cruising, tapi bayarnya mahal. Di sana juga ada souq/pasar dan tempat makan. Kami makan mie di kedai India di sana. Rasanya? Kari! Haha.. harus membiasakan diri dengan kari di sana. Masjid Putra terbuka untuk siapa aja, termasuk non Muslim. Tapi, pakaiannya harus menyesuaikan. Kalau ada yang pakaiannya kurang menutupi aurat, akan dikasih pinjam jubah untuk dipakai. Ada banyak petugasnya, nanti petugas yang akan ngasih tau dan mengarahkan.

Masjid Putra

Masjid Putra

Di depan Masjid Putra itu ada Putra Square, dan di sebelah kirinya ada bangunan Perdana Putra, kantornya Perdana Menteri Malaysia. Di sebelah kanannya baru ada danau dan souq, dan juga ada kantor informasi. Bisa ambil brosur dan tanya2 tentang wisata di sana.

Danau di sebelah kiri Masjid Putra

Danau di sebelah kiri Masjid Putra

Setelah Ashar kami mau ke mall Alamanda, the only mall in Putrajaya (kalau gak salah). Nungguin bus lama banget, akhirnya naik taksi aja. Deket dan cepat, sekitar RM 15 kalau gak salah ongkosnya. Mall Alamanda mirip2 sama Suria KLCC di Kuala Lumpur, tapi lebih down to earth sih sepertinya..hehe. Ada booth di tengah2 jalan seperti di Pasar Seni dan harganya pun gak mahal2 amat.

Setelah Maghrib kami mau balik ke Putrajaya Sentral naik bus. Oh ya, tarif bus Nadi Putra dalam kota itu RM 0.5 saja sekali jalan. Dari masjid Putra kami ambil koper dan balik lagi ke lantai bawah untuk menuju Dengkil. Kami kira kan hanya ada taksi ya, tapi mbak2 India yang baik hati di ruang informasi tadi siang ngasih tau bahwa ada bus ke Dengkil. Bayarnya berapa ya.. RM 2 kalau gak salah. Alhamdulillah, gak lama setelah ke bawah, ada busnya. Di bus itu kebanyakan isinya orang India. Mungkin mereka emang banyaknya tinggal di daerah Dengkil yang suburb itu ya. Kalau dalam kota Putrajaya berasa kota banget, Dengkil itu udah kayak daerah perumahan di Ciomas gitu, tapi jalan rayanya lebih besar.

Kami menginap di Hotel Langit Langi di Dengkil. Recommended! Pesan online via Agoda. Kalau naik kendaraan dan bingung ke sananya, bilang aja turun di KFC. Hotelnya pas banget sebelahan KFC. Hotelnya enak dengan harga sekitar IDR 300rb per malam. Yang enaknya lagi, kawasan sekitarnya ramai sama ruko/swalayan dan resto.

Besoknya, kami berangkat ke PICC dengan taksi dan biayanya RM 11 dengan lama perjalanan sekitar 15 menit. Yang repot pas mau balik dari PICC ke hotel, karena gagal mulu mau booking taksi..hehe. Akhirnya jalan ke depan PICC, berharap banyak taksi seliweran. Tapi.. ternyata jauh panggang dari api, saudara2.. Sepii blas. Akhirnya ditolongin satpam PICC dengan dipanggilin temennya yang bisa mengantar kami ke hotel. Semacam taksi plat hitam gitu jadinya. Alhamdulillah banget deh. Selain kami berdua, ada juga 2 peserta lain, sepasang suami istri dari Singapura yang ternyata nginep di Langit Langi juga.

Alhamdulillah.. ada aja pertolongan Allah. Pas hari Jum’at berangkat dari Bogor juga kan telat tuh. Berangkat jam 6 kurang, di tol kena macet orang berangkat kerja. Pesawat jam 9.15. Harusnya kan check in minimal 45 menit sebelum berangkat ya. Di jalan udah dag dig dug aja, khawatir ketinggalan pesawat, tp akhirnya pasrah lah. Untungnya nyampe terminal bandara sekitar jam 8.20, langsung check-in, imigrasi pake autogate jadi cepet. Hihi.. ada deh ya saat2 kayak gitu, saat cuma bisa pasrah aja sama Allah. Dan ternyata, kita gak luput dari penjagaan dan pertolonganNya.

Okay, looking forward for another trip to Putrajaya ;)

Ilmfest 2014

Al Maghrib Institute, sebuah lembaga dakwah Islam yang -sesuai namanya- berasal dari Barat (maghrib = barat), setiap tahunnya mengadakan konferensi yang disebut dengan Ilmfest; The Festival of Knowledge. Saya baru sadar, setiap satu tahun hanya ada satu Ilmfest dan tempatnya dipilih di antara negara-negara yang sudah ada cabang Al Maghrib-nya. Dan saya baru sadar juga, ternyata Ilmfest Malaysia ini adalah Ilmfest yang pertama kalinya di Asia!

Bertempat di Putrajaya International Convention Center (PICC), Ilmfest Malaysia diselenggarakan tanggal 17-18 Mei 2014 dengan tema “Mercy 2 Mankind”. Keseluruhan sesi dalam konferensi ini diisi oleh 14 pengajar Al Maghrib dengan berbagai pokok bahasan yang diambil dari sirah Rasulullah SAW.

Alhamdulillah saya bersama teman saya Mirna berkesempatan untuk menghadiri konferensi ini. Di hari pertama, Sabtu 17 Mei, kami datang ke PICC lalu registrasi dengan menunjukkan tiket Ilmfest yang sudah dibooking online. Kemudian kami mendapat goodie bag ungu khas Al Maghrib yang berisi buku panduan dan beberapa brosur, serta pin/badge Ilmfest yang ternyata digunakan sebagai tanda masuk.

DSC_1182

Setelah registrasi, kami melewati beberapa booth bazaar (ada di lantai dasar dan level 3). Ada booth berbagai macam produk mulai dari pendidikan, toko buku, suvenir, hijab, dll. Melewati dan berpapasan kebanyakan dengan muslim Malaysia, yang laki2 banyaknya pakai jubah (kl di Indonesia mah kayaknya jarang dan aneh ya kalau lelaki pakai jubah) yang perempuan banyak yang berabaya hitam (i want one! Tp mahal :’D).

front

Kami naik lift berkali2 sampai ke level 3. Di sana sudah ada banyak orang yang berkerumun di depan pintu masuk. Ketika jalan terus, ternyata sudah ada antrian masuknya dong. Orang Malaysia dalam hal ini disiplin deh. Yang datang belakangan dengan tertib mengantri di belakang, meskipun dia bisa aja langsung ke depan. Ketika pintu dibuka, kami pun masuk dengan semangat dan mencari tempat duduk di mana kami bisa nonton dengan optimal :D

ilmfest 6

Acara dibuka oleh Boona Mohammed sebagai host. Di buku panduan tertulis harusnya ada sambutan, tapi sepertinya tidak jadi dan langsung masuk ke sesi pertama oleh Founder dan President Al Maghrib, Muhammad Alshareef. Saya sebelumnya belum pernah dengerin orang ini di ceramah online. Tapi ternyata bagus juga dia bawain ceramahnya. Dan bacaan Qur’annya, bagus banget. Catatan dari beberapa sesi yang saya catat insya Allah akan saya posting terpisah.

Di hari pertama itu ada 10 sesi ceramah, yang diselingi dengan istirahat tiap waktu shalat, dan… Entertainment Session! Haha.. sesi ini seru deh, kita bisa lihat para asatidz itu ternyata mereka adalah orang biasa yang kocak, gak jaim, dan asik. Hari pertama diakhiri sekitar jam 21.30 dengan kuliah dari Waleed Basyouni, Vice President Al Maghrib.

Hari kedua, Ahad 18 Mei sudah gak perlu registrasi lagi, langsung naik ke atas dan masuk ke ruangan dengan menunjukkan badge. Sayang sekali teman saya gak bawa badge-nya, sehingga dia harus verifikasi ulang ke lantai bawah untuk mendapatkan wristband sebagai tanda masuk. Ketika masuk ruangan, banyak kursi yang masih gak ada orangnya tapi sudah dibooking dengan ditandai tas atau bahkan kotak makanan..haha. Tapi alhamdulillah masih dapat tempat duduk yang oke. Sesi pertama di hari kedua dimulai oleh Mohammed Faqih. Ustadz ini juga bacaan Qur’annya bagus dan suaranya bagus waku nasyidan. Di hari kedua ada 12 sesi, plus sesi hiburan yang makin seru.

YQ eating durian

YQ eating durian

Jujur aja, 2 lectures terakhir saya udah ngantuk banget -_- Itu sekitar jam 21.30. Kemudian acara ditutup dan para pengajar maju ke depan untuk berfoto bersama. Setelah itu, banyak peserta yang ikut maju ke depan. Saya dan Mirna ikutan..haha. Pengen ketemu teteh Yasmin, eh dia dikerubungin banyak akhwat. Cuma sempat minta tanda tangan doang..hahaha. Terus ketemu Omar Suleiman dan Dr. Reda Bedeir. Minta nasehat dan do’a dari Dr. Reda, trus dia bilang (kira2 begini), “Don’t let your time goes by without the remembrance of Allah. Because the thing that the people in jannah will regret is that they were not remembering Allah enough in this world”. *catet*

allteachers

Alhamdulillah Ilmfest 2014 menyenangkan sekali. Dulu kan saya tau Al Maghrib dan para asatidznya dari twitter ya. Selalu takjub kalau di twitter nemu muslim dari belahan bumi lain, kayak nemu harta karun gitu rasanya. Dan kemarin bisa ketemu mereka dan banyak saudara2 muslim dari Malaysia dan sekitarnya. Menakjubkan aja gitu, ih ini orang2 beda budaya, beda ras, beda suku, tapi kok bisa sama sih, sama2 tunduk sama Allah, nurut sama Rasulullah. Sama2 punya satu value yang dipegang kuat2, Islam. Meski demikian, mereka masing2 tetap punya warna sendiri2. Gak jadi kaku, gak jadi robot, tetap luwes dengan gaya masing2, tapi tetap taat sama Allah.

Ya, we’re one big family. One ummah. One nation :D

 

~Semoga ada rezeki buat ke Ilmfest 2015. Aamiin :)

photo source: Qabeelat Ihsan

The Path of Truly Muslimah

Seminar Salam UI @ Auditorium Djokosoetono FHUI

Sabtu, 3 Mei 2014

Pembicara:

  1. Ledia Hanifa Amaliah, S.Si, M.Psi
  2. Dr. Dinar Dewi Kania
  3. Netty Heryawan, M.Si
para pembicara dan moderator

dari kiri ke kanan: Bu Dinar, Bu Netty, Bu Ledia, moderator, mc

Beberapa hal yang saya catat:

  • Laki2 dan perempuan saling tolong menolong dalam kebaikan. Jadi harus paham peran masing2
  • Untuk perempuan, ketahui: 1) Apa tuntutan Islam terhadap perempuan? 2) Tentukan kita mau berperan di mana 3) Ketika kita mengambil peran itu, jadilah yang terbaik
  • Ada 2 pemikiran ekstrim dalam memandang perempuan:
    1. Perempuan makhluk inferior, bahkan disebut defect male. Pandangan ini gak cuma mempengaruhi peradaban Barat, tapi juga Islam
    2. Perempuan itu setara dalam segala hal dengan laki2. Perbedaan yang signifikan hanya biologis, psikologis dll sama saja. Bahkan menganggap perempuan lebih baik dari laki2. Pernikahan lesbi dianggap pernikahan yang agung
  • Islam memandangnya dengan seimbang. Kita harus paham Islam dengan benar. Tapi harus paham juga dengan paham non Islam yang berkembang
  • Dalam Islam, tidak ada perdebatan tentang betapa besarnya peran perempuan
  • Melihat sejarah, banyak contoh nyata peran besar Muslimah
  • Kita harus melihat realita, perempuan adalah ½ dari masyarakat. Dan mereka adalah subjek, bukan objek pembangunan
  • Perempuan cerdas bukan untuk menjadi kompetitor laki2, tapi untuk menjalankan peran yang diberi oleh Allah, terutama untuk menjadi pendidik anak2nya
  • Meskipun gak mendalami pemikiran Islam, perlu belajar juga pemikiran ulama klasik. Tapi harus ada guru dan teman/komunitas biar gak tersesat.
  • Kalau perempuan memilih untuk lebih banyak berperan di luar rumah (seperti Bu Ledia yang menjadi anggota DPR), ya disiapkan supporting system-nya
  • Perlu juga meminta pendapat orang dekat tentang jalan yang akan kita ambil, apakah kita cocok mengambil jalan itu?
  • Setiap orang itu berbeda, maka kita harus paham diri kita. Ada yang bisa berperan di depan publik, tapi ada juga yang lebih suka di balik layar, dll.
  • Bu Netty dan Pak Ahmad Heryawan memilih untuk melibatkan anak2 sejak kecil untuk memahami aktivitas orang tuanya
  • Membangun komunikasi dengan anak, ada 3 bentuk: otoritas sebagai orang tua, demokratis memberi pilihan, sebagai teman
  • Anak2 harus dididik untuk punya basic skill di rumah, misalnya memasak. Setiap ada aktivitas dibicarakan bersama
  • Bu Ledia pas anaknya yang paling kecil kelas 1 SD (anaknya cowok semua ada 3 apa 4 orang gitu), beliau kuliah S2, gak ada pembantu. Catat bahwa supporting system bukan hanya anak2, tapi juga keluarga besar
  • Harus punya strategi untuk memperkaya pengetahuan, membangun diri (self learning)
  • Pelajari Islam, matangkan pribadi, kembangkan diri jangan stagnan, belajar cepat, kembangkan kemampuan interaksi sosial, berpikir jangka panjang, kemampuan bekerja di bawah tekanan
  • Miliki plurality competence, bisa masuk ke segmen orang yang berbeda2. Toleransi gak selalu harus tentang agama, tapi menerima perbedaan, respek, empati
  • Kalau seorang perempuan belajar tinggi2 sampai S3, gak harus linear dengan kemampuannya mendidik anak (maksudnya, gak mesti harus mengambil jurusan yang nyambung dengan mendidik anak), tapi sekolah tinggi bisa melatih metodologinya, seperti cara berpikir, tradisi ilmu
  • Kata dosennya Bu Ledia, S1 itu gak bikin apa2. S1 itu melatih kalian berpikir sistematis. Dan apapun jurusannya, akan bermanfaat terhadap perannya sebagai ibu

 

IbuProf: Memahami Gaya Belajar Anak

Kuliah online Ibu Profesional, Rabu 7 Mei 2014

Anak kecil suka membuat berantakan dan melakukan hal aneh2, itu adalah cara mereka belajar. Tugas ortu sebagai fasilitator adalah mengamati anak belajar dan membantunya, bukan memarahi.

4 hal yang harus dikuatkan dalam belajar:

  1. Intellectual Curiosity: rasa ingin tahu anak harus naik. Kalau gak naik, berarti ada yang salah dengan cara kita memfasilitasinya belajar. Cirinya anak banyak bertanya. Waktu kecil pasti anak rajin bertanya, tapi setelah masuk sekolah ketika ditanya ada pertanyaan, dia gak lagi rajin bertanya. Berarti rasa ingin tahunya gak bertambah atau malah intellectual curiosity-nya mati. Harus menguatkannya dengan the power of question, mulai dengan bertanya dulu, jangan langsung menjelaskan. Bentuk pertanyaan: 5W+1H, mengapa, mengapa tidak, bagaimana jika
  2. Creative Imagination: Ortu pun harus kreatif. Ortu yang tidak kreatif, tidak punya rasa ingin tahu. Ortu yang punya rasa ingin tahu pasti kreatif.
  3. Art of Discovery: kalau kreatifitas naik, pasti kita akan menemukan sesuatu, menemukan banyak hal baru dari yang sederhana sampai rumit. Kalau anak sudah menemukan sesuatu, dia bisa membagikan pada orang lain sehingga menjadi manfaat dan memunculkan akhlak mulia
  4. Akhlak Mulia: mau membagi ilmu

Ketika sudah masuk usia sekolah, kita gak include di dalamnya. Ketika membawa anak ke sekolah, maka yang memilih adalah ortu sbg guru utamanya (dan sekolah itu sbg pelengkapnya). Sekolah itu harus bisa memenuhi 4 hal di atas, jika tidak maka bisa dipertimbangkan untuk pindah sekolah.

Kalau anak udah terlanjur tidak mau bertanya karena kesalahan ortu, maka mulai untuk mengajak bertanya. Apapun aktivitasnya, lakukan permainan bertanya. Misalnya, kalau lihat gambar gunung, bilang ke anak yuk buat pertanyaan tentang gunung. Misal: kenapa gunung itu tinggi? siapa yang membuat gunung? gunung apa yang tertinggi? dll. Dunia anak adalah dunia bermain, maka segala sesuatu yang berkaitan dengan anak disampaikan dengan bermain. Ada 3 hal yang tidak akan ditolak oleh anak: bermain, dongeng, hadiah. Ortu gak boleh jaim, harus mau menemani anak main dan belajar. Ini penting, karena dengan bermain keempat hal di atas akan jalan.

Agar anak berani bertanya pada orang lain: bagaimana dia punya referensi ilmu/kalimat tanya yang banyak dan diajarkan untuk membuat kalimat tanya/bertanya pada orang, dengan didampingi ibunya. Jadi permainan bertanya dilakukan bersama orang lain juga.

Penting untuk memahami anak dominan otak kanan atau otak kiri untuk tau cara belajar yang bagus buat anak apa. Gunakan dan kuatkan mata dan hati untuk mengenali potensi anak (jadi gak perlu tes sidik jari gitu2).

Gaya Belajar Visual
Kalau bicara matanya melirik/naik ke atas, bicara dengan cepat (karena otaknya lebih cepat dari bicara), kekuatannya di mata, ortu mendampingi dengan peragaan, melihat objek yang sedang dipelajari

Ciri2:

  • bicara agak cepat
  • mementingkan penampilan dalam berpakaian
  • tidak mudah terganggu oleh keributan (bisa belajar sambil dengerin musik)
  • mengingat yang dilihat daripada yang didengar. Anak2 tipe ini jangan diberi tahu terus menerus karena gak masuk, tapi tuliskan/gambarkan pesan untuk dia
  • lebih suka membaca daripada dibacakan (termasuk dongeng sebelum tidur, lebih suka baca sendiri)
  • pembaca cepat dan tekun
  • seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata2 (referensi banyak, tp susah mengeluarkan. biasanya kemampuan presentasi kurang)
  • lebih suka melakukan demonstrasi daripada pidato (sambil menunjukkan benda/slide). Tapi kalau gak suka presentasi gak usah dipaksa, dia bs lebih optimal di belakang layar, mengonsep, atau peran2 coaching
  • lebih suka musik daripada seni
  • mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali ditulis

Strategi untuk visual:

  • gunakan materi visual, diagram, gambar, peta
  • gunakan warna untuk meng-highlight hal2 penting
  • ajak anak untuk membaca buku berilustrasi
  • gunakan multimedia
  • ajak anak utk menuangkan ide dalam gambar

Gaya Belajar Auditori
Kalau bicara matanya melirik ke kiri/kanan (mendatar), kecepatan bicara sedang, kekuatannya di telinga, karena itu perhatikan di kelas apakah dia duduk di belakang sehingga ga dengar guru. Belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang ibu katakan.

Ciri2:

  • saat bekerja suka bicara pada diri sendiri
  • penampilan rapi
  • mudah terganggu oleh keributan
  • belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada apa yang dilihat
  • senang membaca dengan keras dan mendengarkan
  • menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
  • biasanya pembicara yang fasih
  • lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskan
  • lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik
  • mempunyai masalah dengan pekerjaan2 yang melibatkan visual
  • berbicara dalam irama yang terpola
  • dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama, dan warna suara

Pasangkan anak visual yang banyak referensi jago konsep dengan anak auditori yang bicaranya fasih & jago perform, dahsyat :D

Jadi anak yang satu dan lainnya tidak boleh dibandingkan, tp dikolaborasikan dengan kekuatannya masing2.

Strategi untuk auditori:
- ajak anak untuk ikut perpartisipasi dalam diskusi baik di kelas maupun dalam keluarga
- dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras
- gunakan musik untuk mengajarkan anak
- diskusikan ide dengan anak secara verbal
- biarkan anak merekam materi pelajarannya lalu dia mendengarkan ulang
Gaya Belajar Kinestetik
Kalau bicara matanya melirik ke bawah, kecepatan bicara lambat, belajarnya dengan bergerak/menyentuh/melakukan, learning by doing. Sulit untuk duduk diam berjam2, mereka ingin beraktifitas dan eksplorasi sangat kuat. Anak2 ini energinya ga abis2. Maka habiskan energinya dan sampaikan materi dengan gerak (misal kalau ngajarin huruf2, tempel huruf2nya di seluruh ruangan dan suruh dia cari).

Ciri2:

  • bicara perlahan
  • penampilan rapi
  • tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan
  • belajar melalui memanipulasi dan praktek
  • menghafal dengan cara berjalan dan melihat (kalau ngajarin ngafal quran, sambil gerak2in tangan sesuai arti ayat quran)
  • menggunakan jari sbg petunjuk ketika membaca
  • merasa kesulitan menulis tapi hebat dalam bercerita
  • menyikai buku2 dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca
  • menyukai permainan dan menyibukkan
  • tidak dapat mengingat geografi, kecuali dia mereka memang pernah berada di sana
  • menyentuk orang untuk mendapatkan perhatian mereka
  • menggunakan kata2 yang mengandung aksi

Anak kinestetik ini kalau tidak tepat menanganinya akan berontak dan karena itu dicap nakal. Perhatikan di sekolah anak ini terfasilitasi apa ngga. Keren banget ada sekolah yang di awal ada acara main2 dulu, terus masuk kelas dan ceramah, lalu nonton video/lihat gambar; jadi semua tipe belajar anak terfasilitasi.

Strategi untuk kinestetik

  • jangan paksa untuk belajar berjam2
  • ajak anak untuk belajar sambil mengesplorasi lingkungannya (ajak dia baca sambil bersepeda, baca baliho, dll)
  • izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar (untuk menguatkan konsentrasi anak. karena anak2 kinestetik anggota tubuhnya harus ada yang bergerak, biar tangan kaki tidak mengganggu anak lain, mulutnya lah yang bergerak)
  • gunakan warna terang untuk meng-highlight hal2 penting dalam bacaan
  • izinkan anak untuk belajar sambil mendengarkan musik

Gaya belajar anak bisa dilihat sejak anak bisa bergerak (12 bulan ke atas). Masa balita digunakan untuk mendeteksi dia cara belajarnya gimana. Caranya distimulus dengan gaya2 belajar tadi. Cari taunya dengan mengajak bermain.

Kalau anak kidal, biarkan dia menggunakan tangan kiri tapi dilatih juga untuk menggunakan tangan kanan (untuk makan, salaman, memberikan sesuatu).